BPOM Dapati Mie Kuning Diduga Berformalin

Rabu, 15-Mei-2019, 18:08


Lahat – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lubuk Linggau dengan didampingi pihak Dinas Kesehatan dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melakukan pengujian pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Rabu (15/05/2019).

Kegiatan berbentuk sidak ini dilakukan di beberapa titik di Kota Lahat yang dianggap berpotensi bagi pedagang menjajakan makanan dengan bahan berbahaya. Seperti kawasan Pasar Lama, Pasar Lematang, dan lokasi pedagang takjil lainnya.

Terjunnya BPOM hari ini mendapati makanan yang setelah diuji mengandung bahan berbahaya. Semisal di Pasar Lama didapati penjual rujak mie yang mie kuningnya diduga menggunakan bahan formalin.

Ronny Syafri selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Kantor Badan POM Kota Lubuk Linggau menegaskan akan menelusuri asal dari mie tersebut.

“Kita hari ini mengambil sample dari pedagang seperti rujak mie, tahu goreng, es cendol dan lain-lain. Ada sebanyak 13 sample yang kita uji di Lab keliling BPOM. Hasilnya 1 sample dari mie kuning diduga mengandung formalin. Tindakan selanjut dari BPOM akan kami jadikan sebagai data awal. Kemudian akan telusur asal dari mie tersebut. Sarana produksi akan ditelusuri dan dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, dr H Rasyidi Amri, MT MKM mengatakan, “ini merupakan sudah tahapan selanjutnya. Karena beberapa hari yang lalu di awal Ramadhan kita sudah melakukan secara rutin. Hari ini momentum BPOM hadir di Lahat, kita ajak koordinasi sama-sama turun ke lapangan memeriksa di titik-titik yang belum tersentuh.

Temuan ini membuat kegeraman juga bagi Sanderson Syafei, ST., SH selaku Ketua YLKI. Pasalnya mie kuning menjadi momok menakutkan karena pedagang nakal masih saja mendistribusikannya.

“Pada hari ini, dari sample yang diambil, ditemukan lagi mie yang berformalin. Kejadian ini terulang dan berulang. Selama ini mie kuning ini menjadi momok menakutkan di Lahat. Setelah dahulu sempat ada temuan sampai 1 ton mie berformalin. Ini menjadi perhatian serius bahwasanya tidak ada jeranya pelaku usaha nakal untuk mengedarkan mie kuning tersebut,” ungkap Sanderson.

Lebih lanjut Sanderson berharap, dengan adanya BPOM di Lubuk Linggau yang baru berdiri, artinya ke depan akan selalu berkoordinasi untuk menjaga barang yang beredar.

(Aan LO)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

KIKIM TIMUR - Sabtu, 10-Desember-2022 - 13:37

PEMDES CEMPAKA SAKTI REHAP KANTOR DESA 

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG

TANJUNG SAKTI PUMI - Jumat, 09-Desember-2022 - 20:16

Polsek Tanjung Sakti, Gerebek Diduga Judi Sabung Ayam

selengkapnya..

GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater