PEMINTAAN KONTRAKAN RUMAH TINGGI, RUMAH WARGA JADI INCARAN

Selasa, 2-Oktober-2018, 10:17


KOTA AGUNG – Imbas dari kegiatan proyek yang dilaksanakan dibeberapa lokasi dalam kecamatan Kota Agung ternyata memberikan berkah dari sisi lain. pasalnya pemintaan akan kontrak  perumahan bagi sejumlah mess karyawan sub kontraktor di daerah masih tinggi.

Dengan masuknya sejumlah perusahaan yang mendapatkan proyek di kawasan Rantau Dedap yang dilakukan oleh PT SERD. Yang paling menonjol adalah kawasan Kota Agung dan sekitarnya yang menjadi pilihan utama untuk mess karyawan ini.

Pertimbangannya selain akses, lokasi yang bisa memenuhi tuntutan kebutuhan mereka yang akan menempati rumah tersebut. Diantaranya akses mobilitas menuju lokasi proyek, keamanan, serta komunikasi dengan kantor pusat mereka yang rata-rata berada di luar propinsi Sumatera Selatan.

Jenis kegiatan sub kontraktor ini pun beragam, untuk pertimbangan rumah yang akan dikontrak oleh perusahaan ini diantaranya memiliki kamar tidur minimal 3, ruang tamu, dapur serta kamar mandi didalam. Selain itu, rumah memiliki halaman untuk parkir kendaraan ukuran double cabin atau lebih.

Akses ke jalan utama tak luput jadi pertimbangan lain, untuk harga memang rata-rata rumah yang dikontrakan ini berada pada harga Rp 2,5 sampai 3,5 juta per bulan. Hal lain yang menjadi syarat adalah sumber air yang memadai, baik itu  berasal dari sumur bor, sumur biasa atau air ledeng.

Yang paling banyak menjadi incaran rumah kontarakan ini berada di dusun 3 dan dusun 4 Kota Agung, karena daerah ini memang menjadi pilihan menginggat syarat yang dicari telah terpenuhi.

Menariknya tak sedikit warga yang siap pindah kerumah yang lain bila harga yang ditawarkan sesuai dan masuk perhitungan. Seperti di dusun 4 Tanjung Laut rumah milik salah satu warga dikontrak oleh kontraktor PLTMH Endikat. Harga per tahun berada pada kisaran Rp 15 hingga 20 juta.

“Kita beruntung telah mendapatkan rumah sebagi mess saat kegiatan proyek disini, karena sebelumnya rumah ini juga telah dipakai oleh perusahaan kontraktor sebelumnya,” ujar Rudi salah pihak perusahaan ini.

Kemudian kata Rudi, banyak pertimbangan sebelum mereka memutuskan deal dengan pemilik rumah. Hanya untuk rumah ini sang pemilik telah sangat paham kebutuhan mereka, jadi saat nego semua dapat segera di sepakati.

Indikator lain dari banyaknya perusahaan menjadi rumah didaerh ini sebagai mess adalah pada sore hari, disepanjang jalan masuk daerah kantor Camat Kota Agung akan terlihat sejumlah kendaraan proyek akan terpakir jika karyawan ini telah pulang.

Sementara dipihak lain, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku tak keberatan dengan pola kontak yang dilakukan dengan pihak perusahaan.

“Karena rumah kita tersebut saat ini juga belum dipakai, jadi dari pada mubazir ya kita kontrakan saja dengan perusahaan, selain harga yang masuk, jangka waktu yang diajukan juga tak terlalu lama,” terangnya, Selasa (2/10).

Untuk saat ini pola kontrak rumah di daerah ini berada pada batasan 6 hingga 1 tahun. Karena pihak perusahaan berhitung dengan kondisi pekerjaan mereka dengan pihak PT SERD, bila nanti kontak perusahaan diperpanjang, otomatis rumah akan dijaukan perpanjangannya.

Kondisi juga berimbas pada kontrakan pola kamar yang juga tersedia didaerah ini, karena tak sedikit karyawan yang ada ingin memilih bertempat tinggal diluar dengan mencari hunian secara mandiri. (Indi)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
PULAU PINANG - GUMAY ULU - GUMAY TALANG - LAHAT SELATAN
KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT
TANJUNG SAKTI PUMU - TANJUNG SAKTI PUMI

LAHAT - Selasa, 16-Juli-2024 - 20:08

SMK Negeri 1 Lahat Laksanakan MPLS 

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater