Terkait Video Perkelahian Siswi, Ini Tanggapan Psikolog Klinik

Rabu, 19-Juni-2019, 21:50


Lahat – Keresahan masyarakat terkait perkelahian siswi SMP 3 Lahat yang videonya beredar luas di Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu, mengundang keingin tahuan lahat online untuk menggali lebih jauh tentang psikis anak seusia itu.

Awak media coba mendatangi seorang Psikolog Klinik Asih Winanti ,S.Psi.,M.si.,Psi yang beralamat di kawasan Talang Kapuk. Kedatangan awak media disambut hangat oleh beliau di ruang kerjanya.

Menurut Asih Winanti, di masa SMP memang merupakan masa pubertas atau masa krisis. Baik dalam mencari jati diri, sangat mudah terpengaruh, emosinya juga sangat luar biasa meledak-ledak.

“Nah, disentuh atau tersentuh sedikit saja, mereka sulit untuk mengontrol diri. Makanya mereka ingin menunjukkan jati diri; ‘bahwa saya enggak suka–merasa terusik’. Makanya mereka melakukan perlawanan fisik atau menunjukkan sebuah agresifitas,” ucap Asih Winanti di awal perbincangan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa sikap agresif yang timbul, baik verba atau kata-kata adalah untuk menunjukkan bahwa si anak ingin membuat musuhnya takut. Performanya si anak melakukan gerakan fisik yang dapat melukai. Hal demikian merupakan wujud bentuk emosi dan menunjukkan bisa mengalahkan.

“Penyebab dari semua itu, bisa jadi karena miss komunikasi. Kemudian lainnya remaja juga identik dengan persaingan. Jadilah mereka membentuk genk yang negatif. Seperti ingin menunjukkan genk mereka paling kuat, paling dominan, paling trendi, atau paling eksis,” lanjutnya.

Intinya, menurut Asih Winanti pada saat ini dampak dari modernitas. Hingga membuat pribadi luhur semakin luntur. Harus ada korelasi dari pengawasan orang tua, guru, serta yang terpenting penanaman nilai agama sejak dini. Juga yang harus diperhatikan adalah pengaruh gadget dan pengaruh negatif dari teman yang bisa secara cepat mengubah prilaku.

“Ada pun langkah tepat untuk menyikapi hal buruk ini di situasi masa ini, yang pertama adalah pendidikan keluarga. Jadi dari orang tua punya peranan penting dalam membentuk karakter anak. Dalam hal ini bisa Pemkab Lahat melalui TP PKK mengadakan pendidikan orang tua secara khusus. Yang kedua peranan guru. Baik guru BP-BK. Diperlukan pengawasan yang aktif dari para guru selama mereka di lingkungan sekolah. Yang ketiga dari anaknya sendiri. Jangan terlalu membiarkan anak sibuk dengan gadget karena saat ini sangat mudah masuk ke konten negatif,” pungkasnya.

Tentunya kita berharap dari kejadian yang ada, bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua dan guru untuk selalu aktif dalam mendampingi anaknya hingga terbentuk moralitas baik bagi generasi muda.

(Aan LO)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

LAHAT - Kamis, 01-Desember-2022 - 23:54

Kapolda Sumsel Kungker ke Polres Lahat 

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater