SUSNO DUADJI : NASIB RUMAH ADAT

Selasa, 7-Maret-2017, 10:39


TANJUNG BATU, Senin 06 Maret 2017, siapa tak kenal Desa Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan , desa ini dikenal karena penduduknya banyak yang bekerja dan punya keakhlian sebagai tukang pembuat rumah adat yang berbahan baku kayu, dan juga sebagai pengrajin logam atau pandai besi yang sangat akhli membuat perkakas rumah tangga dan peralatan pertanian dari logam, juga berbagai kerajinan lain seperti kain tenun,

Dahulu banya sekali penduduk dari Ds. Tanjung Batu bekerja di berbagai daerah di Sumatera Selatan seperti Pagaralam, Lahat, Empat Lawang, bahkan sampai ke luar Propinsi Sumatera Selatan yang bekerja sebagai tukang pembuat Rumah Adat berbahan baku kayu, yang sering disebut Rumah Limas, entah mengapa sampai dinamakan Rumah Limas, dan juga sebagai pandai besi yang membuat berbagai perkakas dari logam,

Keakhlian sebagai Tukang/ Pembuat Rumah Limas dari kayu ini biasanya diwarisi turun temurun, jarang sekali didapatkan melalui sekolah formal, keakhlian didapatkan dari melihat , dan ikut membantu orang tua bekerja sebagai tukang, jadi melalui praktek langsung yang diajarkan oleh orang tua,

Dahulu kala, sampai dengan era tahun 1970-an mayoritas rumah adat masyarakat Sumatera Selatan adalah Rumah berbahan baku kayu, dan biasanya terbuat dari kayu kwalitas kelad satu, istimewa, kayu yang tahan air dan tahan sinar matahari walau sampai ratusan tahun , tidak dimakan rayap, dan saat itu mencari bahan baku kayu tidaklah terlalu sulit, karena Bhumi Sriwijaya ditumbuhi oleh hutan lebat dengan pohon kayu yang besar ,

Namun seiring perkembangan zaman, maraknya industri dalam negeri dan industri luar negeri yang berbahan baku kayu, maka banyak sekali muncul perusaah pemegang konsesi HPH (Hak Pengusaan Hutan), dan masuk nya para raja kebun sawit maka hutan dibabat , hutan nyaris punah berubah wajah menjadi kebun sawit atau perkebunan lain,

Kondisi demikian menyebabkan masyarakat sulit mencari kayu sebagai bahan baku rumah tangga, dan juga menyulitkan masyarakat terutama rakyat kecil untuk memperluas lahan kebun , lahan sawah dan kahan ternak karena tak ada lagi lahan yang tak bertuan,

Kesulitan mendapatkan kayu sebagai bahan untuk membuat runah adat menyebabkan banyak pengrajin rumah adat kayu yang nganggur atau beralih profesi , dan juga kesulitan bagi Propinsi Sumatera Selatan untuk mempertahankan sebagai Propinsi Rumah Kayu,

Walaupun dalam keadaan keaulitan mencari bahan kayu sebagai bahan baku , saya kagum dengan dua orang anak muda Desa Tanjung Batu yg tetap melestarikan keakhlian membuat rumah adat dari kayu, dan hasil karyabya bukan saja hanya terjual di Sumatera selatan tapi laku keras dibeli oleh peninat dari luar Sumsel, bahkan ada orang asing dari Eropah memesan untuk dibuatkan rumah adat dari kayu dan minta untuk didirikan di Pukau Dewata, Bali,

Kalau kita perhatikan perkakas yang digunakan okeh kedua pengrajin muda ini sangatlah sederhana, masih digolongkan perkakas generaai orang tuanya di tahub 1970-an, kecuali seperangkat pembersih permukaan kayu yang sudah menggunakan mesin listrik,

Kiranya perlu pemerintah untuk melestarikan hutan yang ditabami dengan tumbuhan kayu tertentu sebagai bahan baku untuk membuat rumah adat, dan juga sudah saatnya untuk stop ijin perkebunan swasta karena saat ini rakyat sudah kesulitan untuk mendapatkan lahan baru untuk sawah, kebun, dan ternak,

Alangkah indah nya kalau masing-masing Pemerintah Daerah Kabupatan/Kota di Propinsi Sunatera Selatan membuat musium yang bangunannya adalah rumah adat dari kayu dengan arsitek daerah setempat, tentunya hal ini akan menjadi objek wisata yang sannenarik bagi masing-masing Kabupaten dan Kota,

Semoga rumah adat dari kayu Propinsi Sumsel tetap lestari dan keakhilian membuat tetap diwarisi dan dileatarikan okeh generasi muda, Semoga,Susno Duadji.(DIAS)

bz-sbz-meli
(iklan ini berbayar)

mutiara tunggal(iklan ini berbayar)

IKLAN SUMSEL 1 2 (iklan ini berbayar)

parhan-terdepan (iklan ini berbayar)

KPUD LAHAT (iklan ini berbayar)

herliansyah (iklan ini berbayar)

SUSNO-IKLAN-GIF (iklan ini berbayar)

RANTAU GIF (iklan partisipasi)

433w"jajak-bz-copy" (iklan ini berbayar)

 raja baja lahat galery 1 copy  (iklan ini berbayar)
 

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

KIKIM TIMUR - Jumat, 13-Desember-2019 - 18:45

SMA NEGERI 1 KIKIM TIMUR ADAKAN CLASS METTING

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT - Kamis, 12-Desember-2019 - 23:58

Warga Kota Agung Di Terkam Harimau

selengkapnya..

KIKIM TIMUR - Kamis, 12-Desember-2019 - 15:16

ULAR PHYTON RESAHKAN WARGA CEMPAKA SAKTI

selengkapnya..

KIKIM TIMUR - Kamis, 12-Desember-2019 - 09:47

SD MUTIARA PT. LONSUM GELAR UJIAN.

selengkapnya..

Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Investigasi

Berita Sebelumnya

PanCe

Siape & Tuape

Jajak Pendapat

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater