ISI

DANA DESA DIPERTANYAKAN, TRIPIKA RESPON KELUHAN WARGA

12-Jan-2018, 13:06


PAGAR RUYUNG – Realisasi dan aturan yang dipertanyakan warga langsung direspon oleh Tripika Kota Agung. Hasil realisasi dana tahun 2017 yang dinilai belum memuaskan sebagian warga, ditindak lanjuti dengan pemeriksaan ke lapangan.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari ada sejumlah keluhan yang disampaikan kepada mereka, tim yang terdiri dari Camat Kota Agung, P. Hadi, Kapolsek Kota Agung, Iptu P. Freddy.R, S.H, Damramil Kota Agung, Kapten (Inf) Helmi Dinata serta pendamping desa.

Camat Kota Agung dalam keteranganya mengungkapkan, adanya keluhan warga desa Pagar Ruyung yang disampaikan kepada mereka. Permasalahannya adalah karena pengelolaan Dana Desa yang kurang transparan.

“Informasinya ada beberapa titik dikegiatan pembangunan jalan cor beton sepanjang 620 meter yang tak sesuai aturan. Indikasinya terlihat beberapa bagian badan jalan yang mulai mengelusap.

Kemudian transparansi penggunaan dana yang dipertanyakan, acuannya tidak perpasangnya papan atau plang informasi jumlah yang ada,” ungkapnya.

Lanjutnya, karena infomasi ini dari warga, langsung kami berkoordinasi dengan unsur Tripika dengan menindak lanjutinya. Pemeriksaan item yang dipermasalahkan tersebut langsung ke lapangan.

“Karena saat selesainya pelaksanaan kegiatan (proyek) ada jeda waktu pemeliharaan, tentu bila ada kerusakaan warga punya hak melaporkan hal ini kepada kepala desa sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Kalau pun ada bagian yang perlu dilakukan perbaikan, tentu hal ini masih dalam masa perawatan. Artinya keluhan ini sebagai bagian dari cara menginggatkan penanggung jawab kegiatan (kepala desa),” lanjutnya lagi.

Yang pasti, tegas Camat Kota Agung, hasil supervisi mereka, Jum’at (12/1) akan menjadi bahan dalam pertemuan kedua pihak yang dijadwalkan akan gelar Selasa (16/1) nanti.

Keluhan sebagai bentuk partisipasi

Ditempat terpisah, kepala desa Pagar Ruyung Atra Muliadi ketika diminta klarifikasi adanya keluhan warga yang disampaikan kepada pihak Kecamatan menanggapinya dengan menjelaskan bahwa keluhan yang disampaikan sebagai wujud partisipasi warganya dalam bentuk yang lain.

“Kami memang telah mengetahui adanya kabar tentang warga yang mengeluhkan proses pengelolaan dana desa tahun 2017. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas hal ini, kami tak memungkiri adanya kekurangan.

Karena dalam pelaksanaan pembangunan di desa pasti ada pro kontranya, apa yang mengemukah beberapa waktu belakangan ini sebagai wujud koreksi warga kita pada kami,” sampainya.

Seterusnya kata Atra, kalau pun ada kerusakan ringan tentu sangat mungkin, hanya jeda waktu yang ada akan segera kami tindaklajuti dengan perbaikan. Pelaksanaannya kita tetap mengedapankan pola pemberdayaan, pekerjaan bersama tentu tak akan sama persis.

“Warga yang ikut bekerja tak semuanya paham dengan aturan mainn yang ada, ini harus dipahami dengan cara yang berbeda.

Kalau mereka mempertanyakan transparansi, harus diakui hal ini kelalaian, infomasi dana yang ada belum sempat kami pasang agar bisa dibaca oleh warga masyarakat. Mungkin karena belum dipasang, mereka akhirnya bertanya-tanya,” paparnya.

Diakhir perbincangan, dia berharapa riak kecil ini dapat dituntaskan pada saat pertemuan nanti. Supaya warganya bisa paham kondisi yang sebenarnya. (Indi)

(iklan ini berbayar, Rp.1.000.000/bulan/2tampilan)

(iklan ini berbayar)

(iklan ini berbayar, Rp.1.500.000/bulan/4tampilan)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

LAGU LAHAT

  • LAGU LAHAT