Adat Pantauan Masih Melekat di Pasar Bawah

Sabtu, 28-September-2019, 18:27


LAHAT ONLINE, KOTA JAYA – Pantauan berasal dari kata dasar Pantau berakhiaran – an, pantau berarti memanggil pengantin atau istilah Lahat Bunting ( sepasang pengantin) selain pengantin di iringin gadis ngantat atau Pagar Ayu dan Bujang ngantat. Mengelilingi rumah kerumah untuk makan bersama.

Seperti terlihat di Kelurahan Kota Jaya Kecamatan Lahat, iringan rombongan pengantin bernama Ayu dan Sawal lagi pantauan setiap rumah di RT 04 RW 02. (28/9)

Mala (56th) salah seorang peserta pantauan pengantin mengaku, bahwa kegiatan pantauan ini merupakan tradisi turun temurun memanggil Pengantin atau Bunting” ini merupakan wujud syukur kami terhadap sanak saudara yang melangsungkan pernikahan, apalagi Sawal ini masih terhitung keluarga dekat” menurut Ibu Mala selain pengantin yang kami pantau juga manggil Sima. Sima adalah sebutan Rombongan Besan.

Kemajuan zaman boleh Milenial tapi tradisi dan adat istiadat harus dilestarikan, semoga adat Pantauan ini tetap menurun pada anak cucu kita nanti.

(Dias)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
PULAU PINANG - GUMAY ULU - GUMAY TALANG - LAHAT SELATAN
KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT
TANJUNG SAKTI PUMU - TANJUNG SAKTI PUMI

KIKIM TIMUR - Senin, 22-Juli-2024 - 21:50

DESA CEMPAKA SAKTI DIBANGUN JALAN COR BETON

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater