ALUNG, DITANYA APA TINDAKANNYA JIKA SEANDAINYA DITETAPKAN JADI TERSANGKA

ALUNG MENJAWAB 'JANGAN ADA ANDAI-ANDAI'

Jumat, 27-April-2018, 12:38


LAHAT – Sore kemarin tepatnya hari Kamis (27/04/2018) beberapa awak media menyambangi Toko Bintang Selatan, yang juga merupakan kediaman dari terduga pelaku Ujaran Kebencian Radius Wijaya (Alung).

Di awal perbincangan Alung mengajak membahas tentang Komunitas Gemari yang kini digelutinya yang selaras dengan kinerja Pemerintahan Indonesia saat ini.

“Yang musti kita lakukan sekarang adalah menanam. Ibarat sebuah pohon musti kita tanam untuk bisa dinikmati anak cucu dan dilanjutkan pola pikir oleh mereka. Bukan menebang, menikmati tanpa memikirkan pengganti. Sebagaimana pemerintah pusat yang selalu membangun infrastruktur, seperti kegencaran pemerintah membangun tol, selanjutnya akan fokus ke titik industri. Jadi roda ekonomi akan lancar,” ujar Alung bercerita.

Saat tim Lahat Online menanyakan tanggapan dirinya tentang aksi damai yang berkelanjutan, dirinya mengatakan bahwa hal itu sah-sah saja.

“Tidak apa. Sah-sah saja karena ini negara demokrasi. Bebas berpendapat,” ujarnya singkat.

Jawaban yang sama juga ia utarakan saat dimintai tanggapan tentang proses hukum yang kini ditempuh umat Islam.

“Ya, balik lagi ke demokrasi. Boleh saja melakukan itu,” jawabnya.

Alung kembali membuka kronologi tentang awal dirinya diadukan. Dirinya mengatakan bahwa ia menyesalkan mengapa Ustadz Abdul Shomad berceramah politik tentang memilih pemimpin seagama.

“Padahal apa pun agamanya, siapa pun dia, kalau dia memiliki visi dan misi yang baik untuk negeri harus diperhitungkan juga,” ucap Alung.

Pihak Lahat Online sedikit menjelaskan bahwa tentang perintah memilih pemimpin seiman tertuang di Kitab Suci ummat Islam. Jadi wajar saja, kalau UAS menyampaikan itu.

“Ya, maksud saya bukan itu. Takutnya kita ini teradu domba oleh oknum yang ingin memecah belah,” sanggah Alung.

“Mengapa anda tidak mencoba menemui MUI atau ulama lainnya untuk menjelaskan atau meminta maaf?” Lahat Online kembali bertanya.

“Lah, kan sudah diutarakan saat di Oproom permintaan maaf. Di sana kan sudah ada semua,” jawab Alung.

Saat ditanyai bagaimana tindakannya jika seandainya dengan bukti yang ada pihak kepolisian menetapkan dirinya bersalah?

Alung menjawab tegas, “Saya tidak mau ada andai-andai. Saya tidak punya niat.”.

(Aan LO)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater