DIDUGA ENGGAN BERTANGGUNG JAWAB “MR-X” HILANGKAN JEJAK

#DPP FMPL kita coba bantu#

Minggu, 26-Agustus-2018, 23:48


LAHAT – Sungguh malang nasib yang menimpa Sabron(62) warga suka cinta kecamatan Merapi Barat kabupaten Lahat, betapa tidak kakek yang berprofesi sebagai penjaga malam gedung sekolah ini harus menerima kenyataan pahit sebab tulang pinggul(lumbalis) sebelah kanannya retak akibat kecelakaan lakalantas yang menimpanya pada tahun 2017 yang lalu.(26/8)

Diceritakan Sabron, bahwa kejadian yang menimpa dirinya itu terjadi pada Selasa 25 April 2017 sekira pukul 12:00 wib di jalan lintas Merapi Selatan ,tepatnya di Desa Padang(padang baru), sepeda motor merk honda Supra X 125 dengan nomor polisi BG 5249 EN yang dikendarainya ikut rengsek akibat lakalantas tersebut.

Niat Sabron dalam perjalanan menuju tempat kerja nampaknya terpaksa terhenti akibat hantaman monster jalanan itu,sebuah mobil Daihatsu Grandmax silver dengan nomor polisi F 1429 CO yang dikendarai oleh Perdinanta Keliat bin Rusia(alm) dari arah berlawanan diduga hilang kendali sehingga terjadilah kecelakaan naas itu.

Diceritakan Sabron ke kontributor www.lahatonline.com bahwa atas kejadian tersebut sebahagian dahi dan tulang pinggulnya retak ‘sehingga Ia tidak bisa berjalan seperti sedia kala.”Dide pacak bejalan,sakit terus,duduk saje serbe salah”cerita Sabron saat diwawancarai dipondoknya di desa Padang baru”, Minggu 26/8.

Saat disoal terkait pertanggungjawaban si Perdinanta Keliat, yang merupakan sopir mobil grand max tersebut pak Sabron menunjukkan mimik muka yang penuh tanda tanya ,sebab cerita pak Sabron si-pengemudi sejak kejadian lakalantas itu hingga saat ini Ia belum pernah melihat muka Perdinanta itu seperti apa.

Kendati demikian, pak Sabron tidak mempersoalkan”alhamdulilah saat kejadian saya langsung dibawa ke rumah sakit daerah (RSUD)Lahat,seingat saya yang bawa Rafi dan Andri ,mereka teman satu mobil dengan Perdinanta Keliat,nahh Perdinanta tidak kelihatan”tutur Sabron”.

Ditambahkan Sabron,bahwa Ia dirumah sakit hanya selama 3 hari dan semua biaya pengobatan ditanggung oleh Rafi teman Perdinanta Keliat,walau belum sembuh total namun pak Sabron sudah disuruh pulang kerumahnya dan pada tanggal 25 pas kejadian ternyata surat perjanjian Damai pun sudah dibuat oleh Perdinanta Keliat tanpa sepengetahuan pak Sabron.

Lebih lanjut Pak Sabron menceritakan setelah surat damai tersebut ditanda tangani oleh sepupunya Sawalman,maka semenjak itulah tidak ada komunikasi lagi ke pihak Perdinanta Keliat,Rafi dan Andri semua bak ditelan bumi seakan lari dari tanggung jawab padahal dirinya belum sembuh total bahkan informasi dari dokter kaki pak Sabron harus diamputasi”cerita Sabron menjelaskan”.

Saat disoal apa profesi Perdinanta Keliat dan kedua temannya itu, menurut pengakuan Sabron mereka merupakan karyawan yang bekerja di PT.BUMI MERAPI ENERGI (PT.BME),mereka bekerja di bagian pemboran batubara(drilling open hole) kala itu.

Menunggu dan pasrah terpaksa pak Sabron lakoni,sudah hampir dua(2)tahun kabar baik sang sopir pun tak kunjung datang, sedangkan pak Sabron sendiri senantiasa sabar dengan menahan rasa sakit dihatinya ditambah lagi rasa ngilu di pinggulnya yang membuat Ia berjalan tidak normal seperti manusia normal lainnya pendek kata pak Sabron cacat seumur hidup.

Lantaran tiada kabar,Pak Sabron mencoba minta bantuan lembaga swadaya masyarakat yakni Forum masyarakat peduli lingkungan (DPP FMPL)Kab.Lahat untuk menuntut ketidakadilan ini.

Miguansyah,S.Pd.I ketua DPP FMPL ,saat dihubungi via seluler membenarkan bahwa kejadian ini sangat membuat pribadinya tergerak untuk membantu pak Sabron,Ia tidak menduga masih ada di dunia ini manusia yang lari dari tanggung jawab.

Kita sudah mencoba menghubungi Perdinanta melalui temannya Rafi beberapa hari lalu, alhamdulilah kita sudah dapat petunjuk bahwa memang benar pengakuan Rafi Perdinanta Keliat merupakan karyawan PT.BME ,dan dengan tegas Rafi menjelaskan kejadian itu tanggung jawab mutlak PT.BME “jelas Rafi singkat,”.

Ditambahkan Miguansyah,saya sudah beberapa kali mene lepon Rafi,tapi hanya sebentar langsung diputus nya,ya seolah tidak mau bertanggung jawab mungkin Karena mereka tidak bekerja lagi di BME,atau bisa jadi mau menghilangkan jejak”dugaan aktivis lingkungan ini”.

Tak sampai disitu,kita juga sudah menghubungi pak Heru via sambungan telepon,menurut pak Heru ia tidak tahu menahu masalah lakalantas ini, kejadian tersebut sudah cukup lama bahkan menurut Heru Ia bekerja di BME baru mulai Oktober 2017 sedangkan kejadian April 2017,jadi saran saya silahkan bawa ke rana hukum saja biar jelas”tutur Heru, cerita Miguansyah”.

Kendati demikian, Miguansyah yang merupakan perpanjangan lidah pak Sabron berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat,apa lagi sudah jelas Perdinanta Keliat dulu merupakan karyawan PT.BME,saat kecelakaan sedang bekerja, saya rasa tidak salah kalau management BME yang sekarang mengambil kebijakan untuk segera dapat duduk bersama,saya rasa ini yang terbaik”tutur Miguansyah berharap”.

Lebih lanjut Miguansyah menjelaskan,kini pak Sabron cacat seumur Hidup, berjalan pincang,dengan tertatih tatih. Namun demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, pak Sabron tetap bekerja sebagai penjaga malam gedung sekolah SD disuka cinta dengan memakai Sepeda motor bekas tabrakan tersebut”ya kalau pakai motor bisa,itu pun terpaksa tapi kalau berjalan kaki tidak kuat”.

(Miguk–LO)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater