ISI

SRI MELIYANA : PELAKU EKONOMI KREATIF HARUS SIAP AMBIL BAGIAN DALAM PERHELATAN ASIAN GAMES

15-May-2018, 20:34


Palembang – Bertempat di Ball Room Hotel Excelton pada Selasa (15/05/2018) di Palembang, Badan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Palembang menggelar diskusi kelompok dengan para penggiat dan pelaku ekonomi kreatif di kota palembang.

Dalam pantauan redaksi sriwijaya online, acara yang dihadiri kurang lebih 150an peserta ini melibatkan hampir semua penggiat ekonomi kreatif bidang kriya dan fashion di kota Palembang, diantaranya terlihat hadir dari para pengrajin kawasan Tuan Kentang, Rumah Songket, Nabila Songket, Genpi Sumsel, Komunitas Enceng Gondok, lalu dari perwakilan kampus (akademisi) dan media lokal (baik cetak/elektronik) serta unsur pemerintahan daerah (dinas pariwisata) provinsi Sumsel dan kota Palembang.

Dalam sambutan mengawali acara, Isnaini Madani, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang menyatakan bahwa sangat mendukung acara diskusi semacam ini, terutama menjelang perhelatan asian games nantinya. Ia berharap diskusi seperti ini dapat lebih membangkitkan semangat partisipasi para pelaku ekonomi kreatif dalam menyongsong perhelatan asian games nanti.

“Menyambut asian games, Palembang kalau untk destinasi rasanya tentu masih banyak yang on going, namun kalau untuk venue mungkin dapat dilihat lebih siap ketimbang DKI (jakarta), tapi diluar itu masalah SDM, juga cukup menjadi perhatian khususnya terkait para pengrajin atau para penggiat ekonomi kreatif lainnya” ujarnya.

“Namun, terkait pelaksanaan acara ini intinya sangat mendukung, dan diharapkan ketika moment asian games nanti semua komunitas dan penggiat ekonomi kreatif dapat bergerak (berpartisipasi)” sambungnya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Ir. Sri Meliyana, yang merupakan anggota komisi X DPR RI asal daerah pemilihan sumsel II Fraksi Gerindra, dimana ia juga menekankan pentingnya untuk memperkuat produk ekonomi kreatif lokal karya kita, agar dalam moment asian games nanti tidak hanya jadi penonton, namun juga turut berkontribusi.

“Moment asian games jangan hanya jadi penonton, Kita harus perkuat karya kita, agar menarik dan dilirik oleh tamu asian games nantinya. Oleh karenanya para pelaku ekonomi kreatif, harus bersungguh-sungguh dalam membuat produk ekonomi kreatif (bidang kriya dan fashion). Harus dengan perasaan cinta dalam memproduksi (membuatnya)” pungkasnya.

Kemudian, Hassan Abud selaku direktur hubungan antar lembaga dalam negeri Badan Ekonomi Kreatif, dalam sambutannya menjelaskan tentang maksud dan tujuan penyelenggaraan acara ini, yang diantaranya ialah untuk memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan daerah terkait dengan industri ekonomi kreatif yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

“Maksud diadakannya diskusi ini pada dasarnya ialah kita ingin melihat apakah kelemahan produk kriya dan fashion kita, jadi nanti dapat ditindaklanjuti secara konkrit. Misal kita datangkan designer untuk melatih atau menata, yang misalkan kita lemah di packaging atau branding” pungkasnya.

“Point pentingnya ialah berupaya memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan di daerah. Semoga diskusi ini menghasilkan pemetaan masalah untk selanjutnya dicarikan solusi(nya)” sambungnya. (CHANDRA)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

  • LAHAT - 23-May-2018, 18:16

    TIM KELUARGA CAHAYA DIKUKUHKAN

    KOTA AGUNG - Kepengurusan tim keluarga Cahaya untuk kecamatan Kota Agung, Rabu (23/5) dilakukan bers

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

LAGU LAHAT

  • LAGU LAHAT