IRT MASIH MEMBLOKIR JALAN TIGA PERUSAHAAN BATUBARA

Jumat, 27-Juli-2018, 23:39


ARAHAN – Aksi protes dengan memblokir jalan angkutan batubara dilalui tiga perusahaan yang dilakukan Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, terus berlanjut.

Terlihat Jum’at (27/7/2018), pendemo yang didominan kaum hawa juga anak anak kecil tersebut, masih bertahan dibawah tendan yang berukuran 4 x 4.

Para ibu ibu ini, tidak akan meranjak dan membongkar tenda yang ada, apabila perusahaan belum memenuhi tuntutan mereka. Diblokirnya akses jalan ini, agar aktivitas angkutan batubara yang membawa hasil tambang milik tiga perusahaan diantaranua, PT GGB, TMB dan PT RUBS tidak bisa sampai ke stasiun kereta api Banjarsari.

Demo yang dilakukan ibu ibu itu, merupakan tindak lanjut tuntutan yang belum terpenuhi masalah kompensasi debu batubara yang tertuang dalam poin 1dalam pertemuan yang dilakukan antara warga bersama dengan pihak perusahaan di Kantor Camat Merapi Timur.

“Pemblokiran jalan yang dilakukan oleh kaum ibu ibu desa arahan ini, sebagai bentuk tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya. Yang mana keinginan warga belum terpenuhi oleh perusahaan, ” kata Camat Merapi Timur, Miharta Jum’at (27/7/2018),kemarin.

Dijelaskan mantan Camat Mulak Ulu itu, akibat dari aksi para IRT yang ada, membuat angkutan batubara yang akan membawak hasil tambang milik tiga perusahaan kestasiun Banjarsari terhenti total.

“Semua pihak terkait seperti, tiga perusahaan, PT KAI, Kades Arahan, Kades Banjarsari, Kades Prabumenang, Kades Gedung Agung, Kapolsek Merapi dan Danramil Merapi, untuk melakukan koordinasi masalah yang ada dilapangan. Tapi, dalam pertemuan kita belum menemukan titik terangnya, ” ucap Miharta lagi.

Protesan kaum hawa ini, sebelumya sudah dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan. Sangat disesalkan, dalam pertemuan itu masih juga tidak ada titik terang terkait persoalan yang ada dilapangan.

“Karena, belum menemui titik terang. Sehingga, aksi protes para Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, kembali terulang. Kita dari Kecamatan hanya bisa menjembati persoalan ini, bukan sebagai pengambil kebijakan,” pungkas Miharta.

Perwakilan dari masyarakat Desa Arahan dan juga sebagai tokoh masyarakat setempat, Ustadz Sapri mengatakan, demo yang dilakukan oleh warga Desa Arahan yang dilakukan oleh ibu-ibu yang terjadi dari tanggal 15 Juli sampai saat ini menegaskan bahwa, pihak perusahaan belum bisa memenuhi point 1.

“Karena itulah, tuntutan dari pendemo belum bisa dipenuhi oleh pihak perusahaan, sehingga wajar saja, massa memblokir jalan agar perusahaan itu tidak bisa mengangkut batubara menuju ke stasiun Banjarsari. IRT ini tak akan berhenti sebelum tuntutan dipenuhi, ” ” terangnya. (Din)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

LAHAT - Kamis, 01-Desember-2022 - 23:54

Kapolda Sumsel Kungker ke Polres Lahat 

selengkapnya..

MULAK ULU - Kamis, 01-Desember-2022 - 12:23

CAMAT MULAK ULU RAKOR BERSAMA POL-PP DESA 

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater