RIO TOMO TENTANG KOALISI PILPRES 2019

Rabu, 15-Agustus-2018, 14:08


LAHAT – Jadi ingat lagu Iwan Fals. Penyanyi yang selalu mengritik presiden dari zaman Sukarno hingga SBY.
‘Pak Tua sudahlah! Kami mampu
untuk bekerja. Oooya….’

Kalau mau mengambil simpati dari warga Nahdiyin seharusnya Jokowi mengikuti saran para pengamat yaitu untuk pendampingnya adalah Cak Imin. Karena Cak Imin sekarang adalah representatif kaum intlektual muda NU hari ini. Dan beliau sukses memimpin partainya selepas kepergian Gusdur. Tapi inilah kenyataan politik hari ini. Jokowi tidak bisa semaunya sendiri menentukan cawapres pilihannya. Suka atau tidak suka Jokowi bukanlah jiwa yang merdeka untuk urusan yang satu ini. Seolah-olah untuk gaya jalan pun dia harus diatur orang. Seperti kata dalang favorit saya Ki Enthus atau kata Bu Mega ‘Hanyalah petugas partai’.

Jokowi hari ini bagaikan cerita pewayangan, ‘Petruk dadi Ratu’. Bukan Trah Kurawa apalagi Pandawa. Tapi ujug-ujug iso dadi Rojo. Bukan ketua partai bukan pendiri partai tapi bisa jadi penguasa. Dalam kisahnya Petruk memang luar biasa. Semuanya bisa dia kalahkan. Bahkan ksatria hebat di jagad pewayangan Bima dan Arjuna bisa Petruk kalahkan.

Demikian pula presiden sekarang semua telah tunduk padanya. Kalau dulu mau lihat jeleknya SBY cukup nonton metrotivu saja. Bahkan bos media yang paling besar yang juga ingin nyapres juga tunduk dan menjadi timses dirinya di Pilpres. Bahkan yang lagi heboh hari ini sekelas Profesor Mahfud MD sekalipun bisa dia permalukan. Sudah koar-koar di media, “ini pangilan sejarah”, sudah ukur baju, tiba-tiba gagal jadi cawapres di menit-menit akhir.

Saya biasa ngaji dari Kiyai NU. Seandainya saya punya KTP NU rasanya pengen marah dan ingin ngomong, “kurang ajar. Ora sopan! Ono profesor soko NU di-PHP lan di kuyo-kuyo koyo ngono kui.”.

Nasi sudah menjadi bubur. Ludah yang sudah dimuntahkan pun harus dijilat lagi.

‘Kita ini memilih pemimpin negara bukan pemimpin agama. Jangam bawa-bawa ulama ke ranah politik’. Tapi akhirnya dia sendiri yang ambil ulama sebagai pendampingnya.

Akhirnya selamat berjuang kepada semua TIM SUKSES masing-masing capres. Mari kita laksanakan darma Politik kita masing-masing. Silakan yang mau tetap Jokowi atau ikut barisan kaos yang lagi ngetrend yang harganya juga mahal dan tidak gratis yaitu kaos #2019 Ganti Presiden.

Ingat! Politik itu adu gagasan. Adu program. Adu strategi dan adu ideologi. Bukan ngajak berkelahi.

15/08/2019
Riotomo
Ketua DPC PKS Kecamatan Lahat dan Ketua Bapilu DPD PKS Kabupaten Lahat.

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater