Sempat Terlupakan, Kini Tak Sulit Melihat Aksara Ka Ga Nga 

Rabu, 10-Juli-2024, 14:12


LAHAT – Kabupaten Lahat begitu banyak warisan budaya yang tersebar di berbagai kecamatan, dari warisan benda hingga tak benda. Salah satunya, adanya literasi di masa lalu yaitu Surat Ulu atau Aksara Ulu atau Aksara Ka ga nga yang ditulis pada bambu gelondongan, gelumpai, tanduk kerbau, kaghas (kulit kayu) dan kertas. Sayangnya, warisan nenek moyang tersebut saat ini sudah terlupakan oleh warga di Kabupaten Lahat. Pemkab Lahat sendiri saat ini tengah berusaha agar Aksara Ka Ga Nga sendiri tidak punah.

PJ Bupati Lahat, Muhammad Farid, SSTP MSi untuk melestarikan Aksara Ka Ga Nga saat ini dibawah plang nama jalan yang tersebar di Kabupaten Lahat sudah ada Aksara Ka Ga Nga begitu juga nametag pegawai se Kabupaten Lahat. Sosialisasi juga saat ini terus digencarkan. Dijelaskanya huruf yang disebut dengan Surat Ulu karena berasal dari daerah uluan wilayah Sumsel seperti Kabupaten Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang dan Muara Enim.

“Nantinya Surat Ulu ini juga akan menjadi pelajaran di sekolah SD dan SMP di Kabupaten Lahat sebagai mata pelajaran muatan lokal sehingga nantinya masyarakat Kabupaten Lahat akan mengenal, mencintai dan melestarikan keberadaan Surat Ulu, ” tambah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat Neil Aldrin, SE, MAP, seraya menambahkan Aksara Ulu atau Surat Ulu menjadi proyek perubahan dengan judul “Strategi Pelestarian Aksara Ulu Huruf Ka Ga Nga Melalui Pengenalan dan Penerapan pada Pembelajaran Muatan Lokal di Satuan Pendidikan Kabupaten Lahat.

Disisi lain, Pengamat dan penggira wisata budaya di Kabupaten Lahat Mario Andramartik, sebelumnya ia bersama timnya berhasil menggali informasi berharga dari tokoh adat dan tokoh masyarakat di Desa Negeri Agung, Kacamatan Merapi Barat, Lahat. Katanya hasil penelusuran mereka di Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat mengungkapkan keberadaan nisan kuno berukir dan prasasti tanduk kerbau yang memberikan warna tersendiri pada sejarah daerah ini.

“Di sebuah dataran tinggi di dekat danau Geramban, terdapat komplek pemakaman Puyang Tanjung. Di antara makam-makam lainnya, nisan kuno berukir menjadi pusat perhatian dengan motif sulur dedaunan dan bulatan yang unik,” terangnya.

Tidak hanya nisan kuno, tim juga menyambangi kediaman keluarga Suhaimi, di mana mereka menemukan tanduk kerbau dengan aksara ulu atau ka ga nga. Prasasti ulu tanduk kerbau ini memiliki ukuran yang mengesankan, mencapai panjang 48 cm, lebar ujung 1,3 cm, dan lebar pangkal 14,2 cm. Keberadaan artefak ini menjadi bukti konkret bahwa Marga Empat Suku Negeri Agung pernah memiliki peradaban tinggi

“Legacy yang diwariskan oleh nenek moyang, tentunya menjadikan motivasi dan inspirasi bagi penerus bangsa di dalam melestarikan budaya. Suatu kehormatan, jika aksara Kaganga yang telah ribuan tahun ini dimanfaatkan, untuk diperlihatkan dan dikenalkan kembali kepada masyarakat terutama anak-anak muda, “sampainya. (via)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

KIKIM TIMUR - Senin, 22-Juli-2024 - 21:50

DESA CEMPAKA SAKTI DIBANGUN JALAN COR BETON

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
PULAU PINANG - GUMAY ULU - GUMAY TALANG - LAHAT SELATAN
KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT
TANJUNG SAKTI PUMU - TANJUNG SAKTI PUMI

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater