Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Download Aplikasi

YANUAR ANOSEPUTRA, MAKNA 149 TAHUN LAHAT

Senin, 21-Mei-2018, 07:22


LAHAT – Usia 149 Tahun Kabupaten Lahat menunjukkan bahwa sudah lebih dari satu abad peradaban ini terbentuk. 149 Tahun telah melahirkan banyak sekali generasi yang bergantian mengisi pembangunan di Kabupaten Lahat.

Lebih dari 149 Tahun yang lalu, para sesepuh Daerah, para pembangun awal sendi kehidupan Lahat mengalami berbagai peristiwa yang tidak bisa kita bayangkan. Masa ketika budaya menjadi trend setter, kesatria bergitar, rejung, pantun bersambut dan lain sebagainya.

Hal yang kita lihat hari ini, Lahat memiliki potensi wisata luar biasa. Sudah dinikmati oleh banyak generasi sebelum kita. Mengapa semua potensi ini masih bisa kita nikmati dengan hingga sekarang? Bahkan tempat – tempatnya masih sangat alami. Itulah karena budaya, para sesepuh Lahat dulu mungkin memikirkan agar jangan sampai tanah air Lahat terlalu di eksploitasi, agar bisa dinikmati anak cucu mereka.

Saya harus sampaikan kepada mereka, para sesepuh Lahat. Bahwa usaha mereka sudah berhasil untuk hingga hari ini. Tapi entah ke depan, yang menentukan kedepan adalah generasi hari ini. Mau diapakan Kabupaten Lahat?

Masyarakat dulu, memiliki kekerabatan yang lebih luas. Karena Pagaralam dan Empat Lawang adalah bagian dari indahnya Kabupaten Lahat. Sebenarnya, bagaimana budaya masyarakat beberapa tahun sebelum kita, bisa kita rasakan. Yaitu melalui media lagu-lagu daerah yang berbahasa Lahat. Dengarkanlah, maka itulah suasananya. Sangat khas, berbeda dengan yang lain, dan hanya ada di sini.

_Cerita Nenek_

Nenekku, berasal dari sebuah Desa di Pagaralam. Ia pernah cerita. Tentang bagaimana cara bujangan memikat hati wanita. Bujangan duduk di pance bawah rumah, sambil bermain rejung, gitar tunggal ataupun syair melayu. Sang wanita berada di atas rumah, menjawab syair itu. Apabila sudah saling setuju dengan makna syair itu, baru bisa sang bujang apel si wanita.

Hiburannya, masyarakat satu kampung berkumpul, membuat lingkaran. Kemudian seseorang ada di tengah mereka. Memainkan gitar dengan petikan melayu. Atau sekedar mendengarkan bait- bait guritan. Penuh nasihat, penuh nilai- nilai, yang menjaga agar norma tetap lestari di Kabupaten Lahat.

Waktu aku kecil, nenek sering bercerita. Tentang andai-andai. Banyak sekali andai-andainya. Cerita cerita sebelum tidur tradisional masyarakat Lahat. Semuanya menarik, tapi hanya beberapa saja yang saya ingat. Tentang Jambu Mbak Kulak, atau ada kisah tentang Naga Akar dari Bukit.

_Era Transformasi_

149 Tahun, Kabupaten Lahat sudah memiliki dua keturunan yaitu Pagaralam dan Empat Lawang. Usia yang memang sudah lumayan tua. Tempat ini sudah menjadi saksi sejarah dari jutaan kisah masyarakatnya.

Putra- putra daerah Lahat juga sudah ada dimana-mana. Tiga pasang Calon Gubernur / Wakil Gubernur Sumatera Selatan memiliki darah Lahat.

Selain harus menjaga nilai luhur. Agar tidak hilang, terkikis zaman. Itulah yang diajarkan pemimpin besar Revolusi Indonesia, Bung Karno. Disamping itu, negara negara maju itu, karena mereka bangga dengan identitas sendiri. Mereka melestarikan budayanya.

Mengapa Bali bisa maju? padahal selain Bali, banyak tempat lain di Indonesia yang punya pantai tidak kalah bagus dari Bali. Karena masyarakat Bali mengkombinasikannya dengan budaya luhur. Budaya luhur itu, tentunya sangat sarat dengan agama.

Mengapa Jepang maju? Karena mereka lestarikan budayanya. Tentang ninja, samurai, kimono, itu adalah budaya-budaya mereka sejak zaman dulu.

Begitupun negeri-negeri lain. Mereka bangga dengan identitas sendiri. Itulah yang membuat orang tertarik, lalu menjadikan daerah itu besar.

Dirgahayu Kabupaten Lahat ke – 149.
Semoga semakin jaya.

(MIRHAN)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

PAGAR GUNUNG - Rabu, 08-April-2020 - 19:59

Masuk ke Kusada, Pendatang Wajib Lapor

selengkapnya..

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

Jumlah Pengunjung

dgGEREg

Investigasi

Berita Sebelumnya

PanCe

Siape & Tuape

Jajak Pendapat

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater