Puluhan Sapi Mati Serentak, Dinas TPH Pastikan Ini Jenis Penyakit Jembrana

Senin, 17-Mei-2021, 23:48


PURNAMASARI — Belum diketahui secara pasti penyebab atas matinya puluhan sapi milik warga Desa Purnama Sari Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat, mulai dari sejak awal bulan Ramadhan hingga sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 H lalu.

Akibat dari peristiwa serentak matinya puluhan sapi milik itu, membuat warga Desa Purnama Sari Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, salah satu warga Desa Purnamasari, Rohim yang merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa sapi-sapi yang mati mendadak ini terjadi sejak masuknya sapi dari luar Kabupaten Lahat yang dijual kepada masyarakat desa ini.

“Ada sekitar 60 ekor sejak bulan Ramadhan sampai dengan mendekati Hari Raya Idul Fitri 1442 H sudah mati. Terutama, sapi sapi milik warga diblok Semarang dan DKI Desa Purnama Sari ini,” ucapnya pada Senin (17/05/2021) kemarin.

Awalnya diceritakan Rohim, sapi sapi sulit untuk makan, gemetar, geleng geleng kepala, lantas, keluar darah beku dari lubang hidung, mata serta mulut. Tidak lama kemudian, roboh dan langsung mati.

Dari kejadian yang membuat rugi warga itu, membuat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh.Astin Putra ketika dibincangi wartawan membenarkan adanya kejadian.

“Benar, tim kesehatan hewan dari dinas TPH Pemkab Lahat sudah turun kelapangan untuk menanganinya. Puluhan sapi mati Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah turun langsung untuk berusaha mengobatinya, hanya saja waktu yang bersamaan dengan bulan Puasa semuanya belum tertangani,” paparnya lugas.

Astin menerangkan, bahwa jenis penyakit hewan yang saat ini, tengah mewabah dipastikan jenis penyakit Jembrana dan dalam waktu dekat akan melanjutkan penanganan kasus tersebut.

“Insyaallah, kalau tidak ada ara melintang pada Selasa besok kita akan mendatangi lokasi yang sapinya banyak mati. Sekaligus memastikan jenis penyakit sapi yang menyerang harta penduduk ini, semoga bukan penyakit Anstrax sebab kalau jenis penyakit ini menular pada manusia tetapi diduga penyakit hewan yang dinamakan Jembrana,” imbuhnya lugas. (Din)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

TANJUNG SAKTI PUMI - Senin, 16-Mei-2022 - 18:09

Pensiunan Guru Bacok Warga Ulak Lebar

selengkapnya..

LAHAT - Sabtu, 14-Mei-2022 - 23:28

TAUFIK : “LAHAT ZONA HIJAU”

selengkapnya..

KOTA AGUNG - Jumat, 13-Mei-2022 - 13:52

BPD SINGAPORE DILANTIK CAMAT KOTA AGUNG

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater