INI KATA SUSNO DUADJI, SAAT MUSIM DURIAN TIBA

Senin, 21-November-2016, 11:54


MUARAENIM – Kabupaten Muaraenim salah satu Kabupaten penghasil buah-buahan ternama dan kwalitas nomor wahid si Peopinsi Sumatera Selatan ; Durian Tembaga yang berwarna kuning dan rasanya yang aduhai, duku Ujanmas, cepedak, manggis, jambu air dan masih banyak lagi berbagai buah-buahan khultikultura dihasilkan dari Kabupaten Muaraenim, Senin (21/11)

Mestinya kita gak butuh import buah, tinggal bagaimana kita meningkatkan kwalitas, dan kwantitas buah kita.
Kita punya banyak akhli, kita punya banyak lahan yang subur, kita juga merupakan pasar buah-buahan yang sangat potensial, dan tak menutup kemungkinan negara kita Indonesia menjadi negara eksportir buah , bukan sebagai negara pengimport yang justeru mengeruk dan menghabiskan devisa kita.

Saat ini di Muaraenim, Lahat, Empat Lawang baru masuk awal musim durian, yang mungkin pertengahan bulan desember sampai januari adalah puncak nya musim durian, dan harga durian pada tingkat petani akan anjelok tajam karena petani berada pada posisi tawar yang tendah.

Di sinilah, pada saat musim penin durian tiba diperlukan uluran tangan pemerintah untuk menyelamatkan panin durian rakyat, agar harganya tidak terlalu anjelok, mestinya kejadian yang merupakan siklus rutine ini tidak terulang setiap tahun.

Bagaimana caranya ?
Dari buah durian selain dapat dinikmati langsung buahnya, juga dapat dijadikan bahan dasar pembuatan kue, seperti lempok, dodol, campuran kue, campuran minuman, dll.

Persoalan nya sekarang adalah bagaimana buah durian dijadikan sebagai komuditas agro industri, kemudian hasil olahan dipacking yang baik, dan diberi label yg bagus , dan didukung sarana promosi yang handal dan tembus berbagai penjuru dunia, mekanisme pasar domestik dan internasional yg bagus , tentunya semua ini harus diback up dan bila perlu pemerintah mengambil posisi di depan.

Pagi hari ini dalam perjalanan saya dari Palembang ke Kampung saya di Sempo Selatan , Pagaralam mampir di penjual durian pinggir jalan di Ds Ujanmas, saya dan rombongan beli dan makan durian tembaga pilihan, raja nya durian , habis 10 durian, hanya habis rp 175.000. Rupiah , berarti harga satu durian hanya awkitar rp 17,500 itupun tanpa ditawar, pada level penjual eceran, lantas pada tingkat petani jauh lebih murah dari itu, mungkin pada kisaran rp 10.000/ buah.

Bandingkan dengan harga Durian Musang King Malaysia yang hara nya pada kisaran rp 500.000 per buah !
Apakah kita tidak terketuk hati untuk mencontoh , belajar, meniru, bila perlu berguru ke Malaysia, jangan malu untuk belajar, jangan malu melakukan sesuatu perbuatan baik untuk mensejahterakan rakyat .
Bukan kah dahuku di era orde baru Malaysia banyak mendatangkan guri dari negeri kita untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan ?

Pertanian apabila diperhatikan maka akan sangat menjanjikan,
Pertanian apabila dianak tirikan. Aka akan sangat menyedihkan.

Mari selamatkan pertanian kita.

Susno duadji
————-
~ Ketua Umum TP Sriwijaya
~ Ketua Konite Pemantau Pengawas Pertanian Indonesia
~ Datuk Patani
~ Penasehat Syarikat Dagang-SI

bz sm(iklan ini berbayar)

ksg59 (iklan ini berbayar)

mutiara tunggal(iklan ini berbayar)

SUSNO-IKLAN-GIF (iklan ini berbayar)

RANTAU GIF (iklan partisipasi)

babel-lengkap-lis-copy (iklan ini berbayar)

jajak-bz-copy (iklan ini berbayar)

bank-sampah

screenshot_20161112-071425
UNDUH APLIKASI “POLISI LAHAT” DI PLAYSTORE ATAU APP STORE

  

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

MULAK SEBINGKAI - Jumat, 13-Desember-2019 - 21:44

CAMAT MULAK SEBINGKAI KUKUHKAN DUTA CEGAH STUNTING

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

KIKIM TIMUR - Jumat, 13-Desember-2019 - 18:45

SMA NEGERI 1 KIKIM TIMUR ADAKAN CLASS METTING

selengkapnya..

LAHAT - Kamis, 12-Desember-2019 - 23:58

Warga Kota Agung Di Terkam Harimau

selengkapnya..

KIKIM TIMUR - Kamis, 12-Desember-2019 - 15:16

ULAR PHYTON RESAHKAN WARGA CEMPAKA SAKTI

selengkapnya..

Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Investigasi

Berita Sebelumnya

PanCe

Siape & Tuape

Jajak Pendapat

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater