TUNTUTAN BELUM SIAP, SIDANG PALANG PINTU PTM DI TUNDA

Selasa, 18-Januari-2022, 21:30


LAHAT – Sidang ke-7 kasus pengrusakan palang pintu PTM Lahat yang melibatkan aktivis Dodo Arman bersama 2 warga Rizko Julian dan M. Dahlan dengan agenda Tuntutan dari Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Lahat ditunda. Selasa (18/01/2022).

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Lahat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lahat M. Abby Habibbullah, S.H mengatakan bahwa mereka belum menyiapkan tuntutan.

“Pimpinan sedang tidak berada di tempat,” ujar Abby saat ditanya oleh Hakim Ketua terkait alasan belum menyampaikan tuntutan.

Dengan pernyataan dari JPU tersebut, majelis hakim menunda persidangan ke hari Kamis tanggal 20 Januari 2022. Hanya saja, majelis hakim mengingatkan pihak jaksa untuk tetap memgingat masa tahanan.

“Dipertimbangkan juga perkara ini, terkait masa penahanan untuk terdakwa ini, ada masa penahanannya!” tegas Majelis Hakim.

Menyikapi penundaan ini, Kuasa Hukum Dodo Arman, Herawan, S.H dan Pasten Hard, S.H berharap pada hari Kamis nanti tidak ada penundaan lagi. Selain itu ia menyampaikan bahwa kliennya merasa keberatan atas dakwaan melakukan kerusakan fasitas palang pintu milik PTM Serelo Lahat secara sengaja.

“Rusaknya palang pintu PTM bukan karena unsur kekerasan atau kesengajaan, saat kejadian tersebut niat aktivis muda dan kawan-kawannya itu ingin membantu tukang becak yang sedang melintas, tapi sangat disayangkan niat beliau disalah artikan oleh pihak PTM melakukan anarkis padahal dia ingin membantu orang tersebut,” ungkap Herawan.

Kuasa Hukum itu juga menyampaikan bahwa pihaknya keberatan dengan pasal yang ditujukan kepada Dodo Arman dan kawan-kawannya itu.

“Jangan di paksakan pasal 170 ayat 1, karena klien kami hanya membantu tukang becak yang sedang melintas, masih banyak pasal- pasal lain yang tidak terlalu berat. Barang siapa yang sengaja melakukan pengrusakan secara bersama- samaa. Itu kan dengan sengaja lho, kenyataannya seperti yang kita lihat sama-sama dalam video ini kan tidak disengaja,” kata Pasten Hard, S.H.

Herawan dan Pasten Hard juga mengatakan hasil persidangannya nanti akan menjadi pertimbangan Majelis Hakim.

“Dari keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti akan dikaji kebenarannya palsu atau tidak. Kami akan berupaya melakukan pembelaan terhadap Dodo Arman dan kawan-kawan minimal tidak dikenakan pasal 170 ayat 1. Kami juga akan menyiapkan persiapan yang matang untuk mengikuti persidangan selanjutnya,” tegas mereka.

(AAN)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

TANJUNG SAKTI PUMI - Senin, 16-Mei-2022 - 18:09

Pensiunan Guru Bacok Warga Ulak Lebar

selengkapnya..

LAHAT - Sabtu, 14-Mei-2022 - 23:28

TAUFIK : “LAHAT ZONA HIJAU”

selengkapnya..

KOTA AGUNG - Jumat, 13-Mei-2022 - 13:52

BPD SINGAPORE DILANTIK CAMAT KOTA AGUNG

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater