ISI

HEFRA LAHALDI : MENDAKI KE DALAM SPIRIT

Pasca Muscab Forki Lahat

14-Jan-2018, 07:20


LAHAT – “Kita akan meninggalkan pedang ini,” ungkap Kaisar Meiji suatu ketika. “Tapi tidak akan pernah meninggalkan semangat samurai yang ada padanya,” tegasnya lagi.

Ending menarik ini dapat kita lihat dari kepiawaian seorang Edward Zwick dalam filmnya The Last Samurai. Momen tersebut direkam oleh Zwick ketika Jepang yang pada saat itu dipimpin oleh Kaisar Meiji mengalami sebuah fase krusial bagi bangsanya. Membuka diri bagi dunia luar. Dimana serbuan informasi dan ilmu pengetahuan serta tekhnologi dari negara luar yang tidak bisa dihalang. Kebijakan sang Kaisar adalah mengadopsi langsung ilmu pengetahuan serta teknologi tersebut yang nota bene akan tidak sejalan dengan para samurai pemilik kuasa kasta.

Lagi-lagi peran berani seorang Meiji disini diuji. Dengan kerendahan hati sebagai Tenno dan  pemimpin keturunan dewa yang nantinya akan ditanggalkan oleh Hirohito dikekalahan perang dunia ke dua sebagai pilihan pahit setelah sebagai sang pengganti.. Restorasi Meiji.. inilah periode kebangkitan Jepang setelah periode perang panjang Sekigahara..

Bagi bangsa kita semangat itu bisa direkam oleh para sejarawan ketika periode kebangkitan kaum muda dengan sumpah pemuda yang menekankan semangat persatuan ditahun 1928. Yang selanjutnya Founding Father bangsa kita menyederhanakannya dengan semangat Bergotong Royong.

Dan saat ini bertepatan dengan 90 tahun periode persatuan pemuda dahulu kala. Ada fase dimana bangsa kita mengenalkan berbagai macam istilah. Restorasi kebangsaan. Revolusi mental. Resolusi nusantara mungkin. Dan tentunya segudang istilah lainnya untuk mewujudkan satu cita.. Kebangkitan..!!

Yang terkadang mungkin juga membuat masyarakat kelas rendah seperti saya sedikit tergagap terbata apa maunya pemimpin bangsa.

Kita sedikit kembali jauh mengenang Meiji dengan kesuksesan spirit Restorasinya. Salah satu kunci kesuksesan itu adalah yang memang pada dasarnya masyarakatnya sedari awal memiliki semangat yang sama dibangun dalam jiwa-jiwa mereka. Semangat Bushido ratusan tahun silam mengakar pada pribadi mereka..

Kita meyakini sedahsyat apapun istilah yang dipaksakan kepada masyarakat tidak akan mampu membangkitkan jika sedari awal tidak membangung karakter masyarakat itu sendiri. Maka sebagai muslim, izinkan saya menyederhanakan spirit itu. Tsabat, bukan bushido..

Sebuah spirit yang mengajarkan kita untuk pantang menyerah. Sebuah spirit yang menjelma pada jiwa kita sebagai pelecut semangat berkarya. Tentu saja inti yang paling mendasar pada setiap spirit itu sendiri adalah keyakinan.. ketika jepang yakin dengan kamikazenya (teknik bunuh diri) paling terkenal pada perang dunia yang dilandasi semangat bushido serta persembahan bagi Kaisar sang keturunan dewa pada perang dunia. Maka kita meyakini semangat jihad yang didasarkan pada keridhaan Allah semata.

Semoga dengan spirit yang sama kita mampu menuju cita kebangkitan. Minimal dengan yang paling kecil kita punya. Organisasi kita. Daerah Lahat kita atau mungkin nantinya bangsa dan negara kita. Dengan sebuah kata singkat dan sederhana saja. Tsabat.

“Hai orang-orang yang beriman. Bersabarlah kamu dan kuatkan kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negeri mu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” {Qs. 3:200}

Maka dengan berakhirnya ayat diatas kita berani menawarkan sebuah pesan.”Spirit tsabat untuk Lahat bangkit 2018″.

(Hefra Lahaldi)

(iklan ini berbayar, Rp.1.000.000/bulan/2tampilan)

(iklan ini berbayar)

(iklan ini berbayar, Rp.1.500.000/bulan/4tampilan)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

  • KOTA AGUNG - 21-Jun-2018, 14:37

    HALAL BIHALAL PASCA CUTI LEBARAN

    KOTA AGUNG -Bertempat di aula kecamatan Kota Agung, Kamis (20/6), digelar acara halal bihalal Forum

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

BURSAH PARHAN BAGI TAKJIL

  • BURSAH PARHAN BAGI TAKJIL

LAGU LAHAT

  • LAGU LAHAT