HARGA KOPI TAK STABIL PETANI KOPI TANJUNG KURUNG RESAH

Rabu, 10-Juli-2019, 19:17


TANJUNG KURUNG-Harga jual biji kopi kering di tingkat petani di Kecamatan Kikim Selatan,  dalam beberapa hari belakangan mengalami penurunan.

Menurut Husni (35), petani kopi yang ada di Desa Tanjung kurung, Kecamatan Kikim Selatan, harga biji kopi kering jenis asalan di tingkat petani di wilayah itu berkisar Rp 15.000per kilogram. Harga ini mengalami penurunan dari sebelumnya Rp17000per kilogram.

“Untuk yang campuran sekarang dibeli pedagang pengumpul Rp15000 per kilogram, harganya turun dari sebelumnya Rp17000 per kilogram. Kalau yang panen masak sebelumnya Rp20000 saat ini menjadi Rp17000sampai Rp18000 per kilogram,”  kata Husni.

Ia belum belum mengetahui penyebab turunnya harga jual biji kopi kering tersebut, namun kejadian ini hampir terjadi setiap tahunnya  karena banyak petani yang akan menjual kopi mereka.

“Kami berharap harga biji kopi ini bisa naik lagi, karena saat ini sudah mendekati di mana semua barang pada naik, cuma minyak goreng saja yang tidak naik. Kalau dapat duit lebih kami juga mau belanja pakaian anak,” urainya.

Selain terjadi penurunan harga jual, kata Husni, produksi buah kopi mereka di kebun juga berkurang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini diperkirakan akibat tingginya curah hujan di sehingga berpengaruh terhadap hasil tanaman mereka.

Sementara Itu Kepala desa Tanjung kurung kasmin winarno mengatakan kopi merupakan salah satu mata pencarian masyarakat desa selain sebagai petani padi, untuk itu apabila harga kopi menurut kebutuhan masyarakatpun tak akan meningkat.

” Masyarakat berharap kestabilan harga kopi,  apa lagi kopi yang di hasilkan setahun tidak meningkat Dari tahun ke tahun” Ungkapnya(ar3lo)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Investigasi

Berita Sebelumnya

PanCe

Siape & Tuape

Jajak Pendapat

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater