GAKKUMDU LAHAT TERINDIKASI “ADA MAIN” 32 LAPORAN DIPROSES HANYA SATU

Rabu, 11-Juli-2018, 13:24


LAHAT – Rombongan yang mengatasnamakan Anti Money Politik menyayangkan atas stetmen yang disampaikan oleh Pihak Kejaksaan Negeri Lahat yang tergabung dari Gakkumdu lahat yang di nilai ketetangan Palsu mengenai kasus Praktek money Politik yang terjadi di pilkada Kabupaten lahat. Rabu (11/7).

Berdasarkan pantauan awak media, stetmen itu disampaikan langsung oleh Lukber salah satu jaksa lahat yang tergabung di Gakkumdu lahat ketika dirinya dimintai keterangan oleh perwakilan masyarakat yang menanyakan proses lanjutan laporan sebanyak 32 laporan, namun hanya 1 yang diproses atas nama sahril yang merupakan tim sukses dari paslon Lahat No 3.

Lukber pun mengabarkan bahwa dari beberapa kasus yang di laporkan di Gakkumdu lahat ada 1 nama Suyono yang sudah mencabut laporan praktek Money Politik yang laporan sudah masuk di Gakkumdu dimana laporan sudah di ketahui oleh pihak lawyer (Kuasa Hukum dari Paslon no 4.

Namun pernyataan dari Jaksa lahat Lukber di sanggah dan di tolak oleh pihak Lawyer saat pihak Lowyer dihadirkan langsung oleh Pihak Masyarakyarakat yang langsung mengatakan bahwa keterangan dari jaksa yang tergabung di Gakkumdu tidak Benar/palsu

“Kami dari Lawyer menyanggah atas statmen dari pihak Gakkumdu yabg mengatakan bahwa kami sudah mengetahui bahwa terlapor Suyono sudah mencabut laporan dan laporannya sudah kami ketehui.

Jadi, apa yang disampaikan oleh pihak Gakkumdu itu tidak benar dan kami harap supaya pak Jaksa yang tergabung di Gakkumdu untuk mengusut tuntas masalah ini karna anda sudah memberikan keterangan palsu”. Ujarnya.

Tahrim selaku perwakilan mengatasnamakan masyarakat anti money politik menyayangkan bahwa penyampaian Lukber sebagai seorang jaksa lahat terbilang asal-asalan tanpa ada bukti yang diduga memberikan keterangan palsu dan itupun tidak di benarkan oleh kuasa hukum dari paslon no 4.

“kapan pak yang atas nama Suyono itu mencabut laporan dan kamu dengar dewek Lawyer dari paslon 4 tidak sama sekali menerima laporan itu, Nah bapakni padahal penegak hukum tapi bapak memberikan keterangan Palsu, bagaimana itu pak. Disini saya minta supaya ucapan bapak itu harus pertanggung jawabkan karna bapak memberikan keterangan Palsu”. Tegas Tahrim.

Sementara itu Saryono salah satu Ketua Ormas yang ada di kabupaten lahat menyayangkan atas tindakan pihak Gakkumdu yang di anggap Lambat memproses kasus praktek Money Politik yang jelas-jelas sudah mencedrai Birokrasi Pilkada di kabupaten lahat dimana menurutnya pelaku Pembagi Money politik sudah di laporkan namun sampai sekarang laporan tersebut di abaikan.

“Saya minta supaya Pihak jaksa, Polisi dan Panwas untuk adil tanpa adanya sesuatu dan meminta supaya tersangka Money politik di tangkap karna itu sudah di atur dalam UU yang pastinya itu kejahatan.

Terus terang kami masyarakat sudah membentuk Satgas, tapi kami menghargai pihak polres. Kami Benar-benar ingin hukum di tegakkan karna jangan-jangan pihak Gakkumdu lahat terindikasi bersekongkol dengan penjahat Demokrasi, pokoknya kami menunggu kerja kalian yang sebenarnya dan buktikan bahwa kalian bekerja dengan profesional tanpa ada dusta diantara kita, tolong usut tuntas kasus ini dan tangkap penjahat money politik”. Pungkasnya. (ALI).

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

KIKIM TIMUR - Rabu, 30-November-2022 - 21:24

POLSEK KIKIM TIMUR SOSIALISASI SABER PUNGLI

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT - Rabu, 30-November-2022 - 18:30

selengkapnya..

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

MULAK ULU - Rabu, 30-November-2022 - 11:29

CAMAT ELSYE TERIMA TIM DISPERIKAN LAHAT

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater