ISI

PUISI AAN KUNCHAY

15-Aug-2017, 15:26


Senandung Ibu

 

tang tang wit

kecipak air perigi

gapai bintang di langit

terbang anak tinggi-tinggi

 

senandungmu, ibu

adalah sihir di kepala kala belia

yang menyeret tungkai

pada hikayat indah sang pengembara

 

senandung itu

lalu kutoreh di layar-layar perahu rantau

melanglangi laut-laut bumi

saat ombak pasang menggebu

bernyanyi aku menerjang badai

o, tang tang wit

hantar aku ke langit

 

tapi, bu

saat kusinggahi riuh kota

aku bagai berjalan di lorong sepi

terasing di pelukan mimpi

 

kerap kusuarakan nyanyianmu di dada-dada penguasa

mereka mengunci hati

mereka tertawa

katanya, di kota langit selalu hitam

tak ada bintang bersemayam

 

aku lelah, bu

dari kesalahan menerjemah senandungmu

aku menyerah

angin-angin talang

membuka mataku tuk pulang

 

jika pulau ada delapan

pulau pandan injak dahulu

jika rantau tiada berkawan

pulang badan mengapa malu

 

namun sayang aduhai sayang

kini talang nyaris hilang

surau menua alangkah lengang

suara anak mengaji tenggelam oleh dagelan di televisi

tak ada lagi kaki-kaki di pematang

telah punah bunga ilalang

juga kerlip kunang-kunang

 

kini aku tahu, bu

langit di senandungmu

tempat di mana kini kau menunggu

 

Lahat, AK

Aan Kunchay, anggota FLP Cabang Lahat

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

TUTORIAL “LEMANG” POLISI LAHAT

  • TUTORIAL “LEMANG” POLISI LAHAT

SINERGITAS POLRES LAHAT

  • SINERGITAS POLRES LAHAT