ISI

BELUM MASUK MASA PANEN DAN MUSIM HUJAN, HARGA BERAS MULAI MERANGKAK

Harga Per Kilo Rp8 Ribu

4-Jan-2018, 12:08


KOTA AGUNG – Dua faktor ini memulai mempengaruhi harga beras di daerah Kota Agung dan sekitarnya, hujan menjadi kendala berkurannya suplai dan peredaran komoditi pangan yang menjadi salah satu kebutuhan pokok warga.

Selain itu, belum masuknya masa panen disejumlah areal persawahan dikecamatan salag satu kawasan penyangga beras di kabupaten Lahat.

Dari penelusuran pewarta, warga mulai keluhkan susah membeli beras, sejumlah pedagang pegumpul lokal pun mengakui mulai berkurangnya suplai beras jualan mereka.

Sejak 3 bulan terakhir peredaran beras lokal yang biasanya mudah didapatkan tak lagi lancar masuk ke pedagang.

Padahal setiap minggu, pedagang pengumpul pengecer mampu mendapatkan 2 hingga 3 kwintal beras yang dijual langsung dari dari warga.

“Sudah mampir 3 bulan ini kita kekurangan pasokan, kalau setiap hari ada saja warga yang menjual secara berkala. Tetapi kini stok mulai berkurang, walau secara mandiri kita telah menjemput bola dengan mendatangi langganan kita, kondisinya memang seperti itu.

Jangankan untuk dijual, stok gabah (padi) simpanan tak bisa dijemur karena tingginya curah hujan. Kalau pun ada stok beras di rumah tak mungkin kita lego (jual), itu untuk kebutuhan makan harian kita,” ujar Eman salag satu penjual beras didaerah ini.

Sedangkan harga memang belum mengalami lonjakan, saat ini berada pada kisaran Rp 8.000 hingga 9.000 per kilonya. Sementara di Lahat harga mencapai Rp 10.000 sampai 12.000 tergantung jenis dan kualitas beras tersebut.

Pedagang pengumpul juga tak bisa memenuhi pesanan dan permintaan suplai beras di ibukota kabupaten. Menurut Eman, kalau sebelumnya dia bisa mengirim pasokan sebesar 3 hingga 5 kwintal per minggu.

Dipihak lain petani daerah memang menjelaskan faktor lain yaitu belum masuknya masa panen untuk musim tanam periode lalu.

“Suplai dan stok di pedagang pasti akan berkurang, sejumlah petani dan warga tak bisa menjemur karena hujan terus. Kemudian saat ini baru masuk masa panen, artinya suplai masih akan terhambat.

Dibeberap areal persawahan sekitar kita memang baru akan panen pada minggu depan. Insya Allah kalu sudah usai suasana tahun baru, cuaca akan bersahabat, hingga mulai terang,” jelas Ardian warga Kota Agung, Kamis (4/1).

Berkurangnya suplai beras dari tingkat petani baru akan berakhir bila dalam minggu ini cuaca mendukung untuk menjemur gabah, dan mulainya masa panen di daerah ini. (Indi)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

  • KOTA AGUNG - 21-Jun-2018, 14:37

    HALAL BIHALAL PASCA CUTI LEBARAN

    KOTA AGUNG -Bertempat di aula kecamatan Kota Agung, Kamis (20/6), digelar acara halal bihalal Forum

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

BURSAH PARHAN BAGI TAKJIL

  • BURSAH PARHAN BAGI TAKJIL

LAGU LAHAT

  • LAGU LAHAT