Bujang Gadis, Top Model, Atau Pagar Ayu?

Catatan Agus Dotar Sojat

Kamis, 8-Agustus-2019, 10:12


Lahat – Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak keberagaman suku, kebudayan, dan pariwisata. Maka dari itu perlu diketahui bahwasanya suatu daerah dapat terkenal oleh karena nilai-nilai kearifan lokal dari ciri kebudayaan dan pariwisata suatu daerah tersebut.

Namun, hal itu dapat terjadi apabila masyarakat yang tinggal di daerah tersebut menjaga kelestariannya dengan baik dan memperkenalkan dengan bangga kepada masyarakat lokal maupun non lokal.

Dinas Pariwisata khususnya, sangatlah berperan penting dalam mewujudkan hal-hal tersebut. Mungkin, salah satunya dengan menyelenggarakan pemilihan atau seleksi terhadap putra dan putri daerah untuk dijadikan sebagai duta pariwisata. Dimana setiap putra dan putri yang terpilih diharapkan dapat mengembangkan potensi dengan cara meningkatkan kualitasnya yang mencakup berbagai macam aspek. Di antaranya pengetahuan umum, pengetahuan sejarah dan kebudayaan, pariwisata, etika prilaku dan busana, penguasaan bahasa, psikologi dan pengembangan diri.

Kabupaten Lahat atau yang dikenal dengan kota sejuta megalith pada beberapa waktu lalu menggelar perhelatan pemilihan putra dan putri atau bujang dan gadis daerahnya dengan timeline tahap pendaftaran, wawancara, tahap seleksi, hingga ke malam grand final.

Bujang Gadis Lahat atau yang biasa kita kenal dengan istilah BGL (baca: Bege’el) adalah salah satu judul besar dari ajang pencarian Duta Pariwisata yang diikuti oleh putra-putri daerah “berbakat” dalam dunia kepariwisataan dan kebudayaan lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat. Ajang yang menjadi agenda tahunan dinas pariwisata ini, menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu dan diminati oleh anak-anak muda. Tentunya mereka yang masih berstatus Bujang dan Gadis.

Dalam kesempatan ini, mari kita coba sedikit mencermati dan mengamati segala hiruk-pikuk kegiatan yang terkesan wajib setiap tahunnya diselenggarakan ini. Mulai dari anggaran, hingga penanaman karakter kedaerahan yang kental terhadap setiap peserta.

Di Kabupaten Lahat Sendiri, entah sudah kali keberapa ajang BGL ini diselenggarakan. Namun, semenjak 5 tahun terakhir mungkin lebih, sama sekali tidak ada perubahan konsep yang memang mengajak masyarakat atau pesertanya untuk lebih mengenal budaya dan pariwisata daerahnya sendiri. Kegiatan ini justru terkesan seperti kegiatan yang “jangan tidak ada sama sekali kegiatan” atau bisa jadi: “kegiatan ini harus diselenggarakan supaya anggaran cair”. Yups, kegiatan ini mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.

Hanya saja, sayang sekali dengan anggaran yang besar, ekspektasi masyarakat tentang kelanjutan perhelatan ini tidak sebanding dengan tujuan akhirnya. Karena, jika hanya berkutat pada skill lenggak-lenggok di atas panggung yang kemudian diajukan pertanyaan umum jadinya kegiatan ini kesannya lebih ke arah ajang pamer kecantikan dan ketampanan untuk pesertanya.

Sanggahan yang kerap kita dengar dari pihak penyelenggara tatkala opini ini dilayangkan atau dibaca, bahwa para BGL akan terus diasah untuk ikut kompetisi di Provinsi bahkan Nasional. Lantas feedback untuk Kabupaten Lahat sudah sampai mana? Sudah berapa banyak wisatawan yang menikmati ratusan wisata di Kabupaten Lahat? Atau sudah seberapa jauh para putra-putri terbaik itu mengenal Kabupaten Lahat? Gagasan seperti apa yang digelontorkan para finalis untuk mengembangkan pariwisata? Kalaupun ide itu sudah dilayangkan oleh para finalis, sudah seberapa jauh pihak penyelenggara menyikapinya.

Sebab, sayang, jika kegiatan para BGL ke depan hanya sebatas diajak jalan-jalan kemudian hanya menyambut tamu di acara pemerintahan.

(Bersambung)

Lahat, Kamis 08/08/2019.

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
PULAU PINANG - GUMAY ULU - GUMAY TALANG - LAHAT SELATAN
KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT
TANJUNG SAKTI PUMU - TANJUNG SAKTI PUMI

KIKIM TIMUR - Senin, 22-Juli-2024 - 21:50

DESA CEMPAKA SAKTI DIBANGUN JALAN COR BETON

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater