Kades Ulak Pandan : “Hati-hati menyikapi sengketa Himbe Kemulau”

Selasa, 24-September-2019, 23:04


Ulak Pandan – Terkait aksi yang dilakukan sekelompok orang yang diduga di lokasi IUP PT. BAU yang mengatas namakan masyarakat Ulak Pandan yang bermalam dan terjadi pemortalan yang dilakukan sejak malam minggu (22/9/2019 ) lalu yang diberitakan media online pewarta menggali dan meminta komentar dari Pemerintah Desa Ulak Pandan, Selasa (24/9/2019)

Baca pemberitaan sebelumnya : https://lahatonline.com/194351-warga-ulak-pandan-bermalam-di-lokasi-iup-pt-bau-tuntutan-belum-terpenuhi.html

Untuk menggali lebih jauh wartawan mencoba menghubungi Susiawan Rama selaku Kades Ulak Pandan mempertanyakan apakah aksi ini betul tuntutan yang mewakili sebagian banyak masyarakat ulak Pandan terkait sengketa himbe kemilau, Kades yang dipanggil Wawan membenarkan kalau sekelompok orang yang sedang melakukan aksi tersebut ada sebagian warganya,

Aksi itu hanya oknum sekelompok orang saja, silakan mereka melakukan aksi kalau mereka benar-benar memperjuangkan tanah leluhur tetapi jangan sampai aksi itu pemecah belah sanak family dusun laman, karena, patut diduga dihawatirkan itu adalah aksi pesanan yang mempunyai tujuan untuk memecah belah saja, dengan memanfaatkan isu sengketa himbe kemilau. kalau mereka benar memperjuangan selama ini saat penyelamatan himbe kemilau dari awal mereka dimana, apakah mereka ikut dari awal, kenapa baru akhir-akhir ini saja seperti aktif sekali berjuang.

Selama kami berjibaku membangun desa ini mereka kemana, banyak upaya yang telah kami lakukan mulai dari kegiatan, perlombaan, inovasi dalam mengangkat dan membanggakan nama desa, dari desa tertinggal menjadi berkembang sekelompok orang ini kemana.

Saya berharap jangan sampai ada isu-isu sengketa lantas dimanfaatkan hanya untuk kepentingan sekelompok orang saja karena Ulak pandan ini memiliki 3.616 jiwa di wilayah 6 Kadus.

Kami pemerintah desa menegaskan agar masyarakat khususnya warga ulak pandan jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum – oknum yang hanya mencari kepentingan untuk sekelompok orang saja, patut kami duga sekelompok orang ini disposori oleh oknum-oknum yang ada kepentingan untuk memanfaatkan sengketa ini,

Dan beredar juga isu dimasyarakat diduga justru ini sudah pesanan perusahaan agar sekelompok orang ini melakukan aksi agar sengketa himbe ini cepat selesai seolah-olah itu keinginan masyarakat sehingga disepakati sesuai keinginan ketentuan perusahaan. Justru kesepakatan yang dibuat perusahaan itulah yang nanti akan merugikan masyarakat banyak. Karena biasanya saat masyarakat berjuang apalagi memblokir dan bermalam dengan mendirikan camp dilokasi yang mereka anggap dalam kawasan IUP perusahaan biasanya perusahaan akan sigap dan cepat sekali melaporkan ke pihak kepolisian bahwa itu adalah pelanggaran tetapi aksi ini katanya sudah tiga malam sepertinya dibiarkan dan diajak kumpul bersama

Justru perlu diketahui desa kami adalah desa yang menolak tegas dan mengecam keras PT. BAU melakukan Blasting dalam eksploitasi pertambangan apa lagi kalau merebut dan merampas tanah leluhur pasti akan kami perjuangkan. Selama ini kami sudah berjuang mengangkat nama Desa dan Kabupaten, tetapi kami selalu menjaga dan menghindari agar tidak ada konfik horizontal dan pertikal sebagai wujud cinta kami terhadap daerah (TIM)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
PULAU PINANG - GUMAY ULU - GUMAY TALANG - LAHAT SELATAN
KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT
TANJUNG SAKTI PUMU - TANJUNG SAKTI PUMI

LAHAT - Selasa, 16-Juli-2024 - 20:08

SMK Negeri 1 Lahat Laksanakan MPLS 

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater