ULAMA BERSATU ! SIAP HANTARKAN ALUNG KE PENJARA

Tuesday, 24-April-2018, 23:45


LAHAT – Kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Radius Wijaya kini semakin memicu reaksi para ulama di Kabupaten Lahat. Bagaimana tidak, proses penyelidikan dari penegak hukum yang sudah memakan waktu lebih dari 1 bulan, memicu banyak pertanyaan dari umat Islam.

Oleh sebab itu, pada malam hari ini, Selasa (24/04/2018), bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah, para ulama mengadakan diskusi publik untuk membahas dan menyepakati solusi dalam permasalahan yang terjadi, serta langkah-langkah yang akan dilakukan.

Hadir dalam acara ini Ketua PD Muhammadiyah, Ketua FKUB, BKPRMI, Laskar Merah Putih (LMP), Ketua GP Anshor, Jamaat Tabligh (JT), Forum Lingkar Pena (FLP), Fosil, KAMMI, Pemuda Muhammadiyah, FLSS, Remaja Masjid, Pemuda Ikadi, Pemuda Bulan Bintang, Lawyer, dan lain-lain.

Ketua FKUB, H. Khairudin yang memberikan sambutan di awal acara mengatakan bahwa dirinya mendukung apa yang diperjuangkan umat Islam di Kabupaten Lahat saat ini, asalkan tetap dalam koridor kedamaian.

“Perpicuan konflik yang terjadi saat ini merupakan yang pertama terjadi di Kabupaten Lahat. Saya turut mendoakan apa yang diperjuangkan oleh umat muslim khususnya di Kabupaten Lahat ini bisa tercapai. Hanya saja tetap dalam koridor damai, santun dan tidak anarkis yang dapat menciderai citra Islam. Atas apa yang dilakukan oleh Radius Wijaya ini memang tidak layak dilakukan oleh seorang non muslim. Dari itu berjuanglah dengan baik. Semoga diskusi malam ini memberikan solusi bagi kita semua dalam mengawal proses hukum Radius Wijaya,” ujar H. Khairudin.

Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah, H. Khaidir Husni menyatakan kebanggaannya atas apa yang diperjuangkan para pemuda muslim di Kabupaten Lahat. Menurutnya ghirah dalam membela agama Islam tidak surut sebagai penerus mereka nantinya.

“Jujur selama ini saya tidak begitu mendalami apa yang terjadi. Setelah mengkaji legal opinioj dari anak-anak Aliansi Pembela Islam, terus terang ini harus kita perjuangkan bersama-sama. Terus sosialisasikan ini ke umat muslim di Kabupaten Lahat, agar mereka semakin tahu dengan apa kondisi yang sebenarnya terjadi saat ini,” tutur Khaidir Husni.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dari peserta yang hadir dengan menghasilkan pernyataan sikap dari para peserta yang menyatakan keseluruhan dari peserta yang hadir siap mengawal proses hukum Radius Wijaya sampai titik darah penghabisan.

Sebagaimana yang diungkapkan Ketua GP Anshor Kabupaten Lahat, Ahmad Syahri Kurnianto (Mas Ayi) bahwa dengan adanya diskusi ini, dirinya mewakili GP Anshor siap menjadi garda terdepan jika ada aksi damai lanjutan.

“Jika ke depan kita ada aksi lanjutan saya akan berada di depan bersama Ketua Api dan saudara-saudara lainnya,” ujar Mas Ayi.

Sementara itu, Ketua FLP Cabang Lahat, Chairul Sujan mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan FLP Pusat agar siap membantu menghadirkan ahli bahasa.

Ketua PD Muhammadiyah dan FKUB juga memberikan rujukan nama-nama untuk ahli agama yang diperlukan.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh kuasa hukum pelapor pertama kasus ini, Herman Hamzah,SH dan Lawyer Jerry Hendriansyah, SH yang pernah turut menangani kasus Jonru di Jakarta.

(Aan LO)

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI

KOTA AGUNG - Monday, 28-November-2022 - 19:53

selengkapnya..

TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater