Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Download Aplikasi

VIDEO

Aktivitas PT GGB Diduga Penyebab Emak-Emak Portal Jalinsum

//// Kendaraan Batubara Distop Akses Sempat Macet

Sabtu, 19-September-2020, 23:59


LAHAT – Aktivitas penambangan batubara yang diduga dilakukan PT GGB (Golden great Borneo) yang berada disekitar desa Prabumenang kecamatan Merapi Timur diduga menjadi pemicu kaum Emak-emak melakukan aksi unjuk rasa. Aktivitas penanmbangan dimusim kemarau tanpa memikirkan polusi udara membuat amarah kaum ibu semakin memuncak buntutnya Sabtu (19/9) malam tanpa dikoordinir ratusan ibu ibu menyetop kendaraan Batubara.

Pantauan wartawan dilapangan, akibat dari aksi para Ibu-ibu ini menyebabkan, arus lalu lintas sempat macet sepanjang beberapa kilo, dari aksi protes IRT Desa Prabumenang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat beberapa jam sampai akhirnya anggota Polsek, Koramil 0405 Lahat kecamatan Merapi barat dan bupati Cik Ujang datang menenangkan masa yang emosi.

Sakdiah (45) salah satu warga desa Prabumenang mengatakan, saat ini aktivitas penambangan peruhsaan sudah semakin merajalela padahal musim kemarau sehingga debu yang dihasilkan sangat mengganggu kesehatan masyarakat. Belum lagi pihak perusahaan yang inkar janji dan terkesan mengulur konpensasi sebagai dampak dari aktivitas perusahaan.

“Kami ini manusia dan tiap hari makan debu, rumah kami jadi kotor dan kesehatan kami terganggu eh pihak perusahaan cuek-cuek saja, di desa Prabumenang ada PT GGB dan subkon nya yang beraktivitas,”uajrnya.

Senada Santi (37) warga Desa Prabumenang dirinya menyampaikan rasa kekecewaan mereka, karena sudah beberapakali menyampaikan tuntutan namun tidak pernah ditanggapi termasuk penyiraman jalan dan debu. Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari perusahaan maka kami akan melakukan spontanitas serupa karena saat ini kondisi polusi sudah sangat memprihatinkan.

“Kalau disiram debu jalan ini dapat berkurang. Tapi, apa buktinya telah beberapa kali kami sampaikan keluhan kami, namun, terkesan tidak diindahkan oleh pak Bupati Lahat yang mengaku jeme mehapi,” teriak Santi.

Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan, terkait permasalahan yang ada maka dalam waktu dekat akan memanggil Kades, BPD dan perwakilan ibu ibu serta pihak perusahaan guna menyelesaikan permasalahan yang ada agar tidak berlarut-larut.

“Sekarang saya mintak masaa dapat membubarkan diri. Karena akibat dari aksi ini berdampak dan menggangu jalan umum,” teriak Bupati Lahat.

Sementara itu, humas PT GGB Sam ketika dikonfirmasi, dari kejadian sampai Minggu sore tidak menjawab, bahkan ketika di WA hanphond nya tidak aktif.(Yung Ok)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT - Minggu, 01-November-2020 - 08:34

HARI INI, SEMINAR ‘INSPIRASI UMROH KU”

selengkapnya..

KOTA AGUNG - Sabtu, 31-Oktober-2020 - 22:11

Akses Jalan Selepah Licin dan Berlubang

selengkapnya..

TANJUNG SAKTI PUMI - Sabtu, 31-Oktober-2020 - 16:56

Harnojoyo Gratiskan Biaya Masuk Agrowisata Tanjung Sakti

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG

LAHAT - Jumat, 30-Oktober-2020 - 18:50

SMP Negeri 7 Desa Ulak Mas Terbakar

selengkapnya..

GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

LAHAT - Kamis, 29-Oktober-2020 - 14:55

HMI LAHAT BAKSOS KE PANTI ASUHAN HIKMAH

selengkapnya..

Investigasi

Berita Sebelumnya

PanCe

Siape & Tuape

Jajak Pendapat

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater