Dikenal Baik, Tak Sangka Susul Keluarga Meninggal

diterkam harimau

Jumat, 6-Desember-2019, 14:53


KARANG DALAM – Duka mendalam semakin dirasakan keluarga Yanto (35) warga desa Karang Dalam kecamatan Pulau pinang yang tewas diterkam harimau Kamis (5/12) kemarin. Betapa tidak, korban yang dikenal warga sangat baik dan rajin ternyata pergi untuk selama-lamanya dan yang paling menyedih kan adalah kepergian kepergian korban diperkira kan hanya berselang satu hari dari kematian mertua nya.

Kades Karang Dalam Iwan Igalasi,Spd mengatakan, korban Yanto benar adalah warga desanya dimana pada hari Senin (2/12) dirinya pamit hendak mengambik Dua karung Kopi dikebun miliknya diTebat Binawa kecamatan Dempo Selatan kota Pagaralam. Namun, karena pada hari Rabu (4/12) mertuanya meninggal dan korban dihubungi tidak mengangkat akhirnya keluarga sepakat untuk menjemput korban dikebun.

“Mertua Yanto meninggal dihubungi hanphone tidak diangkat dan hari Kamis (5/12) keluarga menemui korban sudah tewas dilokasi kejadian dan kondisi yang sangat memprihatin kan,” ujarnya.

Menurut Iwan, selama hidup nya korban dikenal sangat baik dan rajin bahkan Yanto juga aktif dalam kegiatan sosial dimasyarakat. Namun, ternyata Allah berkehendak lain dan ia pergi begitu cepat. “Memang Yanto sering keTebat Binawa minimal Satu atau Dua minggu sekali untuk melihat kebun, mudah-mudahan keluarha yang ditinggal kan mendapat ketabahan atas musibah yang menimpa,” imbuhnya.

Sementara itu, informasi dari keterangan Khoiri (40) warga desa setempat, sebelum korban ditemukan tewas. Hari Senin tanggal 2 Desember 2019 korban berpamitan dengan istri dan anaknya pergi ke kebun untuk mengambil hasil petikan kopi yang masih tersimpan didalam pondok. Namun sejak kepergiannya itu, korban pun tak kunjung pulang ke rumah hingga akhirnya keluarga korban menyusul ke kebun.

“Setibanya di kebun, ternyata korban sudah tergeletak di samping pondok dalam kondisi mengenaskan. Namun sebelum hendak mendekat, keluarga korban ini pun melihat seekor Harimau tak jauh dari pondok,” ungkapnya.

Lantaran tak mau ambil resiko, keluarga korban pun langsung lari dari pondok dan memberitahukan kejadian itu kepada keluarga korban dan warga desa.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, akhirnya mayat korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 14.00 WIB, oleh gabungan TNI-Polri serta pemerintah dan masyarakat setempat.(par)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

KIKIM TIMUR - Selasa, 28-Januari-2020 - 20:23

Hujan, Jalan SP 1 Palembaja Kian Sulit

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT SELATAN - Selasa, 28-Januari-2020 - 19:37

Nopran Pastikan SD/SMP di dapil III Terima Mobiler

selengkapnya..

PAGAR GUNUNG - Senin, 27-Januari-2020 - 23:19

Banjir Rendam Kebun Warga Bandung Agung

selengkapnya..

MERAPI TIMUR - Senin, 27-Januari-2020 - 07:10

HUJAN DERAS, LINTAS BANJARSARI LONGSOR

selengkapnya..

LAHAT SELATAN - Minggu, 26-Januari-2020 - 22:50

Nopran Pastikan Hasil Musrenbang Adil dan Merata

selengkapnya..

Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Investigasi

Berita Sebelumnya

PanCe

Siape & Tuape

Jajak Pendapat

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater