ISI

PULUHAN WARGA PENUHI BALAI DESA, TUNTUT ETIKAT DARI PERUSAHAAN ‘BP’

////Temui Jalan Buntu, Warga Ancam Demo

4-May-2018, 20:14


BANJAR SARI – Perselisihan antara masyarakat Desa Banjar Sari Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, dengan perusahaan tambang PT Banjarsari Pribumi (BP Red) yang tak kunjung selesau, terkait ganti rugi lahan yang sudah diratakan oleh perusahaan. Bertempat di Balai Desa Banjarsari, puluhan warga berkumpul untuk menuntut etikat baik dari perusahaan menyelesaikan hal tersebut. Jumat (4/5)

Dengan dihadiri langsung dari perwakilan PT BP, dalam pertemuan ini juga turut dihadiri Kapolsek Merapi, Danramil Merapi, Camat Merapi, serta Kades dan warga setempat, namun dalam agenda ini kedua belah pihak tidak juga menemui titik terang, bahkan suasana sempat memanas saat pihak PT BP enggan menyanggupi permintaan warga, terlebih yang membuat sebagian warga emosi saat pihak perusahaan mengungkit seluruh bantuan yang sudah diberikan.

” Lebih kurang ada sekitar 72 hektar lahan, yang dimiliki 20 warga yang sudah perusahaan caplok. Kita sempat lakukan negosiasi dengan menawarkan untuk lahan kosong Rp 200 rupiah permeter, sedangkan untuk lahan tanam tumbuh kita ikuti sesuai Pergub,” ujar Erwin selaku perwakilan warga menjelaskan.

Kekecewaan warga terhadap pihak perusahaan bukan tanpa alasan, dikarenakan pihak PT BP dinilai sudah semena-mena dengan meratakan lahan milik warga, tanpa ada kata sepakat antara kedua belah pihak. Menariknya dalam permasalahan ini, warga menilai ada permainan antara Kades, Camat dengan perusahaan yang sudah merugikan warga.

” Tentunya, jika Camat ataupun Kades sudah mengetahui bahwa permaslahan lahan tersebut belum selesai, kenapa sudah mereka tanda tangani. Tanah ini hak kami, dan akan kami perjuangkan terus,” tukas Yamut salah satu pemilik lahan.

Menjawab pernyataan yang dilontarkan, dan ditambah dengan warga berniat akan kembali melakukan demo yang lebih besar, dijelaskan Camat Merapi Timur Daniel Riswanto, silakan jika ingin berdemo karena itu hak warga. Bukan tidak ada klarifikasi antara pihaknya dengan Joko (makelar tanah.red), sebelum penandatanganan dilakukan sudah ditanyakan terkait permasalahan ini, dan dikatakan nya ini sudah selesai dan tidak ada lagi persoalan.

” Dari pihak perusahaan melalui Joko mengatakan, bahwa ini sudah tidak ada lagi masalah. jadi ya kita tanda tangani. Kami juga berharap, masyarakat janganlah jual mahal, jika ditemui pihak PT BP yang ingin bertemu,” elaknya.

Terpisah, Emil Zaman selaku CDGR Community Development and Goverment Relationship PT Banjar Sari Pribumi menambahkan, hanya pembebasan lahan di blok tengah yang belum terselesaikan, memang sebelumnya ada makelar yang juga itu adalah oknum di lapangan, dan tidak melakukan konfirmasi dengan pihak prusahaan.

” Segala sesuatu mekanisme semuanya sudah saya bicarakan sama Kades Ropei, bahwa siapapun pemilik lahan akan kita hubungi, dan untuk soal angka tidak bisa kita dibuka disini, dan itu semuanya tentunya masih perlu kita negosiasikan bersama,” tutur Emil.

Terpantau, dalam pertemuan ini sama sekali menemui jalan buntu dengan berakhir tanpa ada penyelesaian. Bahkan, Kades, Camat, dan pihak Perusahaan, enggang menandatangani notulen hasil pertemuan. Warga mengecam, dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo dilokasi tambang PT BP, dengan massa yang lebih besar dari ini.(CEPY – LAHAT)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

BURSAH PARHAN BAGI TAKJIL

  • BURSAH PARHAN BAGI TAKJIL

LAGU LAHAT

  • LAGU LAHAT