PEDAGANG HEWAN KURBAN ‘DIWAJIBKAN’ KANTONGI SKKH UNTUK DAGANGANNYA

Senin, 30-Juli-2018, 19:07


LAHAT – Hari raya Idul Adha atau bagi umat muslim disebut hari raya kurban, meski sudah mendekati, bagi para pedagang hewan kurban khususnya di Kabupaten Lahat, untuk tahun ini bagi mereka ini masih. Meski, untuk menghadapi hari raya kurban ini, mereka sudah mendatangkan hewan kurban untuk dijual dari luar daerah. Terpantau di lapangan, seperti contoh untuk hewan kurban sapi ada yang didatangkan, khusus dari luar daerah seperti Lampung dan daerah lainnya, dan hewan kurban Kambing dengan jenis Kacang dan Etawa juga mereka siapkan.

Mengantisipasi ini, terkait banyak nya hewan dari luar daerah ke Kabupaten Lahat, yang didatangkan pedagang, Dinas Peternakan pemda Lahat menyikapi dan menghimbau, agar penjual hewan kurban melengkapi hewan – hewan dagangan nya dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), dimana ini mengantisipasi penyakit hewan dan virus yang dibawa hewan tersebut.

” Terkait banyaknya hewan kurban dari luar daerah, diwajibkan agar kiranya para pedagang juga melengkapi dengan SKKH, sebagai jaminan bahwa hewan dagangan mereka tersebut sudah benar – benar bebas dari virus dan penyakit,” terang Bidang Kesehatan Hewan Lahat, Ir Nursiwan, didampingi Kasi Kesmavet, drh Astin Tri Saputra ditemui menjelaskan. Senin (30/7).

Dikatakannya, untuk memastikan semua itu, pihak dinas peternakan lahat sudah mempersiapkan Kir Master, selaku tim yang akan turun kelapangan melakukan pengecekan. Apabila ditemukan pedagang yang tidak mengantongi SKKH, maka pihaknya akan memberikan sanksi, sesuai dengan pelanggaran bagi para pedagang.

” Jelas akan kita kenakan sanksi berat bagi pedagang yang tidak mengantongi skkh ini, apa lagi jika dilapangan kita temukan hewan kurban yang mereka jual tidak sehat, tentunya ini akan menjadi pr serius bagi kami kedepannya,” tukasnya.

Terpisah, Jurok (70) penjual ternak, yang terletak di seputaran pasar kambing talang jawa lahat mengatakan, sampai saat ini para pembeli hewan kurban masih tergolong sepi di banding tahun sebelumnya. Pria paruh baya yang khusus menjual hewan kambing ini mematok harga untuk satu ekornya Rp 2juta-Rp 5 juta.

” Memang masih tergolong sepi jika dibanding tahun sebelumnya, ini biasanya mulai ramai mendekati H-7 lebaran. Di saat inilah pihak peternakan akan melakukan pengecekan, dan saya pribadi juga secara rutin setiap hari mengecek satu persatu hewan dagangan saya sendiri. Jelas jika hewan kita sakit atau terkena virus kita juga nanti yang akan merugi,” tukasnya.(CEPY – LAHAT)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG

KIKIM TIMUR - Kamis, 08-Desember-2022 - 15:36

selengkapnya..

GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

MULAK SEBINGKAI - Rabu, 07-Desember-2022 - 22:24

BEREM JALAN BADRUN MULAK SEBINGKAI LONGSOR

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater