GOERILL (22) : BUDAYA PUNGLI, HARUS DIBASMI

Senin, 10-Desember-2018, 14:25


Pengantar : Sesuai tema Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tanggal 9 Desember 2020 : “Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi” , Ketua KPK Repbublik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran No.30 / 2020 berupa himbauan Penyelenggaraan Kegiatan HAKORDIA. Partisipasi penulis mencoba menyoroti akar permasalahannya, semoga bermanfaat. Trimakasih.

BUDAYA yang merupakan alat ukur bagi kemajuan suatu bangsa telah diisyaratkan oleh Rasullulah Muhammad, SAW dalam salah satu pesannya “ tuntutlah ilmu, sampai kenegeri China “. Berati, begitu telah terkenalnya negeri yang satu ini pada 14 abad yang lalu, sampai-sampai Baginda Rasul mengeluarkan pesan penting bagi ummatnya, agar selalu belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, bahkan kalau perlu harus menyeberang lautan nun jauh disana. Yang bisa dibayangkan kala itu, negeri China dibelahan bumi paling Timur yang untuk mencapainya perlu transportasi (yang kala itu) hanya ada kapal laut, tentu tidak mudah.

Namun pesan Rasul itu ternyata mampu dilaksanakan oleh para sahabat dan pengikutnya, melalui usaha berdagang sambil menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah yang penuh kedamaian. Dengan kapal-kapal laut berlayar kepelosok negeri sehingga terjadi interaksi sosial yang berkelanjutan sehingga secara tidak disadari terjadi pula pertukaran budaya antar bangsa.

Penyebaran agama Islam yang terkenal di Nusantara, adalah melalui saudagar-saudagar Arab dari Gujarat yang telah memeluk Islam. Berlayarlah mereka kepelosok negeri, antara lain mendaratkan kapal-kapal dagang dari Gujarat itu ke Swarna Dwipa.

Seperti di Aceh dan tanah Jawa penyebaran agama dan budaya Islam terjadi dan berkembang pesat hingga erbentuklah kerajaan Islam yang peninggalan masa kejayaannya terbukti masih ada hingga kini seperti Samudra Pasai, Sultan Iskandar Muda dll. Di Banda Aceh ada peninggalan sejarah berupa Lonceng Cakra Donya yang merupakan hadiah dari Laksamana Cheng Ho.

Dari kedua rumpun bangsa (Arab dan China) yang datang ke Nusantara pada dasarnya memberikan pengetahuan dan ajaran filosofis tentang achlaq dan tata cara dalam berdagang didasari kesucian dan kejujuran untuk memperoleh keuntungan yang wajar.

Masing-masing bersumber dari ajaran agamanya masing-masing yang mengakar dalam kehidupannya sehari-hari. Dan tidak ada sedikitpun ajaran agama yang suci itu membolehkan cara-cara menyimpang bahkan sistem jual beli secara Islam dan membayar zakat dilengkapi dengan ikrar ijab qobul yang jelas, berarti sama-sama ikhlas. Jelas dalam konteks ini diajarkan etika jual beli bersyariat hukum agama yang merupakan ibadah yang sakral, bukan main-main.

BERBAHAYANYA SETORAN
Yang tentu saja secara semantik didifinisikan orang sebagai penyampaian uang atau barang dari kaum rendahan kepada kaum yang lebih tinggi yang zaman dulu disebut upeti. Atau lebih kongkrit lagi (secara positif) dapat diartikan kini sebagai suatu kewajiban warga negara kepada pemerintah.

Ambil contoh; setoran pajak, atau cukai tembakau misalnya, hal itu merupakan penyampaian kewajiban suatu badan (perusahaan misalnya) atau individu kepada pemerintah sehingga hasil pengumpulan setoran pajak ini akan menjadi salah satu unsur pendapatan asli daerah maupun pemerintah pusat yang kelak akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program pembangunan infra struktur dll.

Terbukti dengan setoran pajak, cukai tembakau dll menjadi andalan pembangunan.
Dengan demikian maka istilah setoran disini, positip bentuknya dan sesuatu yang positip tentu saja perlu didukung dasar hukum dan aturan yang jelas sehingga perlu dituangkan dalam undang-undang yang dilengkapi juga dengan berbagai penjelasan maupun peraturan pemerintah sebagai juklak dan juknisnya.

Namun berbeda halnya dengan bentuk setoran yang dikategorikan pungutan liar (pungli) yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Namun hal ini terbukti banyak dipraktekkan oleh para oknum pejabat di instansi dan lembaga formal maupun di lembaga-lembaga non formal yang umumnya dalam bentuk aturan “khusus” yang tidak jelas.

Hal ini, awalnya hanya semacam saling pengertian saja, antara seorang bawahan kepada atasan misalnya. Bahwa, untuk dapat menduduki jabatan tertentu harus mampu menyetorkan sejumlah uang atau barang jenis lain sebagai substitusinya.

Misalnya uang dapat diganti dengan barang kasar (barang berharga beneran) atau dapat juga dengan barang halus (wanita beneran). Dan hal ini telah menjadi budaya buruk dilapisan-lapisan tertentu. Bahkan ukuran keberhasilan seseorangpun tidak lagi didasarkan kepada prestasi, melainkan setorannya lah sebagai ukuran.

Boleh jadi sesorang karyawan itu mampu menyelesaikan suatu kerja proyek dengan menghemat anggaran, justru dia belakangan sekali naik pangkat dan bukan tidak mungkin bisa-bisa karena hemat anggaran dan nihil setoran akan mendapat meja kosong alias non job.

Dan dilembaga tertentu bahkan dipraktekkan ilmu “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah , ada pula yang menerapkan “gantung palu” untuk suatu pengesahan APBD misalnya, maka merebaklah praktek suap tanpa malu-malu lagi.

Kalau sudah begini budaya malu hilang, dan yang dikejar semata-mata uang. Walau dibanyak tempat terpampang poster yang berisi slogan yang mengharamkan suap atau setoran tapi semua itu tetap berjalan lancar menjadi kebiasaan, untuk menjadi koruptor.

SETORAN, ALA PASAR TANAH ABANG

Pola dagang barang-barang di pasar kulakan terbesar di Jakarta itu, menerapkan symbol-symbol yang tidak semua orang mengerti. Selintas terdengar lucu, ayo-ayo bapak ibu “atasan seratus, bawahan limapuluh” dan ternyata hal ini punya makna tersendiri, bahwa baju (blous) bagian atas seharga seratus ribu rupiah, tapi untuk baju rock bawah dihargai lima puluh ribu saja. Terutama ibu-ibu yang sering berbelanja di Tanah Abang sangat mengerti, bahwa yang dimaksud (ditawarkan) oleh sipenjual pakaian jadi itu demikianlah adanya. Bahwa harga atasan dan bawahan tidak sama alias berlainan kelas.

Penerapan setoran tentu mengikuti trend Tanah Abang zaman now sekarang ini, biasanya pembagian setoran tidak mutlak sama. Persis gaya Tanah Abang, bila untuk atasan (Boz atau Ketua) 100 % tapi untuk bawahannya (Anggota) cukup separuhnya saja alias 50 % nya.

Dan yang kita pernah dengar pula dalam persidangan korupsi terungkap kalau setoran dalam mata uang dolar Amerika disebut dengan Apel Amerika, namun bila setoran dalam bentuk nilai rupiah cukup dengan sebutan Apel Malang.

Demikian juga untuk kreatifitas penyamaran nama penerima maupun pemberi setoran. Agar susah ditebak oleh lembaga anti rasuah agar sulit terlacak jika telephone keduanya disadap, maka istilah-istilah keren seperti Mike Ghifer, Superman, Spiderman, Kapten Amerika, Badman dan lain sebagainya digunakan.

Namun pepatah lama mengatakan, sepandai-pandainya tupai meloncat namun sekali waktu jatuh juga. Dan kini telah terbukti bahwa, banyak pejabat daerah (dari Gubernur hingga Walikota) tertangkap tangan terima suap pengurusan izin lokasi. Ketua dan Anggota lembaga tertentu tersandung masalah gratifikasi uang ketok palu, Hakim dan Panitera tertangkap tangan oleh KPK terima suapan dana dari yang berperkara dan sebagainya.

Bahkan belakangan banyak yang kena ciduk KPK gara-gara pengakuan dan kesaksian terdakwa korupsi yang menyanyi merdu setelah berpredikat Justice Collaborator (JC). Hikmahnya jelas, bak menangkap ikan tapah dengan umpannya anak lele sangatlah tepat diterapkan.

PERLUNYA REVOLUSI MENTAL

Dalam suatu organisasi, apakah dalam bidang politik, pemerintahan maupun perusahaan baik plaat merah, kuning maupun plaat hitam budaya setoran ini menjadi ukuran berhasil tidaknya seseorang menduduki jabatan basah di strata yang anggarannya besar.

Penerapan budget oriented seakan memaksa agar anggaran yang telah disetujui Pemerintah atau Direksi perusahaan harus habis dalam waktu satu tahun anggaran berjalan. Walau secara jujur, terbuka dan jelas untuk jabatan tertentu, memerlukan keahlian maupun kopetensi tertentu namun semua itu bisa di kalahkan oleh keahlian seseorang itu “mencarikan dan menyetorkan” uang atau barang itu tadi. Dan bahkan, saking nekatnya kadang-kadang ada oknum tertentu mengabaikan resiko jabatan yang boleh jadi akan ada sanksi pidananya.

Rupanya gaji besar yang telah diberikan oleh negara atau oleh perusahaan tempat dia bekerja tidak menjamin seseorang itu jujur dan tidak korupsi. Karena telah ada beberapa orang menteri, gubernur, bupati, walikota, direktur yang terkena OTT oleh KPK selama tahun 2020 saja benar-benar menjadi bukti, bahwa budaya pungli atau lebih keren lagi sebagai budaya “pemburu fee” merupakan penyakit mental yang harus dikikis habis. Dengan rompi oranye mereka digiring aparat KPK kemobil tahanan namun dari wajah, penampilan dan ucapannya mereka seakan tidak berdosa, dan selalu berusaha mencari pembenaran semu.

Ternyata kejujuran dan mental tidak korupsi itu menjadi barang langka sekarang ini dan bahkan keberadaanya akan dimusuhi oleh oknum koruptor.

Sehingga suburnya praktek korupsi ini dimana-mana dan akan semakin ampuh jika lapisan atas organisasi (atasan) memang senang dan menginginkaan setoran dari bawahannya. Dan tidak usah heran jika kelompok korup ini berhimpun dalam satu kesatuan yang organisasinya sulit dimasuki orang lain yang tidak “sepaham” dan tidak sealiran korup.

Fungsi internal audit kadang kala menjadi tumpul, karena kelompok ini punya cara-cara jitu menaklukkannya. Hanya saja kurang elok jika perbuatan jelek semacam ini disebut berjamaah. Lebih paas kalau mereka disebut pelaku “keroyokan” dalam mengemplang uang rakyat. Negara akan aman dan fokus mensejahterakan rakyatnya jika pemimpinnya amanah memegang janji dan sumpah. Sehingga semboyan : “kerja, yes. Setoran, No !” itulah yang harus dibudayakan sebagai prinsip.

Syarat integritas seseorang untuk diangkat dan menduduki jabatan tertentu adalah mutlak, dan bukan hanya ditunjukkan kepada secarik kertas yang bernama “Fakta Integritas” itu saja tapi benar-benar rekam jejaknya bahwa Ybs itu benar-benar bersih merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Bila ahlaqnya bersih, perbuatannya bersih dan insyaAllah hasilnya juga bersih. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat, dan itu merupakan amanat dalam gerakan revolusi mental.

Untunglah negara kita saat ini dipimpin oleh seorang-“nachoda” yang bersih, dan untung pula ada KPK sebagai lembaga anti rasuah yang sangat perlu kita dukung usaha dan perjuangannya guna melenyapkan budaya setoran (pungli) yang menjadi momok kehancuran bangsa dengan lebih giat Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi***). Goeril

=======================

GOERILL (21) : “NASIB TRENGGILING MENJADI KORBAN”

Mahluk Ciptaan Tuhan seperti trenggiling (manis javanicus) ini memang istimewa, bahwa lidahnya lebih panjang dari badannya tentu ada gunanya. Tuhan tidak akan membuat sesuatu itu menjadi sia-sia alias mubazir.

Betapa lidah dan air liurnya itu sangat diperlukan untuk memangsa semut-semut hingga kedalam sarangnya. Dia sebagai predator semut maka itu perlu dilindungi (sesuai UU No.5/1990 ttg konservasi alam) agar semut-semut yang luar biasa banyaknya tidak merajalela mengganggu kehidupan manusia. Dan dihutan mereka bersarang dan dihutan pula semut-semut liar yang ada dijadikan santapannya. 

Andai saja para terenggiling ini terus diburu dan dihabisi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab maka jangan salahkan terenggiling jika semut-semut itu nanti akan menyerang manusia. Begitulah sang Khaliq menciptakan setiap mahluq itu pasti ada gunanya.

Gara-gara trenggiling ini bersisik yang diperlukannya untuk menyelamatkan diri tapi gara-gara sisik itu pula ianya menderita karena selalu diburu manusia dan diperlakukan dengan sadis. Dagingnya dimakan dan sisiknya diambil untuk dijual kepada penadah yang ada didalam negeri bahkan banyak pula diselundupkan keluar negeri.

KASUS YANG TERTANGKAP
Tentu belum sebanyak penyelundupan sisik trenggiling yang belum atau tidak tertangkap, biasanya begitu rumusannya. Karena penyelundupan itu termasuk kepada kejahatan yang “keren” maka modus-modusnya kian canggih untuk mengelabui petugas, sama kerennye dengan penyelundupan narkoba.

Dari beberapa kasus kejahatan yang tertangkap oleh fihak yang berwenang antara lain dapat dicatat sebagai berikut :  Baru – baru ini saja KLHK telah gagalkan transaksi perdagangan Sisik Trenggiling di Jambi sebanyak 24 kg lebih dan menurut rencana akan dijual kepada penadahnya dengan harga Rp.3,7 juta per kg. Sipelaku terancam hukuman pidana penjara kurungan 5 tahun dan pidana denda Rp100 juta.

Dan pada 27 Juni lalu  tim gabungan menangkap seorang pedagang sekaligus pemburu trenggiling di Gunung Kidul, Yogyakarta. Dari tangan tersangka diamankan sisik trenggiling seberat 2,5 kilogram. Dan banyak lagi kasus – kasus lain yang tertangkap. Sehingga dalam 10 tahun terakhir, berdasarkan catatan WCS, jumlah trenggiling yang diselundupkan ke China dari Indonesia mencapai 26 ribu ekor. Berarti jumlah yang tersisa dihutan-hutan itu makin sedikit dan trenggiling sudah menjadi langka.

Penyelundupan dilakukan dengan berbagai cara baik melalui jalur laut, kargo, maupun pelabuhan-pelabuhan kecil. Kalau demikianlah halnya maka peranan aparat baik dihilir (penyelundupan) maupun aparat dihulunya (perburuan liar) sangat berperan agar habitat trenggiling yang tinggal sedikit itu dijaga ketat. Peran polisi hutan yang bertanggung jawab atas kelestarian hutan berikut hewan langkanya betul-betul harus maksimal. Patroli hutan harus terlaksana dengan baik dan terus menerus.

SUPREME ENERGY RANTAU DEDAP PEDULI
Melalui program biodiversity perusahaan yang dikelola dengan perencanaan, pelaksanaan yang baik dengan pengawasan yang baik dan ketat dari Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan (Dinas KLH) provinsi Sumsel setidak-tidaknya usaha pencegahan dapat terlaksana.

Program dimaksud sebagai kewajiban perusahaan yang telah mendapat Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Pemerintah melalui SK Menteri KLH yang dalam kesehariannya dilakukan pengawasan oleh UPTD KLH Wilayah VIII Muara Enim.  

Larangan berburu, menangkap dan menjerat hewan-hewan langka seperti trenggiling, beruang madu, burung dan lai-lainnya dilakukan secara visual maupun sosialisasi di balai-balai desa, mesjid dan tempat-tempat umum lainnya. Dan secara rutin dilakukan patroli oleh KLH bersama Tim bidiversity PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) guna mencegah pengrusakan,  pembakaran dan pemburuan satwa hutan seperti trenggiling dll. 

Kalau sosialisasi dan pengawasan dapat dijalan secara baik, fokus dan kontinyu tentu masyarakat pun akan mendukung pelestarian hutan yang kita miliki. Apalagi jika dalam forum keagamaan yang selalu menasehatkan para jamaah agar menjalankan syariat Islam secara kaffah dengan menjaga keseimbangan alam.

Dimana setiap mahluq telah memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, sebagaimana trenggiling telah ditugasi oleh sang Khaliq untuk memakan semut-semut hutan agar tidak mengganggu manusia yang berdiam dipinggir hutan itu. Sungguh indah dan harmonisnya kehidupan ini jika kita mengerti.

Menurut catatan “pendekar hutan” Zainudin yang merupakan penduduk asli Rantau Dedap, bahwa saat ini hanya tersisa ratusan ekor saja trenggiling hutan dikawasan operasi PT SERD sehingga kita harus betul-betul menjaganya dari oknum pemburu.  
Ayo lindungi trenggiling dari pembegalan oknum pemburu nista **) goeril

OLEH : Muhammad Goeril (pemerhati lingkungan)

=================

GOERIL (20) : “LAHAN TIDUR, JANGAN MENGANGGUR”

BAGAIKAN sebait puisi yang kerap bergema dipagi hari, bahwa lahan tidur yang terhampar luas dibibir hutan dibiarkan tidur sepaanjang masa. Paska pohon-pohon hutan yang berfungsi melindungi bumi dari bahaya longsor dan banjir, ditebang dan dirambah untuk ladang berpindah.

Begitu memprihatinkan sikap seperti ini, usai ditebang dan digunduli pohon-pohon hutan yang usianya ratusan tahun dijadikan balok-balok kayu dalam sekejap menjadi papan. Dan bumi merintih dalam sengatan mentari yang datang bertubi-tubi. Tiada lagi pelindung diri, tiada lagi daun, pohon dan akar penyampai sejuknya hujan disiang hari.

Padahal kita semua tahu bahwa kelestarian hutan adalah titipan anak cucu kita.

NASIB PETANI KOPI

Sudah demikian galibnya, ladang berpindah yang kian memperluas hutan dirambah. Terlihat sebagian warga mengurus ladangnya dengan sungguh-sungguh, sementara sebagian lagi menggarap dengan acuh tak acuh.

Di beberapa tempat terlihat pohon-pohon kopi tumbuh isubur yang setiap musim terlihat memutih oleh bunga kopi bagaikan hamparan salju. Petanipun memandang gairah, mengharap bunga menjadi buah.

Berdoa selalu diatas sajadah agar bila panen nanti buahnya medok dan harga jualnya elok. Begitulah harapan dan impian petani, sederhana dan tepat mengena.

Rasanya sedih jika mengenang sebuah lagu dari daerah Lahat Pagar Alam, sering didendangkan oleh para perjaka yang telah puluhan tahun menjomblo. Judulnya saja berkutat tentang “nasib petani kopi” yang dalam bahasa daerah disebut “kawe”.

Dalam sebuah bait syairnya dikatakan, saat panen kawe dilanda sedih karena harga kawenya jatuh, alias tidak berharga secara wajar. Rencana melamar sidia pujaan hati menjadi buyar, impian mengakhiri predikat jomlo pun menjadi bubar.

Tragis memang, tapi itulah kenyataan sehingga membuat syair kehidupan semakin indah ditangan seniman.

LAHAN TIDURPUN MENJAMUR.

Gara-gara aspek harga yang selalu dipermainkan para tengkulak, tak jarang membuat petani kopi kehilangan gairah. Sementara hutang kepada para tengkulak kian membengkak dan kebun kopipun berangsur luput dari sentuhan bajak.

Secara perlahan sang perjaka yang patah hati karena gagal panen dan gagal pula jadi temanten, mencari pelarian kedesa tetangga untuk ambil upahan agar hidup tetap terus tersangga. Kebun kopi yang dulu digarap penuh harap, hanya meninggalkan janji tak bertepi. Kebun seluas dua bidang dikampung terpaksa ditinggal merantau yang tiada pasti kapan akan kembali.

Perjaka yang gagal sehingga kebun ditinggal adalah sebuah gambaran, betapa indah hidup ini jika dilanda kasmaran yang dapat membuat hidup gairah dan semangat. Menjadikan semakin mahalnya cita-cita jika serlalu didera cobaan.

Kebun yang dulu selalu jadi perhatian kini mulai ditinggalkan dan dilupakan karena kesibukan. Tinggallah yang tinggal, pohon-pohon kopipun mulai bersaing mencari makan, adu cepat dengan ilalang, semak yang berangsur membelukar.

Dan siang bertemu malam, malampun bertemu siang. Hari demi hari, bulan berganti dan tahunpun ikut menyambangi. Tertutuplah pintu rezeki dikebun kopi, lahan tidurpun menjadi sehingga menyenangkan sarang babi.

PETANI CABI BOLEH GIGIT JARI

Saat harga cabi dikota-kota besar kian meroket, pedas terasa kian merobek dompet maka “lahan tidur”pun bagai memelet sehingga gerakan menggarap lahan tidur jadi telolet-telolet. Didesa-desa Semende dan Tunggul Bute juga demam bertani.

Lahan tidur yang terbujur disepanjang jalan kelokasi geothermal PT Supreme Energy Rantau Dedap pun mulai disentuh. Sebuah gerakan yang terobsesi secara simultan sejenak melupakan warga petani untuk tidak lagi merambah hutan. Mereka mulai mengenal jenis-jenis cabi (cabi = cabe), dari yang keriting, rawit bahkan kian populernya cabi setan.

Harga pupuk kandang kian melenggang, order ratusan karung membuat ayam-ayam buras dipaksa berak kapur sehingga marak pula pupuk kandang oplosan dengan harga Rp.14 ribuan per karung kecil.

Dimana-mana, dimarkas lahan tidur yang telah siuman aroma menyengat dari tahi ayam menebar pesona bagi udara yang terpolusi. Petani lokal dan pendatang berlomba adu trampil agar tanaman cabi dikebunnya memberikan hasil.

Dalam seratus hari yang dinanti sang buahpun hadir disetiap ujung tangkai nan gemulai, hijau pada awalnya, kecil pada mulanya terus bermandi hujan dan mentari silih berganti. Cabi-cabi itupun mulai merah, ranum dan matang bersamaan hadirnya para tengkulak yang mencari lokak.

Intervensi pasarpun terjadi, lagi-lagi membuat petani cabi kehilangan percaya diri dan lantas tenggelam dalam sahwat tengkulak yang menggelegak dengan statement serentak : harga jatuh pak, sekarang cuma dihargai sekilonya 7 ribu perak. Tragis amat nasib petani, sudah jatuh tertimpa tangga telek ayam pula.

PERLU KOPERASI JAMIN NASIB PETANI

Dengan adanya Undang2 Omnibus Law yang perlu betul-betul difahami, dimengerti dan diamalkan oleh semua fihak maka pilihan membentuk Koperasi Petani yang benar-benar amanah adalah suatu keharusan.

Di setiap kabupaten kota, semua kita tahu ada institusi negara yang wajib peduli pada nasib petani. Ada yang disebut dinas pertanian, koperasi (tani/nelayan) dan dinas perdagangan/ perindustrian.

Kita yakin bahwa institusi-institusi ini memiliki program untuk membela petani, bukan saja memberi bantuan bibit, penyuluhan agar hasil produksi bagus, tapi teramat penting adalah membantu agar mereka tidak jatuh ketangan tengkulak.

Maka itu peran institusi pemerintah tidak sekedar latah, sekedar menghabiskan anggaran agar tidak terjadi pembengkaan SiAP (sisa anggaran) tapi benar-benar melakukan pembinaan yang simultan dan terprogram baik serta berkelanjutan.

Agak miris memang jika kenyataan di desa-desa petani kian rentan. Dimana pada sektor “pertengkulakan” ini hidupnya lebih makmur, membiarkan hidup para petani menjadi tua renta karena terjemur. Sangat memprihatinkan, karena dibenak petani tentu mengharap agar harga – harga sayur dan buah hasil produksi mereka ada jaminan dan kepastian sebagai pelipur lara dalam deraan hujan dan kepanasan setiap hari.

Kebersamaan adalah kata kunci untuk menyelamatkan petani. Sebagaimana di sektor pertambangan ada BUMN-BUMN yang mengayomi usaha-usaha kecil yang relevant, tentu disektor pertanian, perdagangan terbuka lebar untuk menhadirkan BUMN atau sejenisnya yang mampu menyerap hasil produksi petani yang kini semakin menggeliat tapi prihatin yang terlihat. Ayo kapan lagi. (*)

OLEH :HM. GOERILLAH TAN (PEMERHATI LINGKUNGAN)


==============

GOERIL (19) : LPG LANGKA, SAATNYA LAHAT PERLU JARINGAN GAS KOTA”

KASUS Kelangkaan LPG 3 Kg dipasaran sesungguhnya adalah kejadian klasik yang selalu berujung kepada kenaikan harga yang disebabkan oleh tidak adanya titik keseimbangan antara permintaan (demand) dan persediaan (supply).

Pertamina selaku pihak produsen yang selalu saja dituding sebagai penyebab kelangkaan, tentu tidak bisa dipersalahkan 100% karena hal ini terkait kepada jaringan pemasarannya yang luas. Hal ini tentu saja benar seperti apa yang direlease oleh Dewi Sri Utami
(Relations & CSR Sumbagsel) kepada awak media Online di Lahat beberapa waktu lalu bahwa, Pertamina hanya bisa menjamin ketersediaan stock di tingkat Pangkalan LPG dengan HET sebesar Rp.15.650,- Namun jika telah sampai ketangan pengecer yang lokasinya jauh dari Pangkalan tentu ada unsur keuntungannya sehingga harganya menjadi lebih tinggi dari harga di Pangkalan. Samahalnya beli premium di SPBU tentu tidak akan sama di pengecer. 

Karenanya selalu disarankan oleh Pertamina dan Hiswanamigas selaku asosiasi pemasaran produk Pertamina agar masyarakat membelinya di

Pangkalan LPG yang ada. Untuk kabupaten Lahat telah ada 318 Pangkalan yang selalu siap melayani konsumen. Adapun pengawasan distribusi elpiji 3 Kg (masih disubsidi pemerintah) di luar agen dan pangkalan resmi, maka Pertamina bekerja sama dengan Pemda, Hiswana Migas dan pihak Kepolisian. Hal ini sesuai Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 pengawasan diluar agen dan pangkalan merupakan tanggung jawab bersama.

Pengawasan ini sangat penting dilakukan karena produk bersubsidi tersebut  dimaksudkan oleh Pemerintah adalah untuk masyarakat Rumah Tangga Miskin (RTM) dan pedagang kecil. Sehingga ketentuan harganya pun tetap  berpedoman kepada Surat Keputusan Bupati Lahat Nomor 500/56/VII/2018 tahun 2018 bahwa HET LPG 3 Kg sebesar Rp.15.650.  Dan hal ini telah ditegaskan kembali oleh Ketua Hiswana Migas Lahat Firdaus Agoes beberapa waktu yang lalu kepada semua awak media. 

SOLUSI KEDEPAN AGAR AMAN

Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa Prabumulih adalah Kota Gas yang memiliki jaringan gas (jargas) terbesar di Indonesia dan sekarang menyusul kabupaten (tetangga dekat) Muara Enim yang sedang giat membangun jargas pula. Tujuannya adalah untuk memangkas penggunaan LPG (terutama yg masih disubsidi) agar beralih menggunakan gas alam yang mengalir deras lintas kabupaten.

Keuntungan harganya lebih efisien dibandingkan LPG, tidak repot ganti botol, lebih aman karena rendah tekanannya dan para ibu rumah tangga akan kerja lebih praktis serta tak takut kehabisan gas tengah malam. Dan program ini merupakan program pemerintah pusat yang telah dirancang didalam road map jargas oleh Dirjen Migas.

Dan sekarang ini telah ada hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara mitra Komisi 7 DPR RI dari PGN dengan paparan yang disampaikan langsung oleh Dirut PGN Suko Hartono pada 6 Juli 2020 bahwa Roadmap Pembangunan Jargas Sesuai RPJMN periode 2020-2024 dengan target 4 juta sambungan rumah tangga jargas kota pada hingga 2024. 1). Tahun 2020 sebanyak 316.000 sambungan rumah tangga (Rp3,5 T). Realisasi jargas APBN 2020 sebanyak 127.864 sambungan rumah tangga (Rp1,4 T). 2). Tahun 2021 sebanyak 734.000 sambungan rumah tangga (Rp8,1 T). 3). Tahun 2022 sebanyak 840.000 sambungan rumah tangga (Rp9,2 T). 4). Tahun 2023 sebanyak 800.000 sambungan rumah tangga (Rp8,8 T). 5). Tahun 2024 sebanyak 800.000 sambungan rumah tangga (Rp8,8 T).

Dengan adanya RPJMN dimaksud maka peluang Kabupaten Lahat untuk mengajukan jargas pada tahun-tahun depan dapat dimulai dari sekarang dengan alasan keekonomian yang sangat mendukung.

Potensi gas alam dari Musi Blok yang cukup dengan jaringannya (flow line) melewati kabupaten Lahat dengan lapangan migas aktif yang dikelola oleh PT Pilona sekarang ini dengan pola KSO dengan Pertamina. Konsumen gas yang cukup besar adalah sasaran penghematan subsidi sehingga pemakaian gas LPG (terutama 3 Kg) dapat tergantikan.

Gaskota Lahat nantinya dengan jargas yang diprogramkan PGN tentu akan sangat penting setara nantinya dengan gaskota Muara Enim, Prabumulih dan kota-kota lainnya di Indonesia.  

GAS KOTA LEBIH AMAN DAN NYAMAN

Tentu saja aman jika dibandingkan dengan LPG, karena tekanan gas nya memasuki kompor hanya 0,03 BAR sedangkan LPG mencapai 7 BAR. Dengan perbandingan ini jelas pemakaian gas kota lebih kecil resikonya (nil riskan) berbeda dengan LPG yang potensi bocor dan meledak sangat besar.

Demikian juga segi efisiensinya, bila menggunakan gas kota yang paska bayar rata-rata sebulan Rp.50 ribu tapi dengan memakai LPG yang Pra Bayar akan menggerus kantong hingga Rp.100 ribu. Disini pula ibu-ibu rumah tangga berhemat, tidak repot ganti2 tabung, bersih, kapan saja pake dan tinggal “klik saja”.

Terkenal dengan sebutan “api biru” karena benar-benar nyala apinya biru, sehingga wajan alias kuali dan peralatan dapur lainnya tidak berjelaga hitam. Para ibu rumah tangga tentu menyukai kebersihan dapurnya yang lebih utama dengan peralatan dapur yang awet mengkilap.

Berkat unsur kimia methana 83 % itu terkandung didalam gas kota dengan sulfur yang nol persen. Dan andai program ini berhasil diwujudkan di kabupaten Lahat ditahun-tahun yang akan datang tentu lebih baik. Ikan sepat ikan gabus, dua-duanya masuk kuali, makin cepat makin bagus, kalau nggak sekarang kapan lagi.**) goeril 

Penulis : Muhammad Goeril (pemerhati lingkungan)

==============================

GOERIL (18) : “KOPI SEMENDE, BUKAN SEKEDAR NAME”

MENRISTEK Bambang Brodjonegoro selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini di Jember Jawa Timur mengatakan, bahwa Indonesia bertekad meningkatkan produktivitas kopi agar dapat merebut kembali posisi kedua produsen kopi dunia yang saat ini ditempati oleh Vietnam.

Masalah produktivitas merupakan kendala nasional karena saat ini produksi kopi Indonesia baru mencapai 600 ribu ton setahun dari 1,3 juta Ha kebun kopi. Sedangkan Vietnam cuma memiliki 650 Ha kebun (separuhnya) tapi produksi totalnya hampir setara dengan produksi yang kita miliki. Dengan perkataan lain, produksi kopi kita menghasilkan 700 kg per Ha sedangkan kopi Vietnam produksinya lebih tinggi yakni 2.300 kg per Ha nya. 

Berangkat dari situlah Menristek/ Ka.BRIN bertekat untuk berusaha keras agar produktivitas kopi Indonesia ini dapat segera  ditingkatkan. Karena saat ini penyerapan pasar dalam negeri terhadap kopi semakin naik (45%) dan sisanya (55%) merupakan qouta ekspor keberbagai negara.

Demikian juga harga jual kopi di luar negeri semakin membaik pula sehingga upaya meningkatkan produktivitas adalah sebuah keniscayaan yang harus  diprioritaskan pelaksanaannya. Dan sebagai bentuk kepedulian perusahaan geothermal PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD).yang lokasinya kerjanya berada di desa Segamit, Semende Darat Ulu (SDU) Muara Enim, yang masyarakatnya adalah petani kopi juga bertekad untuk meningkatkan produktivitas kebun kopi dimaksud.

SUPREME ENERGY BINA PETANI

Dengan menggandeng para tenaga akhli pertanian Unsri sejak 2014 lalu sebagai program CSR dilakukanlah pembinaan para kelompok tani kopi yang berada di dusun Rantau Dedap, Segamit dan desa Tunggul Bute. Bagaimana agar tanaman kopi (Robuscha dan Arabika) perlu asupan air yang cukup, sistim penyetekan yang benar, pemupukan yang tepat dengan jarak tanam yang baik sehingga tekad untuk meningkatkan produktivitas per (Ha) lahan dapat tercapai. Para kelompok tani tersebut dibimbing secara teori dan praktek.

Bahwa perlu adanya lubang biopori yang cukup agar tangkapan air sempurna, diperlukan diameter lubang dengan kedalaman tertentu dilakukan praktek langsung di sela-sela pohon kopi. Begitu juga praktek pembuatan setek di setiap pohon dilakukan oleh para pembimbing pertanian dengan sabar sehingga para kelompok tani mampu menyerap dan melaksana kannya di kebunnya masing-masing..Dari penuturan petani, sejak ikuti bimbingan telah dirasakan perubahan produksi kopi menjadi 2x lipat lebih dari biasanya. 

xxxxx

YOO NGUPI KUDAI,

Dihampir semua rumah tangga di daerah Semende, tawaran “ngupi kudai” (seruput kopi) adalah sesuatu yang membudaya. Kalau tak percaya, datanglah ke desa Segamit Semende Darat Ulu (SDU) kabupaten Muara Enim. Dengan ramahnya warga yang kita kenal itu mengajak mampir sembari berucap “ngupi kudai” dan begitu kita singgah secepat itu pula sang ibu atau (terkadang) anak gadisnya menyajikan kopi hangat yang aromanya mengundang selera.

Begitu selesai kita ngobrol dengan tuan rumah, diujung tangga turun kita telah disambut oleh tetangga sebelahnya lagi dengan tawaran yang sama “ngupi kudai” dan begitulah seterusnya ; singgah di lima rumah dapat dipastikan lima gelas pula kopi hangat itu menjadi santapan. Bahkan ada pula kebiasaan kaum ibu di Semende yang gemar menghisap rokok kretek sembari menyeruput kopi menemani tamunya.

Hal itu, didaerah yang berhawa dingin justru menambah semangat kerja.Dan terkadang mereka merokok sambil bekerja, menyiangi ladang, membersihkan buah segar hasil panen lalu menjemur kopi yang telah digiling kulitnya.. Dan hal itu sudah menjadi kelaziman penduduk yang bermukim di daerah pegunungan berhawa dingin yang rata-rata mereka bertani dan bermukim dilokasi ketinggian 1.500 – 1700 m dari permukaan laut (mdpl).

Bagi yang belum pernah atau belum biasa  ke daerah Semende ini tentu merasakan dingin yang amat sangat, terlebih lagi dimalam hari, perlu betul jacket, jas atau selimut tebal. Suhu rata-rata pada malam hari sekitar 8 derajat yang boleh jadi pada orang tertentu membuat bibir dan telapak kaki menjadi pecah-pecah

xxxxxxxxxc

Budaya “ngupi kudai” inilah yang secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat Semende yang daerahnya kini semakin terkenal kemanca negara karena adanya sumber panas bumi disepanjang Bukit Barisan. Sejak tahun 2008  telah dilakukan survey panas bumi (geothermal) oleh perusahaan Swasta dan BUMN. Diawali dari daerah Lumut Balai Semende Darat Laut (SDL) Muara Enim oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan kemudian disusul oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) tahun 2014 di desa Segamit Semende Darat Ulu (SDU).

Kedua daerah yang menjadi proyek panas bumi ini kelak  merupakan daerah penghasil Energy Listrik terbesar. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang ada menjadi tangguh dikarenakan adanya hutan kawasan yang terjaga baik, terhindar dari perambahan. Merupakan energy baru dan terbarukan, serta akrab lingkungan karena uap yang dihasilkan merupakan proses pemanasan air oleh magma didalam perut bumi.

Dan sejak Agustus 2019 PT PGE telah membuktikan kiprahnya dengan memproduksi listrik tahap 1 sebesar 55 MW, akan disusul PT SERD tahun 2021 insyaAllah dengan produksi listrik tahap awal 92 MW yang tentu saja nantinya akan terus berlanjut dengan tahap-tahap produksi berikutnya.

AYO BANTU, JANGAN GANGGU

Itulah pesan penting yang disampaikan berulang-ulang oleh Bupati Muara Enim sejak pak Kalamudin Jinab (alm), diteruskan pak Muzakir Sai Sohar hingga Plt. Bupati H.Juarsah : agar warga masyarakat membantu dan jangan mengganggu kelancaran proyek panas bumi ini. Karena beliau tahu persis bahwa Proyek Vital Nasional (provitnas) seperti panas bumi ini harus didukung sepenuhnya dan telah menjadi keharusan bagi segenap stakeholder memberikan jaminan agar kegiatan proyek berjalan baik dan lancar.

Terlebih lagi kewajiban ini tertuang didalam Kepres No.63 tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional yang bertitik berat kepada pencegahan  potensi gangguannya. Karena adanya proyek investasi semacam PLTP ini tentu penyerapan tenaga kerja lokal cukup banyak. Terutama SDM yang ada di desa-desa kecamatan terdekat SDU, Kota Agung dan Dempo Selatan dalam kurun waktu 2018 – 2020 saja lebih dari 800 orang bekerja di proyek. 

Kemajuan ekonomi masyarakat desa/kecamatan bertambah dan lebih terlihat nyata dengan meningkatnya perputaran uang dari sumber penghasil pekerja, sewa rumah, kegiatan kuliner warga, konpensasi kebun dan berbagai aspek ekonomi lainnya ikut  bertambah dan berputar (added value).

xxxxxxxxx

Untuk kegiatan Panas Bumi itu telah ada UU yang menaunginya yakni UU No.27 tahun 2003 yang diperkuat lagi dengan UU No.21 tahun 2014 bahwa, gangguan dan rintangan terhadap kegiatan proyek Panas Bumi (produksi tidak langsung seperti PLTP) yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dapat dikenakan sanksi pidana 7 tahun kurungan dan pidana denda 70 M (pasal 74).

Dan sebaliknya, jika proyek panas bumi ini berjalan baik dan lancar sehingga berhasil memproduksi listrik yang diharapkan maka sesuai UU tersebut diatas menjamin income daerah (selain pajak) akan memperoleh pula  Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang akan dibagikan kepada Pemerintah Pusat 20%,  Pemda Provinsi 16 %, Kabupaten/Kota penghasil 32% dan sisanya 32% untuk Kabupaten/Kota tetangga (pasal 30).

Dengan demikian, tentu pesan-pesan Bupati yang selalu disampaikan berulang-ulang disetiap kesempatan semata-mata ingin mewujudkan pembangunan daerah bagi kesejahteraan masyarakatnya. Ayo bantu, jangan ganggu !!. Kalau tidak kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi ***)..goeril

≠===========================

GOERIL (17)  : “MENGENANG : SATU ABAD BATU BARA TANJUNG ENIM”

SEBAGAI KATA ORANG BIJAK, bahwa mengenang perjuangan para sesepuh kita terdahulu adalah sebuah keniscayaan yang dapat menginspirasi para penerusnya untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis menjadi lebih baik lagi. Dan hal itu terjadi pula kepada batu bara yang banyak tersimpan di bumi Serasan Sekundang, persisnya di Tanjung Enim.
Pada periode tahun 1923 hingga 1940, Tambang Air Laya yang dikelola perusahaan Belanda mulai menggunakan metode penambangan bawah tanah. Dan pada periode tersebut mulai dilakukan produksi untuk kepentingan komersial, tepatnya sejak tahun 1938. Namun sebelum itu batu bara telah dimanfaatkan oleh warga masyarakat Tanjung Enim sebagai bahan bakar di dapur-dapur keluarga. Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan tingkat kecerdasan berfikir anak-anak pada zamannya lebih fokus memaksimalkan usaha untuk hidup lebih baik, apalagi kehidupan dimasa penjajahan yang serba sulit. Perlu usaha yang kreativ.

Adalah kakek buyut kami yang nama kecilnya Rebangun, lahir pada tahun 1838 didesa Asam Kelat (sekarang Singapure) Ogan Komering Ulu yang dimasa balitanya menjadi yatim kemudian dibawa hijrah oleh buyut perempuan mengikuti buyut laki sebagai “sambungan” di Tanjung Enim. Dan di Tanjung Enim inilah kakek Rebangun yang masih balita memperoleh saudara tiri 2 orang yakni Renajab dan Benasib sebagai buah perkawinan buyut perempuan dari Ogan tersebut.
Kakek Rebangun yang kian besar mampu mengasuh adik-adiknya dengan baik, dilatihnya belajar berenang di sungai Enim dan dengan imajinasinya dia mulai tertarik dengan adanya lapisan batu berwarna hitam ditepi dan didasar sungai Enim. Dan dicobanya menggali batu bara yang tersingkap oleh gerusan air sungai yang bening selalu deras mengalir.
Dari tangan-tangan mereka terkumpul batu bara yang bermutu bagus cukup banyak Lalu dimasa remajanya itu pula kakek Rebangun mengajak adik-adiknya membuat rakit bambu dan memuatinya dengan batu bara yang digali dipinggir sungai tersebut untuk dibawa berlayar ke Palembang mengarungi sungai Enim, Lematang dan Musi. Pelayaran disungai yang cukup melelahkan hingga 10 hari lebih, namun tak menyurutkan semangat ketiga remaja tersebut. Dan di Tanggo Buntung Palembang rakit bambu yang dinachodai kakek Rebangun dibantu adik-adiknya mendarat.
Batu bara dibeli oleh Wan Abud saudagar Arab dan bambu-bambunya dibeli oleh Toke Cina Atjuan yang memproduksi lampion di kawasan Tanggo Buntung. Demikian masa mudanya kakek Rebangun dan adik-adiknya berjuang dan berikhtiar dibidang perdagangan guna mendapatkan gulden Belanda pada masa penjajahan itu. Diusia 20 tahun kakek Rebangun telah berkeluarga dengan mempersunting gadis pujaannya dari Muara Enim. Menurut catatan keluarga bahwa nenek adalah dari rumpun keluarga Pangeran Danal yang kala itu sangat disegani Belanda.

Dari perkawinan kakek Rebangun dengan nenekda dari Muara Enim inilah lahir putra putrinya sebanyak 3 pasang yakni : Damang (sulung), Nangcik dan Tjik Olah (bungsu) serta 3 saudara perempuan lainnya. Sejak itulah kakek Rebangun makin dikenal oleh pemerintah dan pengusaha Belanda karena usaha penjualan batubaranya dengan rakit berhasil baik dan lancar sehingga kekek menjadi pengusaha batu bara yang sukses dan bonafide kala itu. Dan beberapa tahun kemudian sekitar tahun 1860an kakek terpilih sebagai Kerio Tanjung Enim dan saking lamanya beliau menjabat (lebih dari 35 tahun) predikat nama beliau menjadi Rebangun Kerio. Sebutan Kerio itu menjadi merek dagang kakek sebagai pengusaha batubara yang sukses.
Sebelum kemerdekaan kakek Rebangun Kerio pergi haji katanah suci dengan kapal laut masa itu memerlukan waktu sekitar 4 bulan perjalanan. Sepulangnya ketanah air kembali kakek Rebangun mendapat “gelar baru” sebagai H. Abdurahman yang mampu pula memotivasi putra putrinya untuk berhaji selagi usia muda.
Salah seorang putra kakek Rebangun Kerio ini adalah siputra bungsu yang bernama Tjik Olah berhasil pula melanjutkan usaha batu bara sang ayah yang selama bertahun selalu ikut berlayar dengan rakit bambu ke Palembang. Seusai menjual habis batu bara berikut rakitnya, sang putra bungsu dan kakek Rebangun selalu setia pulang ke Tanjung Enim dengan naik sepur dari Kertapati. Perjalanan rakit hampir 13 hari ditambah perjalan sepur kala itu hampir pula 3 hari menjadikan kesibukan tersendiri bagi Tjik Olah muda yang pada usia 20 tahun pula berhasil mempersunting seorang gadis nan jelita dari desa tepi Lematang yakni, Penanggiran yang menjadi ibu kandung penulis.
Ibunda Mursihu, bukan perempuan biasa.Dia sangat patuh dan setia kepada suami dan Dia gigih pula mengasuh, membesarkan anak-anaknya sebanyak 10 orang. Namun dengan kesibukan itu tidak mengurangi aktivitasnya untuk membantu suami yang kala itu telah menjadi pegawai TABA dan tidak lagi dapat melakukan penjualan batu bara dengan rakit.

Ayahda yang pegawai merangkap petani dan ibunda yang petani merangkap pedagang selalu rukun dan damai. Hal ini terjadi sejak penambangan batu bara secara komersil oleh TABA dengan dibukanya Tambang Air Laya sekitar tahun 1930an dalam masa penjajahan.
Ayahda terpaksa rela menjadi pegawai TABA namun Ayahda turut memperjuangkan kemerdekaan dengan menjadi kader PNI yang selalu menyuarakan kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik yang di pimpin sang proklamator Bung Karno dan Bung Hatta. Dan di Sumatera Selatan ayahda Tjik Olah selalu mengikuti gerak langkah perjuangan Dr. A.K Gani yang gigih berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Dan dimasa-masa perjuangan itulah kaum politisi seperti ayahda sering ditangkap Belanda dan internir seperti Bung Karno.
Ayahda diinternir dibeberapa tempat seperti pernah di Bengkulu dan pernah pula di Boom Baru Palembang. Bahkan sewaktu kelahiran putranya yang ke 8 (Muhammad Goerillah) tahun 1950 yakni masa agressi Belanda ke 2 ayahda kala itu (sejak Agst 1949) masih diinternir di Boom Baru sehingga kelahiran putra ke 8 itu ibunda Mursihu berjuang dalam kesendirian antara hidup dan mati. Kebetulan pula musim durian kala itu, ibunda secara adat ditugasi menunggu durian jatuh dikebun Pugok diseberang Lematang (Tanjung Pandan) dengan didampingi oleh putranya yang kedua (Muhammad Thamrin) yang kala itu baru berusia 13 tahun masih SMP (sore).
Persis dibulan Maulud itu tanggal 8 Januari 1950 putra ke 8 itu lahir dengan keadaan yang serba darurat ditengah kebun durian, jauh dari fasilitas kesehatan, jauh dari bidan apalagi dokter. Sanitasi apa adanya saja, hanya Allah yang memberinya kemudahan.Dengan usaha dan perjuangan sang kakak Thamrin sang dukun berhasil dijemput dengan perahu menyeberang sungai Lematang karena bidan desa itu dari Ulak Bandung.
Dengan berperahu, si Thamrin kecil mendayung menyeberangi Lematang. Alhamdulilah kelahiran yang diridhoiNya berjalan baik dan lancar. Tembuni dan ari-ari sang putra dibersihkan dan dihanyutkan di sungai Lematang yang tenang mengalir.
Pada awal tahun 1955, kala itu usia penulis baru 5 tahun kakek Rebangun tercinta wafat dalam usia 117 tahun menyusuli nenek yang wafat dalam usia 105 tahun. Kakek Rebangun Kerio selalu kami kenang. Walau usia penulis masih tergolong anak-anak kala itu, tapi ada suatu ungkapan kata yang terngiang ditelinga “cucungku goerillah, jadilah jeme besak yooo “ dan selalu kata-kata itu penulis ingat bak pepatah; tak lapuk dihujan dan tak lekang dipanas. Demikian jika kata-kata bersayap itu dibisikkan dengan ikhlas dan doa tentu menjadi berkah diperjalanan hidup seorang cucu. ***) goeril

=========================

GOERIL (16) : GUNUNG PATAH, TEMPAT SUPREME BERKIPRAH

Oleh : Muhammad Goeril (pemerhati lingkungan)

BAK SYAIR LAGU, kegunung engkau ikut dan kelembah engkau turut benar-benar menginspirasi penulis untuk membuat catatan dan menceritakan tentang kiprah Supreme Enegy Rantau Dedap (PT SERD) yang sejak Februari 2014 melakukan kegiatan pemboran dikawasan Bukit Jambul – Gunung Patah. Dan kalau kita memandang dari arah Timur, dari dusun Rantau Dedap desa Segamit kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) kabupaten Muara Enim terlihatlah Gunung Patah yang gagah. Walau runcingnya gunung telah hilang sejak berabad lalu namun kecantikannya memaksa kita akan terus terusan memandangnya. Tentu berbeda jika gunung Patah ini dilihat dari arah Barat Bengkulu yang terkenal sebagai Bumi Raflesia.

Barangkali tak banyak yang tahu kalau Bengkulu memiliki gunung yang masih diliputi dengan banyak misteri. Kebanyakan mungkin lebih kenal Gunung Berapi Bukit Kaba yang terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Gunung yang kerap menjadi wahana pendakian bagi pencinta alam tersebut memiliki ketinggian sekitar 1.938 meter di atas permukaan laut.

Namun, kita tidak boleh mengabaikan gunung tertinggi yang ada di Bumi Raflessia. Gunung tersebut adalah Gunung Patah dengan tinggi 2.817 meter di atas permukaan laut. Tak kalah dengan Bukit Kaba, gunung yang berada di garis perbatasan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan menarik untuk ditelusuri. Apalagi lokasinya tepat di dalam kawasan hutan lindung Raje Mendare yang merupakan sumber mata air bagi dua provinsi.

Dengan elevasi 2.852 m, pada kordinat 4. 27S 103.30E dijajaran Bukit Barisan Sumatera maka Gunung Patah ini berpotensi juga sebagai tujuan wisata terutama bagi para pencinta alam pendaki gunung.

Namun bagi perusahaan geothermal seperti PT SERD maka gunung Patah ini menjadi salah satu daerah penghasil uap panas bumi yang kelak akan dikelola dengan baik untuk menghasilkan listrik yang telah ditarget sebesar 2 x 110 MW sebagai tahap awal. Dan potensi tersebut telah dapat dibuktikan dengan telah selesainya pemboran 6 sumur uap tahap eksplorasi tahun 2014 – 2016 yang kemudian dilanjutkan lagi dengan pemboran lebih dari 10 sumur eksploitasi (pengembangan) pada 2018 – 2020.

Sejalan dengan pemboran sumur-sumur dimaksud, dilakukan pula kegiatan konstruksi Geothermal Power Plant (GPP) dengan mendatangkan peralatan GPP berupa turbin, seperator, pipa-pipa steam line dan generator listrik.

Sementara itu pula PLN Sumsel melakukan pembuatan dan pemasangan tower transmisi dari lokasi GPP ke gardu induk pembantu di desa Tanah Abang Semende Darat Laut (SDL) kabupaten Muara Enim.

Kegiatan proyek yang melibatkan perusahaan besar dan berpengalaman seperti PT Plumpang Raya Anugerah (PT PRA) yang menangani pemboran, PT Rekayasa Industri (PT Rekind) yang menangani konstruksi GPP dengan para subkontraktornya yang telah mampu menyerap lebih dari 800 orang pekerja lokal dari 2035 orang pelamar. Hal ini memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan daerah kabupaten dan kota terdekat seperti Muara Enim, Lahat dan kota Pagar Alam.

Selanjutnya nanti proyek ini akan dikelola langsung oleh PT SERD selama 30 tahun yang tentu saja kegiatan ini akan menambah pasokan listrik nasional yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 MW. Dan bagi daerah akan memperoleh bagian dari Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai aturan yang telah tercantum didalam UU Panas Bumi.

Dan saat ini PT SERD telah menyelesaikan tahap eksplorasi dan eksploitasi yang insyaAllah akan memasuki tahap pemanfaatan produksi pada tahun depan (2021) dengan tahap output awal sebesar 92 MW yang akan disusul dengan tahap-tahap berikutnya.

Dengan demikian maka arus income perusahaan mulai mengalir sebagaimana arus listrik yang merambat dikabel-kabel listrik, ditower-tower milik PLN hingga keperalatan konsumen dikota dan desa-desa. Dengan demikian kewajiban perusahaan membayar PNBP kepada negara mulai dilakukan sehingga proses pembagiannya ke pemda kabupaten dan Kota terlaksana pula sesuai mekanisme yang ada.

Seperti yang kini telah diberikan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) kepada pemda kabupaten Muara Enim ditahun anggaran 2020 sebesar 34 % PNBP adalah suatu contoh nyata. Dan tentu saja nilai tersebut akan dapat dipakai membiayai program pembangunan daerah. Kalau PGE telah berproduksi sejak 2019 maka mari kita dukung dan doakan PT SERD agar dapat berproduksi tahun depan. Amiiin yaa Rabbal alamiiin. **) goeril
BAK SYAIR LAGU, kegunung engkau ikut dan kelembah engkau turut benar-benar menginspirasi penulis untuk membuat catatan dan menceritakan tentang kiprah Supreme Enegy Rantau Dedap (PT SERD) yang sejak Februari 2014 melakukan kegiatan pemboran dikawasan Bukit Jambul – Gunung Patah. Dan kalau kita memandang dari arah Timur, dari dusun Rantau Dedap desa Segamit kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) kabupaten Muara Enim terlihatlah Gunung Patah yang gagah. Walau runcingnya gunung telah hilang sejak berabad lalu namun kecantikannya memaksa kita akan terus terusan memandangnya. Tentu berbeda jika gunung Patah ini dilihat dari arah Barat Bengkulu yang terkenal sebagai Bumi Raflesia.

Barangkali tak banyak yang tahu kalau Bengkulu memiliki gunung yang masih diliputi dengan banyak misteri. Kebanyakan mungkin lebih kenal Gunung Berapi Bukit Kaba yang terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Gunung yang kerap menjadi wahana pendakian bagi pencinta alam tersebut memiliki ketinggian sekitar 1.938 meter di atas permukaan laut.

Namun, kita tidak boleh mengabaikan gunung tertinggi yang ada di Bumi Raflessia. Gunung tersebut adalah Gunung Patah dengan tinggi 2.817 meter di atas permukaan laut. Tak kalah dengan Bukit Kaba, gunung yang berada di garis perbatasan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan menarik untuk ditelusuri. Apalagi lokasinya tepat di dalam kawasan hutan lindung Raje Mendare yang merupakan sumber mata air bagi dua provinsi.

Dengan elevasi 2.852 m, pada kordinat 4. 27S 103.30E dijajaran Bukit Barisan Sumatera maka Gunung Patah ini berpotensi juga sebagai tujuan wisata terutama bagi para pencinta alam pendaki gunung.

Namun bagi perusahaan geothermal seperti PT SERD maka gunung Patah ini menjadi salah satu daerah penghasil uap panas bumi yang kelak akan dikelola dengan baik untuk menghasilkan listrik yang telah ditarget sebesar 2 x 110 MW sebagai tahap awal. Dan potensi tersebut telah dapat dibuktikan dengan telah selesainya pemboran 6 sumur uap tahap eksplorasi tahun 2014 – 2016 yang kemudian dilanjutkan lagi dengan pemboran lebih dari 10 sumur eksploitasi (pengembangan) pada 2018 – 2020.

Sejalan dengan pemboran sumur-sumur dimaksud, dilakukan pula kegiatan konstruksi Geothermal Power Plant (GPP) dengan mendatangkan peralatan GPP berupa turbin, seperator, pipa-pipa steam line dan generator listrik.

Sementara itu pula PLN Sumsel melakukan pembuatan dan pemasangan tower transmisi dari lokasi GPP ke gardu induk pembantu di desa Tanah Abang Semende Darat Laut (SDL) kabupaten Muara Enim.

Kegiatan proyek yang melibatkan perusahaan besar dan berpengalaman seperti PT Plumpang Raya Anugerah (PT PRA) yang menangani pemboran, PT Rekayasa Industri (PT Rekind) yang menangani konstruksi GPP dengan para subkontraktornya yang telah mampu menyerap lebih dari 800 orang pekerja lokal dari 2035 orang pelamar. Hal ini memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan daerah kabupaten dan kota terdekat seperti Muara Enim, Lahat dan kota Pagar Alam.

Selanjutnya nanti proyek ini akan dikelola langsung oleh PT SERD selama 30 tahun yang tentu saja kegiatan ini akan menambah pasokan listrik nasional yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 MW. Dan bagi daerah akan memperoleh bagian dari Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai aturan yang telah tercantum didalam UU Panas Bumi.

Dan saat ini PT SERD telah menyelesaikan tahap eksplorasi dan eksploitasi yang insyaAllah akan memasuki tahap pemanfaatan produksi pada tahun depan (2021) dengan tahap output awal sebesar 92 MW yang akan disusul dengan tahap-tahap berikutnya.

Dengan demikian maka arus income perusahaan mulai mengalir sebagaimana arus listrik yang merambat dikabel-kabel listrik, ditower-tower milik PLN hingga keperalatan konsumen dikota dan desa-desa. Dengan demikian kewajiban perusahaan membayar PNBP kepada negara mulai dilakukan sehingga proses pembagiannya ke pemda kabupaten dan Kota terlaksana pula sesuai mekanisme yang ada.

Seperti yang kini telah diberikan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) kepada pemda kabupaten Muara Enim ditahun anggaran 2020 sebesar 34 % PNBP adalah suatu contoh nyata. Dan tentu saja nilai tersebut akan dapat dipakai membiayai program pembangunan daerah. Kalau PGE telah berproduksi sejak 2019 maka mari kita dukung dan doakan PT SERD agar dapat berproduksi tahun depan. Amiiin yaa Rabbal alamiiin. **) goeril

============================

GOERIL (15) : “MENGENANG 9 ZULHIJAH DI JOMARAT AQOBAH”

Persis pada malam 1 Zulhijah mimpi saya ditanah suci memesankan agar jangan lupa menyembelih qibas. Dan istriku setuju agar penyembelihan dilakukan di tanah air untuk disaksikan keluarga dihalaman mesjid terdekat Al Falah. Putra ketiga Wedha Syailendra memesan 2 ekor qibas sesuai isi pesan dlm mimpi.

Hari2 di bulan Zulhijah itu berjalan dg cepat. Wukuf di Arafah 8 Zulhijah terasa pilu dan syahdu, derai air mata deras sekali. Sesama jamaah di regu 1 kloter 17 dimusim haji 2003 tsb menyimpan kesan dalam sekali tanpa tahu dg makna syahdu yg bakal tetjadi besok pagi.

Mabid di Musdalifah, dg mengumpul batu kerikil dlm keremangan malam membuat persaan gundah tak tertahan. Karena entah mengapa para pembimbing haji (h.Luqman & h.Masri) memaksakan lewat tengah malam jalan kaki ke Mina. Lelah sekali.

Bukan karena jauh, tapi krn barang bawaan yg berat dg jalan yg krodit lalu lalang bus para jamaah serasa menerbangkan semangat. Dan ternyata menjelang shubuh tiba di Mina kami tersesat mencari maqtab tempat menginap. Disitu, ditanah suci jgn lah pembimbing berucap pongah walau telah 17x ketanah suci. Sungguh jgn sekali.

Dan sekali lagi, pesan penting agar jemaah Asia Timur tidak melakukan melontar Jumarat Aqobah sebelum Zohor dilanggar oleh pembimbing. Kami diajak melontar di hari pertama 9 Zulhijah itu seusai Dhuha dan benar kejadian tragis terjadi kira2 pukul 8.45 Waktu Arab Saudi.

Barisan kloter 17 dari Prabumulih itu bergerak menuju Jumarat Aqoba tertahan oleh arus balik para jemaah dari Afrika yg besar, tinggi dan kuat. Persis didepan Jumarat Aqoba itu kami terhimpit oleh desakan jamaah Afrika, saya mendengar suara spt kerupuk diremas dan saya beserta istri terjatuh.

Saya tertelentang diatas tumpukan jasad para jemaah Turki sedangkan istri saya tertelungkup disamping saya. Doa terlontar cepat dan istriku mampu bangkit dan menarik saya berdiri. Dan berkat doa yg diijabah Allah Swt itu juga kami berdua seakan terlempar keluar dari himpitan dan kerumunan para jamaah.

Alhamdulilah dg sujud syukur berkali kali kami berurai air mata di dalam peristiwa tragis yg menyebabkan fataliti mencapai lebih dari 200 orang. Rombongan kami dari Prabumulih mengalami korban langsung 17 orang meninggal ditempat. Inna lilahi wainna illahi rojiun.

Dikebumikan langsung di tanah suci sbg syahid. InsyaAllah mendapat balasan terbaik di Syurga. Amiin yaa rabbal alamiin. ……

Kehilangan 17 orang dalam waktu sekejap itu sungguh tragis dan kami yang tersisa menangis sejadi-jadinya di pondokan haji Mina. Suami yang kehilangan istri, begitu juga sebaliknya menangis dg ratapan pilu. Dan kami terus mencoba menyejukkan hati mereka bahwa jaminan Allah Swt sungguh tiada tara bahwa balasan syahid dlm berhaji yg mabrur hanyalah surga.

Dan akan halnya mimpi tentang 2 ekor qibas sbg pengalaman pribadi saya bersama istri benar2 menjadi bukti kemaha kuasaan Allah. Persis waktunya kami terjatuh usai melempar jumroh Aqoba. Yakni sekitar pukul 9 waktu Mina, persis sama waktunya saat qibas kami disembelih di halaman Mesjid Alfalah Jatiwaringin Asri.

Hal itu menggambarkan kami berdua yang terhimpit dan terjatuh didepan Jamarat Aqoba. Subhanaulah, Allah huakbar hanya amalan kitalah yang diganjarNya seketika, berkat ikhlas ibadah tentu dan ridho rahmatnya Sang Khaliq. Dan wajar pula bila kerinduan ketanah suci menyeruak dalam benak sehingga 2 tahun kemudian kami kembali dengan program Umroh bersama para artis Lilis Karlina dan kawan2. ***) goeril

===========

GOERIL (14) : “DESA DAN KELURAHAN, SAMA SAJA”

BAGAI TEMBANG Broery Pesolima dalam syair lagunya yang populer : “ … kau dan aku, sama saja … “ begitulah sesungguhnya antara desa dan kelurahan. Hanya persentase kelurahan tergambar lebih baik karena berada didalam wilayah hukum Kota (madya) yang notabene sebutan kelurahan terpaksa melekat. Padahal bila diamati keadaan yang ada, terutama dari akibat pengembangan suatu daerah Kabupaten yang status Kecamatannya berubah menjadi Kota administratif lalu kemudian berubah menjadi Kota (madya) sesungguhnya tidak selalu diiringi dengan perubahan keadaan desa-desa yang ada menjadi lebih baik terlebih dulu.

Kota Pagar Alam misalnya, yang memisahkan diri dari Kabupaten Lahat sejak 2 dekade lalu ternyata memiliki sekian banyak desa yang masih tergolong sangat tertinggal namun karena perubahan status harus rela menyandang predikat kelurahan. Ya…, apa boleh buat. Dan mau tidak mau karena status itu, terpaksa terpisah dari 74.000 desa yang sejak 4 tahun lalu memperoleh dana desa yang lumayan besar.

DANA DESA yang digelontorkan pemerintah pusat sejak 4 tahun lalu merupakan wujud kepedulian kepada desa yang merupakan realisasi dari program Nawacita pemerintan Jokowi untuk mengakselarasi pembangunan. Dan terbukti hingga saat ini lebih dari Rp.187 Triliun terealisir yang untuk tahun 2019 akan bertambah Rp.70 triliun lagi.

DESA KITA HARAPAN BANGSA
Selama 4 tahun itu saja terbukti manfaatnya sangat besar bagi kemajuan desa. Program pengentasan kemiskinan didesa terjadi dengan baik sehingga lebih dari 1,2 juta penduduk dapat terangkat menjadi pra sejahtera. Penurunan tajam stunting dari 37 % menjadi 30 % berhasil dicapai. Dibidang infrastruktur lebih dari 95.000 Km jalan desa dan 914 jembatan telah selesai dibangun di 74.000 desa yang ada. Sejumlah 22.000 KK mendapat akses air bersih, dengan tambahan 2.200 perahu kecil untuk desa-desa tertentu. Untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat diselesaikan pembangunannya sebanyak 14.000 unit dan Polindes sebanyak 4.100 unit berikut pasar desa sebanyak 3.100 unit pula. Demikian seperti diungkapkan oleh Presiden RI Bapak Jokowi dalam suatu acara di Tanggerang bulan lalu (4/11).

Bangsa yang kuat tentu lahir dari desa-desa yang ada, karena dari desa itu telah terbukti lahir anak-anak yang cerdas . kuat dan berprestasi. Hampir seluruh pemimpin negeri ini berasal dari desa, atlit berprestasi dalam Asian Games juga dari desa dan begitu juga artis-artis terkenal yang sekarang berada di Kota, awalnya dari desa. Dan kita harus bangga dengan desa-desa kita.

Karena dari desa juga hasil pertanian yang subur itu dapat berada di Super Market dan Mall. Dan begitu juga hasil tambang dinegeri ini, baik fosil maupun non fosil seperti Panas Bumi dirangkul dan dijaga oleh desa-desa sekitarnya. (Tampak para Kades mengikuti sosialisasi).

KELURAHAN JUGA HARAPAN KITA
SEMPAT WACANA pemerintah untuk memberikan perhatian kepada 8.122 kelurahan di Nusantara mendapat tanggapan yang negatif dari berbagai fihak yang belum memahami keadaan yang sesungguhnya. Kelurahan seolah-olah keadaannya selalu dipersepsikan lebih baik dari desa, ternyata tidak. Dan pemerintah telah memetakan kondisi kelurahan ditanah air dalam 3 kelompok; yakni kelurahan yang memang sudah baik, kurang baik dan kelurahan yang tertinggal.

Khusus untuk kelurahan yang berstatus kurang baik dan kelurahan tertinggal yang ada tentu menginginkan kucuran dana yang setidak-tidak sama besarnya dengan desa sehingga tujuan akselerasi pembangunan dalam Nawacita dapat merata. Dan niat baik pemerintah ini telah diprogramkan untuk tahun 2019 anggarannya sebesar Rp.3 Triliun yang akan dikucurkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Kota (madya). Dana ini sifatnya merupakan tambahan dari dana yang telah diberikan oleh APBD Kota sebagai penyeimbang kebutuhan kelurahan (matching grants). Demikian seperti yang dikemukan oleh Menteri Keuangan RI Ibu Sri Mulyani di Bogor bulan Nopember lalu.

Tentu saja harapan kita agar dana kelurahan ini terus berlanjut terutama bagi kelurahan yang masih tertinggal yang kelak akan menjadi lebih baik demikian juga status keluran yang kurang baik hendaknya dengan cepat mengejar predikat kelurahan yang sudah baik. Dan tentu saja hal ini terkait kepada kebijakan pemerintah yang mau faham dan mengerti bagaimana penjabaran butir demi butir Nawacita dimaksud. Yang pasti bahwa pemerintahan Jokowi perlu kita dukung agar berlanjut program-program yang mengantarkan kita kepada tercapainya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Didesa dan dikelurahan sama saja. ***) goeril

===============================

GOERIL (13) : “MENEPIS BUDAYA SETORAN”

BUDAYA yang merupakan alat ukur bagi kemajuan suatu bangsa telah diisyaratkan oleh Rasullulah Muhammad, SAW dalam salah satu pesannya “ tuntutlah ilmu, sampai kenegeri China “. Berati, begitu telah terkenalnya negeri yang satu ini pada 14 abad yang lalu, sampai-sampai Baginda Rasul mengeluarkan pesan penting bagi ummatnya, agar selalu belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, bahkan kalau perlu harus menyeberang lautan nun jauh disana. Yang bisa dibayangkan, negeri China dibelahan bumi paling Timur yang untuk mencapainya perlu transportasi yang kala itu hanya ada kapal laut, tentu tidak mudah. Namun pesan Rasul itu ternyata mampu dilaksanakan oleh para sahabat dan pengikutnya, melalui usaha berdagang sambil menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah yang penuh kedamaian.

Dengan usaha dagang kepelosok negeri itu, terjadi interaksi sosial yang berkelanjutan sehingga secara tidak disadari terjadi pertukaran budaya antar bangsa. Penyebaran agama Islam yang terkenal di Nusantara, adalah melalui saudagar-saudagar Arab dari Gujarat yang telah memeluk Islam. Berlayarlah mereka kepelosok negeri, antara lain mendaratlah kapal-kapal dagang dari Gujarat itu ke Swarna Dwipa. Seperti di Aceh, penyebaran agama dan budaya Islam terjadi dan berkembang pesat hingga terbentuknya kerajaan Islam yang peninggalan masa kejayaannya terbukti masih ada seperti Samudra Pasai, Sultan Iskandar Muda dll.

Dari kedua rumpun bangsa (Arab dan China) yang datang ke Nusantara pada dasarnya memberikan pengetahuan dan ajaran filosofis tentang achlaq dan tata cara dalam berdagang didasari kesucian dan kejujuran untuk memperoleh keuntungan yang wajar. Masing-masing bersumber dari ajaran agama yang mengakar dalam kehidupannya sehari-hari. Dan tidak ada sedikitpun ajaran agama yang suci itu membolehkan cara-cara menyimpang bahkan sistem jual beli secara Islam dan bayar zakat dilengkapi dengan ikrar ijab qobul yang jelas, berarti sama-sama ikhlas. Jelas dalam konteks ini diajarkan etika jual beli bersyariat hukum agama.

SETORAN ITU APAAN SICH ?
Yang tentu saja secara semantik didifinisikan orang sebagai penyampaian uang atau barang dari kaum rendahan kepada kaum yang lebih tinggi yang zaman dulu disebut upeti. Atau lebih kongkrit lagi (secara positif) dapat diartikan kini sebagai suatu kewajiban warga negara kepada pemerintah. Ambil contoh; setoran pajak misalnya, merupakan penyampaian kewajiban suatu badan (perusahaan misalnya) atau individu kepada pemerintah sehingga hasil pengumpulan setoran pajak ini menjadi salah satu unsur pendapatan asli daerah maupun pemerintah pusat yang kelak akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program pembangunan infra struktur dll. Terbukti dengan setoran pajak, cukai tembakau dll menjadi andalan pembangunan.

Dengan demikian maka istilah setoran disini, positip bentuknya dan sesuatu yang positip tentu saja perlu didukung dasar hukum dan aturan yang jelas sehingga perlu dituangkan dalam undang-undang yang dilengkapi juga dengan berbagai penjelasan maupun peraturan pemerintah sebagai juklak dan juknisnya.
Namun berbeda halnya dengan bentuk setoran yang dikategorikan pungutan liar (pungli) yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Namun hal ini terbukti banyak dipraktekkan oleh para oknum pejabat di instansi dan lembaga formal maupun di lembaga-lembaga non formal yang umumnya dalam bentuk aturan “khusus” yang tidak jelas. Hal ini, awalnya hanya semacam saling pengertian saja, antara seorang bawahan kepada atasan misalnya. Bahwa, untuk dapat menduduki jabatan tertentu harus mampu menyetorkan sejumlah uang atau barang jenis lain sebagai substitusinya. Misalnya uang dapat diganti dengan barang kasar (barang berharga beneran) atau dapat juga dengan barang halus (wanita beneran). Dan hal ini telah menjadi budaya buruk dilapisan-lapisan tertentu.

Bahkan ukuran keberhasilan seseorangpun tidak lagi didasarkan kepada prestasi, melainkan setorannya lah sebagai ukuran. Boleh jadi sesorang karyawan itu mampu menyelesaikan suatu kerja proyek dengan menghemat anggaran, justru dia belakangan sekali naik pangkat dan bukan tidak mungkin bisa-bisa karena hemat anggaran dan nihil setoran akan mendapat meja kosong alias non job. Dan dilembaga tertentu bahkan dipraktekkan ilmu “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah , ada pula yang menerapkan “gantung palu” untuk suatu pengesahan APBD misalnya, maka merebaklah praktek suap tanpa malu-malu lagi. Kalau sudah begini budaya malu hilang, dan yang dikejar semata-mata uang. Walau dibanyak tempat terpampang poster yang berisi slogan yang mengharamkan suap atau setoran tapi semua itu tetap berjalan lancar menjadi kebiasaan, untuk menjadi koruptor.

SETORAN ALA TANAH ABANG
Pola dagang barang-barang di pasar kulakan terbesar di Jakarta itu, menerapkan symbol-symbol yang tidak semua orang mengerti. Selintas terdengar lucu, ayo-ayo bapak ibu “atasan seratus, bawahan limapuluh” dan ternyata hal ini punya makna bahwa, blous atas seharga seratus ribu rupiah, tapi untuk rock bawah dihargai lima puluh ribu saja. Terutama ibu-ibu yang sering belanja di Tanah Abang, sangat mengerti bahwa, yang dimaksud oleh sipenjual pakaian jadi itu demikianlah adanya.

Penerapan setoran tentu mengikuti trend Tanah Abang zaman now sekarang ini, biasanya pembagian setoran tidak mutlak sama. Persis gaya Tanah Abang, bila untuk atasan (Boz atau Ketua) 100 % tapi untuk bawahannya (Anggota) cukup separuhnya alias 50 % saja. Dan yang kita pernah dengar pula dalam persidangan korupsi terungkap kalau setoran dalam mata uang dolar Amerika disebut dengan Apel Amerika, namun bila setoran dalam bentuk nilai rupiah cukup dengan sebutan Apel Malang. Demikian juga untuk kreatifitas penyamaran nama penerima maupun pemberi setoran.

Agar susah ditebak oleh lembaga anti rasuah agar sulit terlacak jika telephone keduanya disadap, maka istilah-istilah keren seperti Mike Ghifer, Superman, Spiderman, Kapten Amerika, Badman dan lain sebagainya digunakan. Namun pepatah lama mengatakan, sepandai-pandainya tupai meloncat namun sekali waktu jatuh juga. Dan kini telah terbukti bahwa, banyak pejabat daerah (dari Gubernur hingga Walikota) tertangkap tangan terima suap pengurusan izin lokasi. Ketua dan Anggota lembaga tertentu tersandung masalah gratifikasi uang ketok palu, Hakim dan Panitera tertangkap tangan oleh KPK terima suapan dana dari yang berperkara dan sebagainya. Bahkan belakangan banyak yang kena ciduk KPK gara-gara pengakuan dan kesaksian terdakwa korupsi yang menyanyi merdu setelah berpredikat Justice Collaborator (JC). Hikmahnya jelas, bak menangkap ikan tapah dengan umpannya anak lele sangatlah tepat diterapkan.

AMPUHNYA PERLU DITEPIS
Dalam suatu organisasi, apakah dalam bidang politik, pemerintahan maupun perusahaan baik plaat merah, kuning maupun plaat hitam budaya setoran ini menjadi ukuran berhasil tidaknya seseorang menduduki jabatan basah di strata yang anggarannya besar. Penerapan budget oriented seakan memaksa agar anggaran yang telah disetujui Direksi perusahaan harus habis dalam waktu satu tahun anggaran berjalan. Walau secara terbuka dan jelas untuk jabatan tertentu, memerlukan keahlian tertentu maupun kopetensi tertentu namun semua itu bisa di kalahkan oleh keahlian seseorang itu “mencarikan dan menyetorkan” uang atau barang itu tadi, Dan bahkan, saking nekatnya kadang-kadang ada oknum tertentu mengabaikan resiko jabatan yang boleh jadi ada sanksi pidananya. Rupanya gaji besar yang telah diberikan oleh negara atau oleh perusahaan tempat dia bekerja tidak menjamin seseorang itu jujur dan tidak korupsi.

Ternyata kejujuran dan tidak korupsi itu menjadi barang langka dan bahkan keberadaanya akan dimusuhi oleh oknum koruptor. Sehingga suburnya praktek ini dimana-mana dan akan semakin ampuh jika lapisan atas organisasi (atasan) memang senang dan menginginkaan setoran dari bawahannya. Dan enggak usah heran jika kelompok ini berhimpun dalam satu kesatuan yang organisasinya sulit dimasuki orang lain yang tidak “sepaham” dan tidak sealiran korup. Fungsi internal audit kadang menjadi tumpul, karena kelompok ini punya cara-cara jitu menaklukkannya. Hanya saja kurang elok jika perbuatan jelek semacam ini disebut berjamaah. Lebih paas kalau disebut “keroyokan” mengemplang uang rakyat. Negara akan aman dan fokus mensejahterakan rakyatnya jika pemimpinnya amanah memegang janji dan sumpah. Sehingga semboyan : “kerja, yes. Setoran, No !” itulah yang harus dibudayakan sebagai prinsip. Syarat integritas seseorang untuk diangkat dan menduduki jabatan tertentu adalah mutlak, dan bukan hanya ditunjukkan kepada secarik kertas yang bernama “Fakta Integritas” itu saja tapi benar-benar rekam jejaknya Ybs itu benar-benar bersih.

Untunglah negara kita saat ini dipimpin oleh orang-orang yang bersih, dan untung pula ada KPK, sebagai lembaga anti rasuah yang sangat perlu kita dukung usaha dan perjuangannya guna menepis budaya setoran yang menjadi momok kehancuran bangsa ***). goeril

==================================

GOERIL (12) : “LINGKUNGAN, MEMAHAMI ATURAN AGAR HIDUP LEBIH NYAMAN”

Ancaman gunung berapi yang sering menebar abu vulkanik, dengan potensi meletus yang lebih besar antara lain disebabkan oleh tersumbatnya kubah-kubah lava sementara magma selaku dapurnya terus aktiv bekerja memproduksi uap panas. Kalau demikian, semestinya harus disadari  bahwa upaya mengalirkan uap panas dari dalam bumi secara terkendali adalah usaha yang tepat, yang elok dan aman.

Proses keluarnya uap dari perut bumi itu akan secara rutin melalui lubang-lubang kepundan yang ada. Atau yang lebih elok lagi, uap-uap panas itu dikeluarkan melalui lubang pemboran yang sengaja dibuat guna menyalurkan uap air panas dari dalam bumi secara terkendali dan bermanfaat.

Uap air panas, sekalipun belum sempurna (saturated steam) namun telah dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik kapasitas tertentu. Maka produksi listrik yang akan dihasilkan tentu bermanfaat bagi kehidupan kita. Untuk kebutuhan industri, rumah tangga, komunikasi maupun untuk  transportasi massal.

Saat ini pemerintah RI sedang mengupayakan agar dapat memproduksi listrik 35.000 Mw yang setara untuk kebutuhan lebih dari 1.000 Kabupaten / Kota di Indonesia.  Bahkan kebijakan pemerintah diberikan khusus untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal energy) kapasitas  5 – 220 Mw dengan berbagai kemudahan.

Demikian maha pentingnya, suatu keadaan itu teratur agar kita dapat menikmati keteraturan itu sebagai bagian dari kehidupan yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan telah menciptakan keteraturan tersebut, dari pengaturan tata surya, kehidupan mahluq semesta dan keteraturan musim silih berganti kesemuanya menunjukkan kebesaran dan keesaan sang pencipta.

Dan kepada kita dituntut agar mematuhi ketentuan yang telah teratur itu saja. Agar tidak merusak tatanan mahluq yang ada dihutan, baik fauna maupun floranya. Karena dengan mengganggu dan merusak tatanan yang telah ada seperti menebang pohon dihutan, atau memburu dan membunuh binatang yang ada di hutan   akan berakibat rusaknya ekosistem.

Banjir bandang terjadi, tanah longsor dimana-mana dan hama berupa ulat, semut atau belalang yang datang merusak pertanian dan kehidupan kita semata-mata terjadi akibat ulah kita,  diburunya predatornya dihutan seperti terenggiling, burung dan jenis binatang pemangsa lainnya. Sungguh akan  berakibat fatal kepada kenyamanan hidup kita.

ATURAN JALAN AKSES UNTUK UMUM
Seharusnya semua pemakai jalan mengetahui, bahwa jalan akses untuk umum alias jalan raya untuk dilalui kendaraan bermotor memiliki aturan yang baku. Selalu saja dilakukan upaya agar jalan raya dapat dilalui dengan aman, nyaman dan berestetika. Untuk kendaraan seperti mobil, motor dan sejenisnya memerlukan ruang yang cukup agar dapat dilalui dengan aman, tidak sampai tabrakan satu sama lain.

Untuk itulah diatur lebar badan jalan, bahu jalan dan parit jalan sehingga pemakai jalan dapat nyaman dengan menerapkan estetika yang benar. Kapan waktunya memotong dan mendahului kendaraan didepan dan kapan pula memberikan kesempatan kendaraan lain mendahului baik di tanjakan maupun di jalan lurus.

Menurut undang-undang tentang jalan No.38 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah (PP) No.34 tahun 2006, telah ditetapkan oleh pemerintah suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh pembuat jalan maupun oleh pemakai jalan bahwa jalan kabupaten yang menghubungkan satu kota ke kota lain, atau dari satu desa ke desa lain adalah 0,5 : 1,5 : 3,5 : 1,5 : 0,5. Hal ini berarti, bahwa jalan kabupaten itu terdiri dari parit sebelah kiri 0,5 m, bahu jalan kiri 1,5 m dan badan jalan 3,5 m. Demikian juga untuk bahu jalan kanan 1,5 m dan parit kanan jalan 0,5 m.

Dan ini ketentuan yang tertuang didalam undang-undang sehingga pada saat sipembuat jalan (Dinas PU Binamarga) di kabupaten selalu menuliskan ketentuan ini didalam plank proyek yang dibuat dan dipasang sedemikian rupa agar masyarakat mengetahuinya.

Berkat adanya jalan, banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh masyarakat maupun pemerintah. Arus barang dan jasa tentu akan lancar, kemudahan mencapai kota atau desa lain relatif lebih cepat dan harga tanah yang berada disisi atau didekat jalan dimaksud akan melonjak tajam. Oleh sebab itulah, bagi yang mengerti akan fungsinya sebuah jalan akses ini akan cepat tanggap bila ada rencana pemerintah untuk membangun jalan.

Bahkan dibeberapa desa tertentu, warga masyarakat proaktif meminta agar dibuatkan jalan akses ini sehingga rela menghibahkan lahan kebunnya kepada pemerintah. Dengan demikian, warga yang bijak itu tadi akan memperoleh kemudahan menuju kebun, membawa hasil kebun untuk dibawa kepasar dan bahkan nilai jual tanah kebunnya meningkat menjadi mahal.

PERLUNYA KEHADIRAN PEMERINTAH
Adalah mutlak, sesuai bunyi UUD 45 pasal 33 bahwa fasilitas untuk kepentingan umum seperti  “jalan”  merupakan kewajiban pemerintah untuk mengadakan dan membangunnya. Roda perekonomian desa akan baik dan lancar bila sarana jalan dibangun dengan tepat dan akan menjadi akses penghubung antar desa yang bermanfaat.

Menurut undang-undang No.38 tahun 2004 dan PP No.34 tahun 2006 tentang jalan, telah diatur lebarnya jalan kabupaten yang harus dibangun yakni ; terdiri atas badan, bahu dan parit jalan dengan kisaran lebar keseluruhan  5 – 7 meter.  Ketentuan dimaksud dapat lebih dipertegas melalui Surat Keputusan (SK) Bupati untuk jalan kabupaten atau SK Gubernur untuk jalan provinsi dengan keharusan mempedomani ketentuan undang-undang yang telah ada.

SK Bupati harus memuat uraian tentang badan jalan, bahu jalan dan parit jalan (BBP) dimaksud secara jelas dan tegas sehingga SK tersebut benar-benar berkekuatan hukum didalam kabupatennya. Adalah sangat berbahaya dan salah besar jika SK tersebut lampirannya tidak memuat lengkap komponen jalan yang diharuskan menurut undang-undang. Atas dasar UU, PP dan SK maka aparat POL PP atau Kepolisian harus dapat melakukan penertiban atas fasilitas jalan dimaksud dengan melarang dan menindak warga yang meletakkan sesuatu di jalan yang dapat mengganggu dan menghambat lalu lintas.

ANTARA HIBAH DAN DOA
Bagi yang mengerti, bila sejengkal tanah saja kita hibahkan untuk jalan yang kelak dipergunakan oleh masyarakat umum maka sejengkal tanah itu menjadi doa dan pahala bagi penghibahnya. Doa dan pahala itu mengalir selama jalan itu dipergunakan untuk kemaslahatan ummat dan Tuhan maha tahu bahwa bila meninggal seorang anak Adam hanya ada tiga hal yang menemaninya yaitu; pahala yang dibuatnya selama hidup termasuk pahala hibah sejengkal tanahnya, ilmunya yang bermanfaat bagi ummat dan doa anaknya yang sholeh.

Selama dialam barzah pahala dan doa ini mengalir, menyejukkan arwah dialam quburnya. Demikian juga pahala hibahnya walaupun berupa tanah sejengkal itu tadi yang bermanfaat sebagai jalan umum akan selalu ber tasbih dan memohon kepada Allah SWT agar si penghibah diampuni dosanya, diterima amal baiknya dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya.

Tapi alangkah menyedihkan nya jika pada suatu saat para anak cucu dan ahliwaris kebun sang penghibah melakukan penghadangan jalan sehingga masyarakat pemakai jalan kecewa, memaki dan menyumpah si penghadang jalan. Bahkan boleh jadi karena banyaknya tonggak-tonggak yang sengaja di tanamkan dijalan menyebabkan kecelakaan bagi sipengandara motor.

Jalan yang semula elok dibangun pemerintah, direhabilitasi oleh perusahaan  tiba-tiba dipagari dengan kayu, bambu dan beton sehingga membuat pemakai jalan tidak aman, tidak nyaman dan bahkan membahayakan sipemakai jalan. Amalan sang penghibah yang terbaring dialam barzah menjadi terhenti dan angin sejuk berubah menjadi angin panas yang membakar.

Sementara sang anak dan sang cucu asyiik dengan perlakuan negatifnya; menghadang dan menghadang jalan dan lupa bahwa ayah atau kakeknya telah berbuat amalan yang sangat diperlukannya dipenantian, yakni dialam qubur sana. Sungguh menyedihkan dan memilukan hati kita perlakuan sang anak atau sang cucu yang demikian.

Dan mari kita doakan, semoga hal negatif semacam ini tidak terjadi  didesa atau dikota kita, sehingga jalan akses yang telah dibuat pemerintah dan direhabilitasi perusahaan tetap terpelihara dengan aman dan nyaman, amien ya rabbal alamien. ***) goeril

=======================

GOERIL (11) : MANFAAT TOMAT UNTUK KECANTIKAN KULIT

TOMAT, Merupakan tumbuhan yang pertama kali ditemukan di Amerika Selatan, masih berkerabat dengan terung, kentang, dan paprika merah ataupun hijau. Tomat termasuk buah karena strukturnya, mempunyai daging dan biji yang aman apabila ditelan. Namun, hingga zaman modern ini masih banyak orang yang menganggap tomat sebagai sayuran, mungkin karena salah satu fungsinya sebagai lalap sayur.
Buah tomat sangat populer di dunia, apalagi di Indonesia yang sejak lama sekali telah lama dibudidayakan. Satu hal yang kurang disukai dari tomat adalah ketahanannya yang lemah, sehingga mudah busuk. Agar tahan lama, tomat harus dibekukan dengan beberapa langkah yang diawali dengan pemilihan, pencucian, perebusan, perendaman, pengupasan, dan diakhiri dengan pembekuan dalam lemari es.

Kandungan Buah Tomat
Di dalam buah ini terdapat beragam kandungan yang berguna untuk memelihara fungsi organ tubuh dan memperlancar segala sistem yang sedang berjalan. Kandungan yang paling banyak adalah vitamin C dan air, apabila keduanya berkolaborasi di dalam tubuh, maka akan timbul manfaat tomat untuk kecantikan, yakni mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit.
Selain digunakan sebagai bumbu masakan atau lalap sayuran atau pelengkap sambal, tomat kerap dijadikan bahan pembuatan masker atau kosmetik dari beberapa produk ternama. Pembuatan masker tomat ditujukan untuk mengatasi berbagai masalah terkait kesehatan pada wajah dan kembali menampilkan pesona kecantikan yang seharusnya ada.

Manfaat Tomat Untuk Kesehatan

Selama ini orang-orang hanya tahu bahwa kegunaan atau manfaat tomat selain berhubungan dengan masakan adalah merawat kecantikan. Memang benar, tetapi para dokter lebih setuju apabila dikatakan bahwa tomat lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh.Oleh karena itu di sini akan dituliskan semua manfaat buah tomat mulai dari kesehatan tubuh, kecantikan kulit, rambut, wajah, dan dilengkapi pula dengan cara membuat masker tomat untuk mencerahkan kulit wajah.

1. Mencegah kanker
Berkat antioksidan yang terkandung di dalam buah tomat, penyakit serius seperti kanker payudara, usus besar, dan paru-paru dapat ditangani secara efektif oleh buah ini. Pernyataan tersebut merupakan simpulan hasil studi yang dimuat di Journal of the National Cancer Institute bahwasanya terdapat hubungan antara konsumsi tomat dengan penurunan risiko kanker. Di mana dari 72 penelitian, terdapat 52 penelitian yang menyatakan bahwa konsumsi tomat dengan jumlah tepat dan cukup dapat menurunkan risiko kanker pankreas, payudara, usus besar (pencernaan), juga leher rahim.

2. Penangkal radikal bebas
Para ahli medis atau spesialis kesehatan memberikan kepercayaan pada flavonoid dan zea-xanthin dalam menangkal radikal bebas. Kedua senyawa ini merupakan antioksidan yang paling banyak terdapat pada buah tomat.

3. Menjaga gigi dan tulang tetap kuat dan sehat
Tomat menjadi penyuplai kalsium yang digunakan untuk memelihara tulang agar tidak gampang keropos, juga menguatkan gigi dan menjaganya tetap sehat. Pada saat pembentukan tulang, kalsium sangat diperlukan agar mendapat hasil yang sempurna.

4. Mengontrol kolesterol cegah hipertensi
Tubuh menyimpan dua jenis kolesterol, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Jumlah kolesterol baik atau HDL kolesterol harus lebih banyak dari jumlah kolesterol jahat, jika tidak maka terjadilah hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Cara mengobati tekanan darah tinggi bisa diawali dengan upaya yang mudah, seperti makan buah tomat secara rutin. Alasan memilih tomat sebagai makanan yang harus dikonsumsi adalah kandungan mineral yang tersimpan di dalam tomat membantu mengatur jumlah kolesterol yang beredar dalam darah.

5. Menyehatkan mata
Penderita mata minus sering disarankan untuk konsumsi buah tomat agar minusnya tidak bertambah. Tahukah alasannya?. Tomat sudah dikenali banyak orang sebagai buah yang mampu menyehatkan mata karena di dalamnya terdapat kandungan vitamin A yang banyak, ditambah dengan sejumlah nutrisi lain seperti niacin, thiamine, dan asam folat. Antara satu dengan yang lain bekerja sama untuk menyembuhkan gangguan kesehatan pada mata.

6. Membuat jantung bekerja stabil
Terdapat sekitar 235 mg kalium dalam sepotong tomat ukuran sedang. Kandungan tersebut berguna untuk mengontrol denyut jantung dalam memompa darah dan membuatnya tetap bekerja secara stabil. Manfaat tomat lain yang akan didapat adalah terjaga dari penyakit jantung dan stroke.

7. Memenuhi kebutuhan vitamin harian
Jika Anda malas minum suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian, makan saja buah tomat. Tomat akan memberikan Anda 20% kebutuhan gizi harian yang dibutuhkan, pada sepotong buahnya. Menurut USDA, semua nutrisi di dalam tomat diperlukan oleh organ tubuh agar berfungsi dengan baik.

8. Mengontrol gula darah
Gula dalam darah tidak boleh melebihi batas wajar agar tidak memperbesar risiko diabetes. Anda bisa membantu pengontrolan gula darah dengan rutin konsumsi buah tomat. Tomat menjadi sumber alami kromium yang dibutuhkan tubuh agar jumlah gula darah tidak mengalami pelonjakan.

9. Mengobati nyeri punggung
Masalah terkait peradangan seperti nyeri punggung harus diperhatikan cukup serius agar masalahnya tidak berkelanjutan. Jika Anda menderita hal tersebut, konsumsilah buah tomat secara teratur disambi melakukan pengobatan yang semestinya.

Tomat menunjang proses penyembuhan dengan mentransfer bioflavonoid dan karotenoid yang dikenal sebagai agen anti peradangan. Jika nyeri punggung yang Anda alami sifatnya kronis, biasanya proses pemulihan atau peredaan rasa sakit akan berlangsung cukup lama.

Dengan demikian maka halaman rumah yang kosong, lahan tidur yang dapat kita temui dimana-mana adalah prospek kesehatan yang baru dan terbarukan. Disitu kita berkebun, disitu kita dapat memanfaatkan buahnya dan disitu pula kita memperoleh ketentraman hidup yang sehat dan menyehatkan.

Selamat mencoba, kalau tidak kita siapa lagi dan kalau tidak sekarang kapan lagi…, ayo !!. ***(mgt)
Oleh : Muhammad Goerillah Tan (pengamat lingkungan)

=======================================================================

GOERIL (10) : STRAWBERRY, MAMPU MEMBUAT CANTIK DAN SEHAT

TANPA dinyana, belakangan baru diketahui bahwa buah Strawberry yang kami tanam sebanyak 4 – 5 blok dilahan pertanian yang telah lama tidur itu akan mampu membuat seseorang feminin menjadi cantik dan sehat. Buah yang memiliki warna merah, menawan dan rasa manis asam yang khas. Dengan menyandang nama strawberry itu saja memberi kesan bahwa buah ini, bukan buah biasa. Merupakan buah yang banyak dijumpai didataran tinggi (1400 – 1500 DPL) yang tentu bersuhu dingin.

STRAWBERRY

Selain untuk dikonsumsi langsung, sebagai buah segar strawberry juga dapat diproses menjadi minuman segar (jus strawberry), selai untuk roti, dan bahkan dapat diproduksi sebagai tampilan cantik untuk pemanis pada kue-kue.Jadi tidak heran kalau buah strawberry sudah dibudidayakan secara luas.

Semisal adanya kelompok tani didesa Segamit, Rantau Dedap Semende Darat Ulu Muara Enim, kelompok usaha SOGO TANI didesa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Lahat saat ini memiliki kebun Strawberry hingga belasan hektar.

Buah strawberry ini juga semakin istimewa karena buahnya berproses secara cepat, dari bunga, putik hingga menjadi buah yang matang merah dan segar hanya dalam hitungan minggu saja. Pembiakan tunasnya hampir bersamaan dengan munculnya buah. Artinya, bibit yang ditanam bulan lalu akan dapat menghasilkan buah dan “bibit baru” secara bersamaan. Dengan demikian maka tunas-tunas baru yang menjalar dengan cepat harus tandurkan dalam polybag berdekatan dengan induknya.

UMUR PANJANG, PANENPUN MENANG

Bak kata pepatah, kalah beli menang pakai demikian hebatnya menanam Strawberry. Maksudnya adalah dengan membeli bibit induk Strawberry yang pasarannya seharga Rp.5 ribu per polybag maka dalam waktu sebulan saja dia sudah menghasilkan buah rata-rata 10 gram per hari dengan sekaligus memunculkan bibit baru sebanyak 2 – 4 tunas per rumpun induk. Dan ini berarti bahwa satu rumpun lama menghasilkan rata-rata 3 bibit baru dalam 3 poly bag yang kelak mampu dijual kembali kepada petani baru sebesar Rp.5 ribu per polybag.

Demikian seterusnya, buah yang dihasilkan 10 gram per hari itu akan memberikan kontribusi kepada 100 rumpun yang ada dalam satu bedeng sebagai hasil per bedeng adalah 1 Kg yang saat ini harganya berkisar Rp.40 – 50 ribu per kilo. Asyiiik memang, tapi harus ditekuni dengan merawatnya dengan baik agar tidak diganggu semut, karena semut sangat doyan memakan Strawberry.

Usia panen setiap rumpun rata-rata dua tahun yang setiap harinya selalu memberikan buah, asal saja penanamannya pada bedeng-bedeng yang baik, menggunakan plastik mulsa yang proses pemupukannya dengan menggunakan pupuk kandang yang tersedia banyak dikandang kambing dan ayam.

Dan tentu karena pemangsa buah umumnya adalah semut, sebaiknya rumpun-rumpun Strawberry harus bersih dari semut dan saranya tanpa menggunakan pestesida. Mengingat buah yang terbuka (tidak berkulit) sering dikonsumsi langsung oleh konsumen yang datang kekebun maka penggunaan pestisida harus dihindari.
Untuk Perawatan Kecantikan

Buah Strawberry ternyata tidak hanya nikmat, namun telah terbukti memberikan manfaat bagi kecantikan. Dibeberapa salon kecantikan ternama digunakan untuk perawatan kulit dan rambut. Ekstraknya sering digunakan dalam produk kecantikan para kaum hawa. Dan bagi para remaja kreatif dapat membuat sendiri ekstrak strawberry untuk perawatan kecantikan alami. Ekstrak buah Strawberry digunakan sebagai bahan pembersih kulit, sabun dan masker wajah karena ekstrak ini mengandung vitamin C, asam salisilat, antioksidan dan exfoliant.

Asam salisilat berfungsi menghilangkan sel-sel mati dari wajah sambil mengencangkan pori-pori. Asam ellagic merupakan antioksidan yang mampu memerangi kerusakan kulit dan mempertahankan keremajaan kulit. Dengan demikian, maka ekstrak Strawberry mampu mengangkat kotoran, melembutkan kulit serta memberikan perlindungan terhadap adanya polusi.

Toner Kulit, Strawberry digunakan sebagai toner kulit. Menghaluskan buah srawberry hingga menjadi ekstrak jus, lalu campurkan dua sendok teh ekstrak strawberry, dengan 50 ml air mawar dan dinginkan di kulkas. Anda dapat menggunakannya sebagai toner untuk menghilangkan kerut wajah. Jus ini dapat disimpan selama 10 hari.
Memperbaiki Kulit, berkat kandungan Vitamin C pada buah strawberry memungkinkan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang terlibat dalam pembuatan kolagen. Kolagen larut dalam air dan vitamin ini tidak dapat disimpan dalam tubuh dan harus disediakan dari sumber makanan. Bahwa, secangkir stroberi menyediakan 100% dari Recommended Daily Allowance (RDA) dari vitamin C, yang memainkan peran penting dalam memperbaiki kerusakan kulit.

Kondisioner Alami, ekstrak Strawberry dapat menambah kecantikan mahkota dan warna rambut makin bersinar berkat ekstrak yg digunakan untuk rambut Anda. Caranya adalah, hancurkan 7 sampai 8 buah strawberr matang dan tambahkan 1 sendok makan mayones hingga menjadi pasta halus. Oleskan ke rambut dan kulit kepala, tutup dengan topi mandi selama 15 sampai 20 menit. Bilas rambut dan keramas seperti biasa. Pasta strawberry ini bertindak sebagai kondisioner alami untuk memberikan rambut mengkilap alami.

Demikian kayanya kandungan vitamin didalam buah strawberry sehingga khasiat buah cantik dan merah menawan ini hingga lebih dari 12 macam khasiat untuk kecantikan dapat dihasilkannya seperti untuk Scrub Kaki, mengurangi kantung mata, mencegah hipertensi, menangkal alergi dan ashma, mencegah diabetes, melancarkan pencernaan, mencegah stroke dan kanker. Demikian ruar biasanya buah strawberry yang sekali anda mencicipinya, pasti suatu ketika ingin menanamnya, selamat mencoba ***).

Oleh : HM Goerillah Tan (Pengamat Lingkungan)

===================================================================

CATATAN GOERILL (9) : MANFAAT BAWANG MERAH BAGI KEHIDUPAN

SEBAGAI INSAN tentu keinginan sehat selalu menggayuti benak kita yang terkadang selalu dihalau perasaan yang ingin senang, ingin kenyang dan ingin menang. Dan dominasi perasaan ini selalu hadir seiring tarikan nafas, ingin senang misalnya selalu saja ingin merokok yang jelas akan merusak kesehatan.

Mau saja selalu bergadang, hingga tidurpun kurang asal hati senang yang bermuara kepada gangguan pada kesehatan. Atau selalu ingin kenyang, juga berbahaya bagi kesehatan. Semisal makan daging qibas kesukaan semasa muda yang tentu kurang baik bagi kesehatan. Alasannya bahwa dengan lauk gule kambing barulah nafsu makan besar dan bakal kenyang, jika tidak maka serasa tak makan dan perutpun tak kenyang.

Demikian pulalah keinginan insan yang selalu ingin menang. Dirinya sanggup berlapar ria dengan menunda waktu makan, apalagi jika sedang asyik memainkan buah catur atau main game on line, karena takut kalah – alasan nanggung dan sebagainya. Begitulah kenyataan yang ada.

2017-04-03_22.27.26

KHASIAT BAWANG MERAH
Bawang merah adalah sejenis tanaman perdu yang tumbuh dengan mudah didataran tinggi maupun rendah dan tidak begitu merepotkan memeliharanya.

Saking mudahnya, satu siaung saja dibenamkan ditanah maka dalam masa seratus hari dia akan berkembang menjadi 8 – 10 siung baru yang boleh jadi lebih besar dari bibit semula. Dari umbinya berupa bawang, daun dan bunganya dapat diolah menjadi bumbu dapur pelengkap dan penyedap masakan. Hampir setiap masakan selalu menggunakan bawang merah ini.

Disetiap penjaja bakso, mie, pecel lele dan sebagainya, sering bertanya dulu kepada konsumennya, pake brambang mas ??. Kalo saya yang ditanya selalu saya jawab iya, yang banyak ya mas. Dan sipenjual pun mengerti. Taburan brambang alias bawang goreng itupun merupakan lapisan paling top sajiannya. Dan kitapun akan merasakan kesedapannya hidangan.

Namun dibalik itu semua hampir masih banyak yang belum mengetahui khasiat bawang merah ini.

Beberapa Khasiat Dan Manfaat dan kandungan kesehatan dari bawang merah untuk pengobatan dan pencegahan. Dari 21 khasiat bawang merah ini kita coba kemukakan sepertiganya, anatara lain adalah seebagai berikut :

Bawang Merah berkhasiat untuk Pencegahan kanker : Bawang merah ini kaya senyawa aktif yang berhasil menghambat perkembangan sel-sel kanker.

Manfaat Bawang Merah Untuk Mengurangi sakit telinga : Beberapa Tetes Jus bawang merah ini Benar-benar Telah terbukti dan sangat bermanfaat bagi individu yang menderita dari akut sakit telinga, Dan suara dering pada telinga dapat di sembuhkan dengan mengusapkan Jus bawang merah melalui kapas.

Seperti yang telah kita ketahui Khasiat Dan Manfaat Bawang Merah untuk mengobati berbagai penyakit manusia Seperti, Tumor, Batuk persisten dan dingin, Praktisi pengobatan telah menganggap bahwa ini sebagai bentuk tanaman yang sangat sempurna untuk menghilangkan Sindrom penyakit.

Dengan mengkomsumsi bawang merah tersebut dapat pula membantu pencegahan kanker perut dan kanker payudara.

Pengobatan intik anemia : Dan bahkan kondisi anemia dapat di tingkatkan dengan memakan bawang merah bersama dengan Jaggery dan air.
Khasiat Dan Manfaat Bawang Merah Untuk Meredakan sakit Perut : Bawang merah memiliki sifat anti inflamasi Dan anti bakteri yang memberikan bantuan untuk sakit perut dan sidrom gastro yang terkait.

Bawang Merah Untuk Mengobati Gangguan Urin : Bagi Orangorang yang menderita rasa terbakar pada saat membuang air kecil, Bawang merah dapat memberikan bantuan yang cukup besar. Nah bagi si penderita gangguan Urin tersebut harus meminum air bawang merah dengan merebus 6 sampai 7 gram bawang merah tersebut.

Khasiat Dan Manfaat Bawang Merah Untuk diabets melitus : Dari salah satu zat yang terkandung di dalam bawang merah ini adalah Tolbutomid yang ternyata bisa membantu untuk mengontrol gula darah di dalam hati. dan mengatur pelepasan insulin juga mencegah adanya gangguan yang mempengaruhi produksi insulin di dalam tubuh.

AYO BERKEBUN, MANFAATKAN LAHAN
Tidak mesti dengan modal besar, lahan luas dan waktu tak terbatas. Berkebun bawang merah ternyata amat mudah dan sederhana saja. Bisa pekarangan rumah, lahan-lahan tidur dilingkungan kita ataupun disela-sela pohon kopi yang ada. Cukup dengan pupuk kandang dari ayam maupun kambing yang banyak tersia-sia. Agar perawatannya mudah, gunakan plastik mulsa pada bedeng-bedeng lahan yang sudah disiapkan.

Dengan tekun usaha dan berharap pada Illahi, kebun bawang akan dapat dipanen setelah 100 hari. Ayo berkebun ***) mgt

OLEH : HM GOERILLAH TAN (PEMERHATI LINGKUNGAN)

==================================================================

CATATAN GOERILL (8) : LAHAN TIDUR KUTANAM CABI

Bagaikan sebait puisi yang kerap bergema dipagi hari, bahwa lahan tidur yang terhampar luas dibibir hutan dibiarkan tidur sepaanjang masa. Paska pohon-pohon hutan yang berfungsi melindungi bumi dari bahaya longsor dan banjir, ditebang dan dirambah untuk ladang berpindah.

Begitu memprihatinkan sikap seperti ini, usai ditebang dan digunduli pohon-pohon hutan yang usianya ratusan tahun dijadikan balok-balok kayu dalam sekejap menjadi papan. Dan bumi merintih dalam sengatan mentari yang datang bertubi-tubi. Tiada lagi pelindung diri, tiada lagi daun, pohon dan akar penyampai sejuknya hujan disiang hari. Padahal kita semua tahu bahwa kelestarian hutan adalah titipan anak cucu kita.

Screenshot_20170326-210621

DIAWALI OLEH NASIB PETANI KOPI
Sudah demikian galibnya, ladang berpindah yang kian memperluas hutan dirambah. Terlihat sebagian warga mengurus ladangnya dengan sungguh-sungguh, sementara sebagian lagi menggarap dengan acuh tak acuh. Dibeberapa tempat terlihat pohon-pohon kopi tumbuh subur yang setiap musim terlihat memutih oleh bunga kopi bagaikan hamparan salju. Petanipun memandang gairah, mengharap bunga menjadi buah.

Berdoa selalu diatas sajadah agar bila panen nanti buahnya medok dan harga jualnya elok. Begitulah harapan dan impian petani, sederhana dan tepat mengena. Rasanya sedih jika mengenang sebuah lagu dari daerah Lahat Pagar Alam, sering didendangkan oleh para perjaka yang telah puluhan tahun menjomblo. Judulnya saja berkutat tentang “nasib petani kopi” yang dalam bahasa daerah disebut “kawe”.

Dalam sebuah bait syairnya dikatakan, saat panen kawe dilanda sedih karena harga kawenya jatuh, alias tidak berharga secara wajar. Rencana melamar sidia pujaan hati menjadi buyar, impian mengakhiri predikat jomlo pun menjadi bubar. Tragis memang, tapi itulah kenyataan sehingga membuat syair kehidupan semakin indah ditangan seniman.

LAHAN TIDURPUN MENJAMUR.
Gara-gara aspek harga yang selalu dipermainkan para tengkulak, tak jarang membuat petani kopi kehilangan gairah. Sementara hutang kepada para tengkulak kian membengkak dan kebun kopipun berangsur luput dari sentuhan bajak. Secara perlahan sang perjaka yang patah hati karena gagal panen dan gagal pula jadi temanten, mencari pelarian kedesa tetangga untuk ambil upahan agar hidup tetap terus tersangga. Kebun kopi yang dulu digarap penuh harap, hanya meninggalkan janji tak bertepi.

Kebun seluas dua bidang dikampung terpaksa ditinggal merantau yang tiada pasti kapan akan kembali.
Perjaka yang gagal sehingga kebun ditinggal adalah sebuah gambaran, betapa indah hidup ini jika dilanda kasmaran yang dapat membuat hidup gairah dan semangat. Menjadikan semakin mahalnya cita-cita jika serlalu didera cobaan.

Kebun yang dulu selalu jadi perhatian kini mulai ditinggalkan dan dilupakan karena kesibukan. Tinggallah yang tinggal, pohon-pohon kopipun mulai bersaing mencari makan, adu cepat dengan ilalang, semak yang berangsur membelukar. Dan siang bertemu malam, malampun bertemu siang. Hari demi hari, bulan berganti dan tahunpun ikut menyambangi. Tertutuplah pintu rezeki dikebun kopi, lahan tidurpun menjadi sehingga menyenangkan sarang babi.

LAHAN TIDUR KUTANAM CABI
Saat harga cabi dikota-kota besar kian meroket, pedas terasa kian merobek dompet maka “lahan tidur”pun bagai memelet sehingga gerakan menggarap lahan tidur jadi telolet-telolet.

Didesa-desa Semende dan Tunggul Bute juga demam bertani. Lahan tidur yang terbujur disepanjang jalan kelokasi geothermal PT Supreme Energy Rantau Dedap pun mulai disentuh. Sebuah gerakan yang terobsesi secara simultan sejenak melupakan warga petani untuk tidak lagi merambah hutan. Mereka mulai mengenal jenis-jenis cabi (cabi = cabe), dari yang keriting, rawit bahkan kian populernya cabi setan.

Harga pupuk kandang kian melenggang, order ratusan karung membuat ayam-ayam buras dipaksa berak kapur sehingga marak pula pupuk kandang oplosan dengan harga Rp.14 ribuan per karung kecil. Dimana-mana, dimarkas lahan tidur yang telah siuman aroma menyengat dari tahi ayam menebar pesona bagi udara yang terpolusi.

Petani lokal dan pendatang berlomba adu trampil agar tanaman cabi dikebunnya memberikan hasil. Dalam seratus hari yang dinanti sang buahpun hadir disetiap ujung tangkai nan gemulai, hijau pada awalnya, kecil pada mulanya terus bermandi hujan dan mentari silih berganti.

Cabi-cabi itupun mulai merah, ranum dan matang bersamaan hadirnya para tengkulak yang mencari lokak. Intervensi pasarpun terjadi, lagi-lagi membuat petani cabi kehilangan percaya diri dan lantas tenggelam dalam sahwat tengkulak yang menggelegak dengan statement serentak : harga jatuh pak, sekarang cuma dihargai sekilonya 7 ribu perak. Tragis amat nasib petani, sudah jatuh tertimpa tangga telek ayam pula.

PERLUNYA KEBERSAMAAN
Disetiap kabupaten kota, semua kita tahu ada institusi negara yang wajib peduli pada nasib petani. Ada yang disebut dinas pertanian, koperasi (tani/nelayan) dan dinas perdagangan/ perindustrian. Kita yakin bahwa institusi-institusi ini memiliki program untuk membela petani, bukan saja memberi bantuan bibit, penyuluhan agar hasil produksi bagus, tapi teramat penting adalah membantu agar mereka tidak jatuh ketangan tengkulak. Dimana pada sektor pertengku lakan ini hidupnya lebih makmur, membiarkan hidup para petani menjadi tua renta karena terjemur. Sangat memprihatinkan, karena dibenaknya tentu mengharap agar harga – harga ada jaminan dan kepastian sebagai pelipur lara dalam deraan hujan dan kepanasan

Kebersamaan adalah kata kunci untuk menyelamatkan petani. Sebagaimana di sektor pertam ben ada BUMN-BUMN yang mengayomi usaha-usaha kecil yang relevant, tentu disektor pertanian, perdagangan terbuka lebar untuk menhadirkan BUMN atau sejenisnya yang mampu menyerap hasil produksi petani yang kini semakin menggeliat tapi prihatin yang terlihat. ***) mgt

OLEH : HM GOERILLAH TAN (PEMERHATI LINGKUNGAN)

===============================================================

CATATAN GOERILL (7) : PANAS BUMI, PROSESNYA BAGAIMANA ?

SEBAGAI pelaksana amanat pemerintah untuk program pengadaan listrik 35.000 Mega Watt tahap pertama, PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) dipercaya untuk berinvestasi dengan mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap yang berada di kawasan Bukit Jambul – Gunung Patah Kabupaten Muara Enim, Lahat dan Kota Pagar Alam Sumatera Selatan.

Karena menurut hasil penelitian para akhli, bahwa dilokasi tersebut tersimpan potensi panas bumi yang cukup besar sebagai energy baru dan terbarukan.

Peluang berkembangnya industry hulu panas bumi ini sebagai penggerak industry hilir kelistrikan yang potensi energynya tidak akan habis-habisnya maka disitu pulalah peran dan kepedulian kita terhadap hutan dan gunung berapi semakin besar dan nyata, karena hutan butuh pelestarian dan gunung berapi butuh penyaluran panasnya agar kubah lava tidak membara bak “bisul menanti pecah”.

Ancaman gunung meletus tentu akan berkurang. Hutan yang terpelihara baik tentu memberikan kontribusi besar terhadap ancaman banjir dan longsor. Dengan adanya peningkatan daya serap tanah terhadap hujan yang curahnya sangat tinggi di perbukitan, merupakan lokasi sumber panas bumi yang mengharuskan upaya pengamanan hutan adalah prioritas utama.

Karena potensi uap yang kelak dihasilkan dari proses pemanasan tandon air oleh magma didalam perut bumi akan semakin baik dengan suhu dan tekanan yang cukup bagi kebutuhan turbin yang memutar unit generator penghasil listrik.

Screenshot_20170228-190404

Proses air hujan yang meresap kedalam bumi adalah sebuah keniscayaan bagi terwujudnya uap air sebgai akibat pemnasan oleh batu-batu maghma yang panas sangat banyak didalam perut bumi. Suhu yang ada didalam perut bumi ini berkisar antara 200 – 300 derajat Celcius yang memungkinkan terbentuknya uap dengan tekanan yang 30 – 40 atmosfir sehingga satuan panas dan satuan tekanan ini dimanfaatkan sebgai media penggerak turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.

Screenshot_20170228-190458

PERLUNYA PEMBORAN EKSPLORASI
Tentu saja untuk memperoleh uap air dimaksud diperlukan teknologi pemboran yang diawali dengan tahap eksplorasi agar diperoleh data yang cukup untuk mengetahui potensi cadangan uap yang ada dari sebuah struktur. Dan untuk itulah PT SERD pada 3 Februari 2013 telah memulai usaha ini dengan penajakan pertama sumur eksplorasi Rantau Dedap B1. Dilanjutkan kemudian B2 dan kemudian dapat diselesaikan pula sumur C1 dan C2 yang pada tahun berikut nya yakni pada kuartal pertama 2014 dapat pula menyelesaikan sumur I (1) dan I (2). Dari keenam sumur eksplorasi tersebut inilah dapat diketahui data tentang kapasitas masing-masing sumur uap yang ada melalui tahap “uji sumur” (well test). Dan indikasi pengujian sumur ini dapat dilihat dari munculnya semburan uap yang memutih ditengah-tengah kehijauan hutan belantara.

Dilihat dari kejauhan, semburan uap itu sangat indah mengukir alam yang hijau. Bahkan seakan-akan memberikan isyarat adanya kehidupan baru sebagai sebuah simbol energi baru dan terbarukan. Baru diartikan karena dalam era pembangunan sekarang inilah, kegiatan panas bumi kian digalakkan oleh pemerintah. Lalu sebutan terbarukan mengisyaratkan adanya kehadiran energi yang bersih, akrab lingkungan dan selalu dapat diperbaharui (renewable) melalui injeksi kondensat uap kedalam bumi kembali melalui sumur-sumur injeksi.

Peran sumur injeksi inilah mewujudkan keberhasilan pembentukan uap kembali yang tiada akan ada habis nya sepanjang zaman. Tentu berbeda jika uap itu diperoleh dari pembakaran batu bara, atau minyak maupun gas yang cadangannya akan habis dalam hitungan beberapa tahun saja.

Screenshot_20170228-190534

PERLU RASA MEMILIKI
Bak kata pepatah, tak kenal maka tak sayang – tak sayang maka tak cinta. Demikian ungkapan bijak yang harus kita cam kan sebagai bentuk pribadi tangguh. Karena dengan mengenal adanya potensi energi dibumi yang kita pijak ini tentu melahirkan sikap “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” dan jargon Sumsel Lumbung Energi tepat sekali adanya.

Dimana sumber batu bara yang berlimpah dibumi serasan sekundang, minyak dan gas bumi yang telah terbukti dibumi batang hari sembilan, dan sumber panas bumi yang besar di Bukit Barisan lingkupan Sriwijaya yang tentu akan membawa kejayaan dan keberkahan bagi negeri tercinta. Rasanya hanya satu kata yang tepat bagi kita semua, yakni “rasa memiliki” sehingga diri kita ini terpanggil untuk memberikan dukungan kepada usaha eksplorasi dan produksi panas bumi yang sedang menggeliat bak putri cantik yang baru bangun pagi ***). mgt

===================

goerillah

CATATAN GOERILL (6) : PT SUPREME ENERGI BINA PETANI KENTANG & STRAWBERRY

RANTAU DEDAP – Setelah menyelesaikan 6 sumur eksplorasi panas bumi (geothermal) dikawasan hutan Bukit Jambul Gunung Patah PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) mulai membagi perhatiannya dengan melakukan pembinaan kepada Kelompok Tani “Harapan Bersama” Dusun IV Yayasan Rantau Dedap Segamit SDU Muara Enim.

2016-08-09_06.14.37

Kelompok tani yang baru beranggotan 20 orang petani kopi, sejak 3 Feb 2015 dilakukan penyuluhan sebagai awal pembinaan cara berfikir agar berubah dari pola lama kepola baru sehingga para petani mau dan bersemangat melakukan langkah-langkah kreative antara lain melakukan tumpang sari tanaman kentang disela-sela pohon kopinya.

Memang tidak mudah melakukan perubahan kebiaasaan, bahwa petani kopi yang selama ini selalu mengharapkan panen setahun sekali (Juli – September) dengan membiarkan masa-masa kosong (tunggu panen) dengan “menganggur” dan bekerja asal-asalan saja. Mereka belum memiliki kreativitas guna mengembangkan jenis tanaman lain yang produktif sehingga kehidupan keluarga tanpa disadari terjerat oleh masa paceklik yang selalu datang berulang setiap tahun.

Kondisi inilah yang membuat management perusahaan geothermal seperti PT SERD merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu bagi anak negeri guna memberikan jalan keluar bagi para petani agar lebih produktif, menghindari pembukaan lahan baru dan membakar serta menghindarkan mereka dari perbuatan pembalakan / perambahan hutan yang ada.

PT SERD sengaja mendatangkan Tim Penyuluhan pertanian dari UNSRI Palembang yang dimotori oleh Dr.Umar dan Dr.Chandra dan staff sekaligus menjadi motivator bagi para anggota Kelompok Tani yang ada di Segamit – SDU Muara Enim dan Tunggul Bute Lahat.

IMG_20160809_060833

KELOMPOK TANI “HARAPAN BERSAMA”
Adalah pionir untuk memberikan signal kuat kepada Kelompok Tani lainnya yang ada di kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Muara Enim dan kecamatan Kota Agung Lahat agar termotivasi untuk berbuat kreativ memanfaatkan lahan yang telah ada disela-sela pohon kopi untuk tanaman kentang unggul. Kemudian memanfaatkan lahan tidur jenis gambut yang tersia-sia untuk diolah dan ditanami strawberry yang sangat cocok ditinggian 1400 – 1500 meter diatas permukaan laut (DPL). Dan dusun IV Yayasan Rantau Dedap yang ketinggiannya diatas 1500 DPL sangat cocok untuk kedua jenis tanaman tersebut.

Dilokasi ketinggian ini air pegunungan tersedia cukup, sehingga kondisi lahan rata-rata mampu menye rap lebih banyak air karena curah hujan yang relatif tinggi antara 2500 – 3500 mm pertahun. Lereng bukit cukup bervariasi antara 3 – 12 meter sekitar 40% dan jenis tanah adalah nagonal/latosal dengan bentuk wilayah berombak dengan kedalaman efektip tanah lebih dari 50 meter.

Dengan visi misi Kelompok tani “Harapan Bersama” ini benar-benar mengakar kepada rasa persaudara an dimana kata kebersamaan diwujudkan dalam bentuk kerjasama yang erat saling asuh, saling asah dan saling asih maka pada tanggal 08 Maret 2016 diserahkan sebanyak 200 kg bibit kentang unggul G2 kepada Ketua Kelompok Tani Markun Hidayat.

Dan bibit unggul sebanyak itu untuk ditanam disela-sela pohon kopi yang masih berusia tidak lebih dari 15 tahun, sebanyak 2000 lubang tanam dengan jarak antar lubang minimal 30 Cm. Untuk bibit 200 Kg tersebut diperlukan lubang sebanyak 2000 dengan masing-masing ditanamkan bibit G2 sebanyak 1 buah kentang per lubang.

IMG_20160809_060857

Sebagai hasil turunan dari penanaman bibit kentang unggul G2 yang diberikan UNSRI sebanyak 200 Kg setalah masa tanan 100 hari maka tanda-tanda bahwa buah kentang sudah berkembang biak telah ada indikasi yang jelas. Daun dan pohon kentang mulai menguning dan tangkai demi tangkai menjadi layu. Indikasi itu mengisyartkan bahwa masa panen sudah dapat dimulai. Dan untuk perbandingan hasil panen terhadap bibit dapat diberikan penjelasan melalui tabel sebagai berikut :

IMG_20160809_060924

USAHA DAN DOA SELALU BERSAMA
Tentu saja, karena alam terbentang ciptaan Tuhan Yang Maha Esa adalah untuk para mahluqNya yang sadar dan mau bekerja. Sebagaimana telah diciptakanNya uap air panas bumi (geothermal) yang dapat diberdayakan untuk menggerakkan turbin uap sehingga generator listrik yang PT SERD rancang 2 x 110 Mw itu kelak akan menerangi jagat raya, khususnya Muara Enim, Lahat dan Pagar Alam, sungguh anggun dan lestari dalam paduan kehidupan masyarakat petani kopi yang kian makmur karena produksi kentang dan strawberry yang tiada henti ***).

OLEH : HM GOERILLAH TAN (PEMERHATI LINGKUNGAN)

===========================

CATATAN GOERILL (5) : GEOTHERMAL KINI KIAN BERPERAN

Sebagai pelaksana amanat pemerintah untuk program pengadaan listrik 35.000 Megawat (Mw), PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) dipercaya untuk berinvestasi dengan mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap yang berada di kawasan Bukit Jambul – Gunung Patah Kabupaten Muara Enim, Lahat dan Kota Pagar Alam. Karena dilokasi tersebut menurut data yang dikembangkan para ahli, tersimpan potensi panas bumi (geothermal) yang cukup besar sebagai energy baru dan terbarukan.

Peluang berkembangnya industry hulu panas bumi ini sebagai motor penggerak industry hilir kelistrikan, yang potensi uap airnya selalu baru berkat proses ekosistem hujan, hutan dan magma yang baik. Berproses secara alamiah, tidak akan habis-habisnya maka disitu pulalah peran dan kepedulian kita terhadap hutan dan gunung berapi semakin besar dan nyata. Oleh karenanya, hutan butuh pelestarian dan gunung berapi butuh penyaluran panasnya secara baik dan terarah agar kubah lava tidak membara bak “bisul menanti pecah”.

Ancaman gunung berapi yang sering menebar abu vulkanik, atau potensi meletusnya tentu akan berkurang berkat upaya kontinyu geothermal disekitarnya.

Hutan yang terpelihara dengan baik, agar terjaga dari ulah perambah dan pembalak liar tentu pula akan memberikan kontribusi besar terhadap pencegahan kebakaran hutan, ancaman banjir dan longsor. Adanya peningkatan daya serap bumi terhadap air hujan yang curahnya sangat tinggi diarea bukit dan gunung tentu bermanfaat besar bagi terbentuknya uap bagi industri panas bumi. Dan potensi uap inilah yang dicari-cari sebagai sumber energy terbarukan, yang dihasilkan dari proses pemanasan kantong air didalam bumi oleh batuan magma didalam perut bumi.

Semakin baik proses ini terjadi maka uap terbentuk sempurna dengan suhu dan tekanan yang sesuai kebutuhan turbin yang selanjutnya akan menggerakkan generator penghasil listrik.

LISTRIK ADA NEGARA JAYA

Benar adanya, betapa kita merasakan satu hari saja terjadi gangguan atau kerusakan jaringan listrik maka alam serasa gelap gulita. Alat komunikasi menjadi hampa, peralatan masak jadi tak guna dan transaksi di ATM pun menjadi tiada makna.

Saat ini tidak ada peralatan yang terlepas dari kebutuhan listrik. Dari peralatan industri, lampu penerangan hingga peralatan kantor, rumah tangga dan bahkan perangkat komunikasi hingga permainan anak-anak sangat tergantung kepada energy listrik ini. Sebagai tolok ukur kemajuan daerahpun dapat pula mengacu kepada ketersediaan listrik didaerah tersebut.

Seperti untuk konsumsi satu kabupaten saja secara rata-rata di Sumatera Selatan memerlukan 25 Mw tenaga listrik sebagai beban puncak. Dan kalau di provinsi Sumsel terdapat 17 kabupaten / kota berarti memerlukan listrik pada beban puncak sebesar 17 x 25 Mw atau sama dengan 425 Mw. Dan dengan demikian berarti, diperlukan sumber penghasil listrik (pembangkit) sebesar lebih dari 425 Mw yang dapat diperoleh dari pengoperasian PLTU, PLTG, PLTS, PLTD dan PLTP geothermal. Yang masing-masing
(2)
pembangkit itu memiliki kehandalan, keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri yang pada muaranya adalah cost efisiensi yang satu sama lain tidak sama.

Keuntungan dan kehandalan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) tentu merupa kan alternatif terbaik. Proses terbentuknya uap sebagai tenaga pembangkit tidak memerlukan pembakaran bahan bakar berupa minyak, gas atau batu bara terlebih dahulu, karena fungsi pembakaran telah dilakukan oleh batuan magma didalam bumi. Alam gunung berapi telah membuat batuan magma menjadi panas lalu memanaskan kantong air didalam bumi sebagai akibat resapan air hujan bertahun-tahun yang terperangkap demikian rupa. Dan kantong air itupun menghasilkan uap yang senantiasa mencari jalan keluar melalui patahan-patahan bumi.

ENAM SUMUR EKSPLORASI

Yang telah dihasilkan dari pemboran eksplorasi, untuk menemukan patahan-patahan bumi itu tadi dikedalaman 2.400an meter, diketinggian Bukit jambul – Gunung patah 2.000an meter dari permukaan laut (DPL) tentu merupakan tantangan yang tidak ringan.

Kegiatan pemboran eksplorasi yang dimulai oleh PT SERD pada 3 Februari 2014 telah berhasil menyelesaikan enam sumur uap air yang potensinya masih dilakukan evaluasi. Sementara itu, kegiatan pelestarian hutan berupa pengamanan, perlindungan fauna dan floranya terus dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai instansi terkait dan perguruan tinggi. Untuk monitoring dan pelestarian fauna, PT SERD bekerjasama dengan PT Greencap NAA Indonesia sehingga secara priodik dilakukan pemantauan terhadap kehidupan berbagai jenis binatang yang ada didalam hutan kawasan Bukit Jambul – Gunung Patah. Bahwa saat ini masih terdapatnya harimau dan gajah Sumatera, beruang madu, trenggiling dan siamang serta berbagai jenis burung menunjukkan bahwa hutan dimaksud tetap menjadi habitat kehidupan berbagai fauna yang harus tetap kita lindungi dan dilestarikan.

Pencegahan kepada warga yang gemar berburu dilakukan dengan larangan secara keras dan menerapkan kordinasi fungsional bersama Polhut provinsi dan kabupaten agar hutan beserta isinya dapat terselamatkan.

Dibidang pelestarian flora, berbagai jenis pohon kayu hutan yang usianya ratusan tahun seperti meranti kuning dan merah, damar, kapur, keruing, medang dan jenis kayu hutan lainnya dilaku kan pengawasannya oleh Dinas kehutanan provinsi dan kabupaten. Dan hal ini merupakan area Upaya revigitasi terhadap lahan yang terbuka terus dilakukan dengan penanaman kembali bibit-bibit kayu hutan yang tepat. Kesemua ini dilakukan, tiada lain agar industri geothermal ini ber lanjut dan lestari sebagai rasa tanggung jawab anak bangsa terhadap enerji listrik dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 92 Ha dari Menteri Kehutanan kepada PT SERD selama 30 tahun.

Semoga tugas mulia ini memperoleh dukungan semua fihak dan selalu dalam ridhoNya, amien. ***)

IMG_20160728_190109
IMG_20160728_190131

OLEH : HM GOERILLAH TAN (PEMERHATI LINGKUNGAN)

=====================

CATATAN GOERILL (4) : DARI KOTA AGUNG LAHAT KE RANTAU DEDAP MUARA ENIM

SEBUAH catatan, bagaimana sederhana dan sepelenya tetapi janganlah disia-siakan, karena bukan tidak mungkin pada suatu waktu tertentu – dia akan menjadi “penyelamat” dari sebuah peristiwa. Maka sering orang tua kita tempo doeloe berpesan, agar selalulah dalam meniti hidup dan kehidupan ini kita rajin mencatat. Catatan yang bisa diukir dalam ingatan, ditulis dibuku notes atau lebih canggih lagi difoto dan diketik didalam laptop atau hp yang kini sudah menjamur.

goril5

Bahkan disebuah stasiun tv sering menanyangkan program “melawan lupa” dengan mengetengahkan berbagai catatan masa lalu, sebagai sebuah sejarah, menjadi referensi bagi yang melihatnya dan menjadi kenangan bagi yang mengalaminya. Terkadang kita bisa tersenyum sendiri, tatkala membuka lembaran album kenangan masa lalu, dan para junior kitapun dapat menyimak betapa penting sesungguhnya masa lalu sang senior adalah cikal bakal yang patut ditauladani.

goril1

Bagi sebuah perusahaanpun catatan ini penting untuk menyadarkan para pemimpin yang selalu lahir dan datang kemudian, setelah peristiwa masa lalu itu terjadi, sehingga rangkaian peristiwa merupakan mata rantai yang terpaut dalam kisah dan sejarah yang tidak selamanya elok dan menyenangkan. Dan hal ini dialami oleh para perintis dan pendahulu, disaat jalan mulus belum ada dan masih berupa jalan setapak saja, sempit dan berlumpur yang hanya bisa dilalui oleh ojek motor yang berantai rodanya. Itupun masih disebut lumayan, karena sebelumnya kehidupan masyarakat masih mengalami perjalanan dengan menggunakan kendaraan kuda, begitu kata sang pelaku sejarah Ibu Sunnah yang kini sudah bisa membanding-banding masa lalu dengan masa sekarang.

goril2

REHAB JALAN BUTUH LAHAN

Untuk itu, bagi suatu perusahaan seperti PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) yang telah mendapat tugas mulia dari Pemerintah untuk mengelola (eksplorasi dan produksi) tenaga panas bumi di kawasan Rantau Dedap Muara Enim sesuai Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Gubernur Sumatera Selatan memerlukan jalan akses menuju lokasi.

Jalan akses tersebut tentu harus dibangun sesuai standard kebutuhan proyek yang harus mampu memikul beban tonase tinggi sehingga jalan yang ada dari desa Sukarame ke Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Lahat sepanjang 14 Km perlu dilakukan rehabilitasi total berupa pelebaran, pelurusan dan pengerasan jalan / jembatan yang ada dengan komponen standard proyek.

goril3

Ada 114 titik yang memerlukan lahan masyarakat sehingga untuk pembebasannya diperlukan berbagai tahapan seperti, sosialisasi rencana proyek rehabilitasi jalan/jembatan, musyawarah dan negosiasi nilai konpensasi, perikatan pelepasan hak atas kebun/tanam tumbuh (bagi status kawasan) dan ditambah konpensasi lahan jika terbukti hak milik di area penggunaan lain (APL).
Dasar hukum sebagai acuan tentu saja menggunakan Pergub Sumsel NO. 25 Tahun 2009 yang dalam pelaksanaannya dilapangan memerlukan penyesuaian disana sini sesuai hasil musyawarah dengan para pemilik lahan. Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya demikian kata pepatah nan bijak, maka dalam melakukan kegiatannya perusahaan selalu memperhatikan nilai-nilai local yang harus dianut sebagai filosofi “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.

goril4

Romantikanya tentu saja ada, dan semua itu menjadi pernak pernik kehidupan yang harus dijalani dengan satu kata kunci yakni; sabar dan syukur. Kapan saja menemukan sikap warga yang mencoba me nentang dan mengganggu kegiatan perusahaan kita perlu menerapkan ilmu sabar dengan tak bosan memberikan pengertian. Demikian pula sebaliknya, tatkala semua langkah usaha menjadi lancar dan mulus jalannya dalam situasi yang aman damai, tentu kata syukur adalah pilihan yang tepat. Dan memang kehidupan kita selalu demikian, sebagaimana jalan yang direhabilitasi perusahaan sepanjang 14 km itu tidak semuanya mendaki, dan tidak semuanya menurun, keduanya bertemu silih berganti. Sehingga melatih nyali kita penuh dengan romantka, bak syair lagu : hidup penuh liku-liku, kadang suka kadang duka ….., semua kita pasti merasakannya…. ?.

GANTI UNTUNG DAN BERAMAL

Adalah system konpensasi terhadap lahan dan tanam tumbuh yang melahirkan perkataan majemuk sebagai “ganti untung” (krn sudah tdk tepat disebut ganti rugi) dan dimana-mana kita mendengar adanya keinginan warga untuk menghibahkan tanahnya demi terwujudnya jalan. Dan jika kedua peristi wa ini kita kawinkan, sesungguhnya perbuatan melepaskan sebagian lahan (kebun atau halaman) untuk dipergunakan bagi pembuatan atau pelebaran jalan raya sesungguhnya adalah perbuatan mulia. Oleh sebab itu banyak ditemui permohonan dan usul warga kepada pemerintah setempat untuk pembuatan jalan baru sebagai akses bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Zaman nenek moyang kita berjalan kaki berkilo-kilo meter atau kemudian naik kuda, biarlah berlalu. Teknologi transportasi yang telah lahir (sepeda motor, mobil) yang sekarang banyak dan mudah didapat, harus diimbangi dengan ter wujudnya jalan raya yang kian bertambah. Inilah segi positif yang bermuara kepada kesejahteraan.

Dengan rehabilitasi jalan, maupun pembuatan jalan baru oleh perusahaan membawa berkah tersendiri bagi pemilik lahan. Kebun kopi yang sudah uzur tetap memiliki nilai ekonomis dengan ganti untung alias konpensasi perusahaan yang sungguh tinggi, Wajar jika untuk kebutuhan pembangunan jalan yang notabene adalah untuk dipakai bersama dan oleh siapapun melintas dengan doa semoga yang awalnya memiliki lahan dan semua orang yang berperan mendukung terwujudnya jalan itu memperoleh amal dunia akheratnya kelak. Amien ya rabbal alamien ***) mgt.

GZ STEAM BOAT

donasi relawan lahatonline.com
Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Share on Whatsapp

BERITA TERKINI

LAHAT DALAM POTRET

LAHAT
MERAPI TIMUR - MERAPI BARAT - MERAPI SELATAN
LAHAT SELATAN - GUMAY ULU - PULAU PINANG - PAGAR GUNUNG - TANJUNG TEBAT - KOTA AGUNG - MULAK ULU - MULAK SEBINGKAI
TANJUNG SAKTI PUMI - PUMU - JARAI - PAJAR BULAN - SUKA MERINDU - MUARA PAYANG
GUMAY TALANG - PSEKSU - KIKIM TIMUR - KIKIM SELATAN - KIKIM BARAT - KIKIM TENGAH

MERAPI BARAT - Minggu, 25-September-2022 - 21:33

Mekanic Subkon PT MAS Tewas Dilindas Dozer

selengkapnya..

TANJUNG SAKTI PUMU - Minggu, 25-September-2022 - 19:24

Herma Warga Tanjung Alam Bunuh Diri Minum Gromoxon

selengkapnya..

PAGAR GUNUNG - Minggu, 25-September-2022 - 18:00

MIN 4 LAHAT GO TO PENILAIAN ADIWIYATA

selengkapnya..

TANJUNG SAKTI PUMI - Jumat, 23-September-2022 - 16:27

SDN 6 Tasti Pumi, Laksanakan Program Jum’at Mengaji

selengkapnya..

KIKIM TIMUR - Jumat, 23-September-2022 - 14:44

SDN 18 KIKIM TIMUR SUKOHARJO BANGUN GEDUNG UKS 

selengkapnya..

Nak Keruan Gale

Seni Budaya

Wisata

Almamater