ISI

SERUMPUN JIWA DI TENGAH PERANG

31-May-2017, 07:33


Ketika fajar mulai menyapa
Terdengar alunan muazin mengundang
Pertanda tembolok kantong nasi telah terisi
Dan melangkahkan sepasang kaki untuk menghadap
Kepadamu duhai kekasih umat

Saat mentari mulai melirik
Di situlah berjuta nyawa mulai menahan
Dimulailah peperangan dahsyat
Tak satupun nafas tanpa kelahi
Melawan musuh terbesar dalam jiwa

Mentari tak lagi melirik
Karena surya telah menatap
Tatapan ganas pembantaian
Menantang jiwa-jiwa teladan

Namun dengan indah daun-daun bersenandung
Menyambut kedatangan angin yang berhembus
Berlari, menari dan bernyanyi
Memberi kesejukan pada hati setiap umat
Yang tengah berada dalam kepungan
Musuh terberat dalam hidup

Dengan penuh keikhlasan senja datang
Mengulurkan tangan kepada jiwa taqwa
Mengabarkan hari ini engkau berhasil
Pertahankan keberhasilan ini
Karena masih banyak hari perang
Esok, lusa hingga hari kemenangan

Lahat, 30 Mei 2017

Profil penulis:

Nama saya Margiana, siswi kelas XI SMA N 1 LAHAT. Saya berasal dari Desa Lubuk Selo Kec. Gumay Ulu , hobi saya membaca novel dan menonton film. Untuk cita-cita saya belum tahu ingin menjadi apa saya ini , kemungkinan menjadi pahlawan tanpa tanda jasa , demikian tentang saya , terimakasih.

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PANjang CeritE

SIAPE Dan TUAPE

VIDEO

TUTORIAL “LEMANG” POLISI LAHAT

  • TUTORIAL “LEMANG” POLISI LAHAT

SINERGITAS POLRES LAHAT

  • SINERGITAS POLRES LAHAT

LAGU LAHAT

  • LAGU LAHAT