ISI

FMPL SAYANGKAN JALAN UMUM DIPAKAI OLEH PERUSAHAAN BATU BARA

12-Aug-2017, 23:30


Lahat – Dewan Pengurus Pusat Forum Masyarakat Peduli Lingkungan(DPP FMPL) Lahat menyayangkan penggunaan jalan dibeberapa kecamatan di wilayah Merapi Area dipakai oleh aktivitas perusahaan batu bara.Jalan yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan umum ini sudah beralih fungsi menjadi jalan hauling batu bara.

“Alih pungsi jalan ini tentunya sangat merugikan masyarakat umum, selain penyebaran penyakit infeksi saluran paru paru/akut (ISPA) pada manusia banyaknya lakalantas juga merupakan akibat semerawutnya angkutan batu bara,” jelas Miguansyah ketua FMPL Lahat pada media ini (12/08).

Lebih lanjut aktivis lingkungan ini menjelaskan selain menyalahi aturan lalulintas perusahaan yang memakai jalan umum sudah memborbardir struktur jalan yang ada. Saat ini pantauan kita di lapangan jalan lintas sumatera dan lintas merapi selatan makin rusak lantaran beban truk batu bara yang sesak akan muatan.

Ditambahkannya sebenarnya regulasi tentang jalan ini sudah ada yaitu UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, dimana pada pasal 1 angka (5) dan (6) sudah sangat jelas bahwa jalan umum itu diperuntukkan untuk kepentingan umum bukan untuk perusahaan. Kemudian jalan khusus untuk kepentingan perorangan/instansi/perusahaan.

“Seharusnya perusahaan buat jalan khusus karena sangat bertentangan dengan undang undang dan ini pidana, loh,” tegas pemuda yang juga merupakan kabid advokasi IGI Kab.Lahat ini.

Menurut laporan tim investigasi FMPL di lapangan ada beberapa perusahaan yang diduga  memakai jalan umum lintas Merapi Selatan, Barat dan Timur di antaranya; PT.LPPBJ (jl.lintas merapi selatan +- 5KM), PT.BPAC (Rencana +-3KM), PT.BME, PT.EEM, PT.MAS, dan masih banyak lagi,” tutupnya.

Terpisah tim peneliti lingkungan FMPL, Mailan.S.pd menjelaskan, “debu batu bara sangat berbahaya sebab pada batu bara terkandung partikulat dan unsur sulfur yang bisa menyebabkan tubuh kita gatal-gatal jika terkena debu batu bara ini, dimana unsur sulfur pada batubara ini bisa mengikat unsur lain seperti unsur logam berat (Hg) atau zat merkuri yang mematikan,” jelas guru biologi SMAN di Kab. Lahat ini

“Harapan kami semoga pemerintah bisa mengevaluasi masalah ini demi generasi bangsa ini,” pungkasnya.

(Aan)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

  • LAHAT - 12-Dec-2017, 17:47

    GLS EXPO 2017 RESMI DIBUKA

    LAHAT - Hari ini (12/12/2017) penyelenggaraan Gebyar Literasi Sekolah (GLS) Expo 2017 dari SMP Rujuk

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

TUTORIAL “LEMANG” POLISI LAHAT

  • TUTORIAL “LEMANG” POLISI LAHAT

SINERGITAS POLRES LAHAT

  • SINERGITAS POLRES LAHAT